Teknik Pendekatan pada Wanita

Wanita adalah makhluk ciptaan Allah yang dikarunia kelebihan sekaligus kekurangan. Secara spesifik, wanita yang satu berbeda dengan wanita lainnya, baik fisik maupun tingkah lakunya. Namun secara umum, wanita mempunyai sifat-sifat yang sama sehingga dapat dijadikan acuan seorang pria dalam melakukan pendekatan.           

Secara umum, wanita itu dianugerahi sifat malu yang lebih besar dibanding pria. Sifat malu ini akan mempengaruhi seluruh sikap dan aktifitasnya, sehingga cenderung terlihat ‘menunggu’ atau ‘pasif’. Memang ada kecenderungan zaman sekarang suatu gerakan yang menginginkan persamaan hak antara pria dan wanita. Namun sifat malu itu tetap akan melekat dalam diri setiap wanita.           

Sifat malu yang identik dengan sifat pasif inilah yang kemudian menginginkan sikap aktif dari pihak lain. Sifat malu pula yang menyebabkan wanita mengungkapkan keinginannya secara tersirat daripada tersurat. Sehingga kita harus pandai menerjemahkan apa yang menjadi keinginannya. Sebagai contoh, untuk mengungkapkan keinginan bahwa ‘dia ingin memiliki baju itu’, maka yang terungkap adalah ucapan “aduh bagusnya baju ini” atau minimal sikapnya akan terus mengamati kagum pada baju tersebut.           

Kunci utama pendekatan pada  wanita adalah sikap pengertian. Mengerti apa yang wanita inginkan, sekaligus yang tidak diinginkan. Wanita akan lebih bersimpati atau menaruh hati pada pria yang selalu menjadi penolong dan pelindungnya, daripada pria yang ganteng tetapi cuek. Untuk tingkat ABG (anak baru gede), wajah ganteng adalah syarat utama pria yang diidolakan. Tetapi untuk tingkatan yang lebih dewasa atau masa mencari jodoh, wajah ganteng bukan syarat pertama. Pria yang suka menolong, melindungi, dan menghibur di kala wanita itu membutuhkan adalah kunci utama pendekatan.           

Pengertian kata ‘ganteng’ pada berbagai orang dapat berbeda, terutama bila menjurus pada bagian tubuh yang dimaksud, seperti mata, hidung, kumis, badan, dll. Jika yang disukai adalah ganteng ini, maka dapat dipastikan bahwa syarat ini hanyalah sementara atau bersifat tidak tahan lama. Sikap pengertian akan berlangsung tahan lama. Untuk itu wajar apabila wanita akan mencoba menyelidiki dan menguji apakah pria yang mendekatinya benar-benar pengertian. Proses pertimbangan ini terkadang membutuhkan masukan dari orang lain disamping pengalaman pribadi.             

Banyak pasangan yang tidak berlangsung lama karena ada rasa kecewa dengan tidak adanya rasa saling pengertian. Hal ini mungkin terjadi karena dasar ikatan mereka hanya pada fisik atau materi semata. Mereka baru merasakan tidak cocok, pada saat menemukan ada perbedaan sifat yang sangat prinsip. Bila hal ini terjadi manakala sudah berkeluarga, alangkah sangat disayangkan apabila anak yang tidak tahu apa-apa akan menjadi korbannya.           

Wanita membutuhkan pria yang selalu siap sedia melayani keinginannya, kapan dan dimanapun. Sehingga tidaklah aneh apabila wanita itu sudah merasa memiliki, maka tidak boleh satu orangpun yang mendekatinya. Ungkapan cemburu ini ada yang tersirat dengan bahasa yang merajuk, maupun secara tersurat. Ungkapan tersurat (vulgar) akan muncul apabila wanita itu merasa tidak mampu lagi menahan hal-hal yang sama secara tersurat. Dalam bahasa wanita, terungkap seperti kalimat ‘aku sudah terlalu sabar untuk diam, tetapi dia masih tetap begitu juga’.           

Kata ‘selalu siap melayani’ terkesan sangat berlebihan. Sehingga banyak pria yang menganggap itu sebagai sikap yang dikekang, diperbudak, distir, dsb. Untuk menghadapi keinginan yang seperti ini, pria harus sabar dan tahan uji. Terkadang, ucapan wanita tidak seuai dengan keinginan hatinya. Hal ini sesuai dengan sifat malunya yang suka menyembunyikan keinginan yang sebenarnya. Misalnya, bila wanita menginginkan A tetapi dia malu mengatakannya, maka dia akan merajuk atau mengomel bahwa dia menginginkan B, C, dan lain-lain. Terkadang untuk mengungkapkan hal ‘uang belanja kurang’, yang terucap adalah ‘harga-harga barang yang melambung tinggi’. Pria yang tidak tanggap akan menjawab keliru, seperti ‘itu imbas dari harga BBM yang naik’, dll.           

Dalam berpikir, wanita lebih mengedepankan rasa daripada pikiran. Sedangkan pria sebaliknya. Pria lebih mengandalkan logika, sementara wanita mengutamakan sentuhan kemanusiaan. Kalau ada pria dan wanita melihat peristiwa tabrakan, maka mungkin si pria akan mengamati kronologi tabrakan itu sampai siapa yang benar dan siapa yang salah. Sedangkan wanita akan cenderung merasakan bagaimana sakitnya atau menderitanya korban tabrakan tersebut. Sehingga dalam peristiwa ini tidak ada salahnya pria tersebut melayani ‘tema’ pembicaraan si wanita agar terkesan satu ide atau sepaham. Hal ini penting, karena sekali saja wanita menganggap pria itu ‘tidak mau mengerti’ kemauannya, dia tidak segan-segan mengaitkan dengan peristiwa lain yang mungkin terjadi beberapa waktu yang lalu.           

Sikap pengertian itu tidak identik dengan sikap memanjakan. Wanita memang suka dimanjakan, tetapi sikap memanjakan yang berlebihan hanya akan membuat wanita tersebut muak atau tidak bersimpati. Manjakan wanita itu sekedarnya saja tanpa mengurangi sikap yang mendidik. Sebagai contoh, wanita kadang meminta pria untuk ini dan itu. Kalau pria tersebut untuk permintaan yang ke sekian menjawab ‘tidak mau’, itu akan terasa menyakitkan atau bersifat konfrontatif. Lebih baik jika pria tersebut menunjukkan raut muka yang kelelahan, karena ini akan lebih menyentuh rasa kewanitaan. Ungkapan ‘tidak mau’ bisa menghanguskan kesan ‘baik’ saat tadi sudah mengambilkan beberapa barang karena wanita lebih suka menilai sikap akhir daripada kesimpulan sikap. Mungkin wanita itu akan spontan mengatakan ‘kamu tidak mau bantu?’ padahal tadi sudah dibantu. Bila yang terungkap adalah sikap kelelahan, maka wanita tersebut mungkin berkata ‘istirahat dan minum dulu’ atau ‘duh jadi merepotkan’ dan lain-lain.            

Wanita lebih suka sikap pria yang tahan bantingan. Dia akan lebih menyukai pria yang mengatakan ‘tidak lelah’ daripada ‘aku lelah’ di mana kondisi pria memang sedang kelelahan. Wanita akan mudah tersentuh pada apa yang dilihatnya, tetapi juga akan mudah tersinggung pada apa yang didengarnya. Sebaiknya, gunakan kata yang tepat situasi dan kondisi. Saat wanita sedang santai, kita bebas berkata, tetapi bila dia sedang suntuk atau ada masalah, gunakan kata yang bersifat menghibur dan mengangkat moralnya.            Memang setiap orang mempunyai watak yang berbeda sehingga membutuhkan teknik pendekatan yang berbeda pula. Namun uraian ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca dalam memahami sifat sekaligus mengadakan pendekatan pada wanita. Hasil akhir pendekatan tidak selalu pacar atau suami, tetapi minimal kita bisa menjadi sahabat kepercayaannya, baik suka maupun dikala sedang berduka.           

Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan orang untuk berbagi rasa tanpa harus bertemu langsung. Sehingga tidaklah aneh bila wanita akan mencintai dengan hanya mengenal wataknya, tanpa melihat langsung. Karena memang yang dicari wanita pada dasarnya adalah ungkapan pengertian, sebagai tempat berbagi rasa. Jadi, sikap pengertian tidak hanya aktifitas fisik, tetapi yang lebih penting adalah ungkapan kata, baik secara lisan maupun tulisan

13 responses to “Teknik Pendekatan pada Wanita

  1. kalo kata tukul sih, lelaki idaman itu yg jelek dan gampang disiksa :P

  2. Saya setuju banget dengan hal tersebut, memang wanita perlu dipahami dan diperhatikan. Saya jadi belajar dalam membina cinta dengan pacar saya.

  3. Dewa Bagaskara

    wakakakak….sungguh menyentuh dan masuk ke logika, (gue bangetss gtu lho!!) kagak sangke mas yang humoris ini sekaligus melankolis dan romantis, angkat topi dech… sekeluar dari PPB bisa-bisa ni artikel jadi basa londo semua..biar orang bule juga tau gimana ngedeketin tu cewek. Artikelnya konkret banget mas, jangan-jangan pengalaman pribadi yah???hue..hue..hue..
    Ntar klw ketemu di kelas PPB aq mo konsul akh…leh yaw..??

  4. Ngapusi..... =Ha. ha. . 3x =

    Wanita adalah makhluk ciptaan Allah yang dikarunia kelebihan sekaligus kekurangan. Secara spesifik, wanita yang satu berbeda dengan wanita lainnya, baik fisik maupun tingkah lakunya. Namun secara umum, wanita mempunyai sifat-sifat yang sama sehingga dapat dijadikan acuan seorang pria dalam melakukan pendekatan.

    Secara umum, wanita itu dianugerahi sifat malu yang lebih besar dibanding pria. Sifat malu ini akan mempengaruhi seluruh sikap dan aktifitasnya, sehingga cenderung terlihat ‘menunggu’ atau ‘pasif’. Memang ada kecenderungan zaman sekarang suatu gerakan yang menginginkan persamaan hak antara pria dan wanita. Namun sifat malu itu tetap akan melekat dalam diri setiap wanita.

    Sifat malu yang identik dengan sifat pasif inilah yang kemudian menginginkan sikap aktif dari pihak lain. Sifat malu pula yang menyebabkan wanita mengungkapkan keinginannya secara tersirat daripada tersurat. Sehingga kita harus pandai menerjemahkan apa yang menjadi keinginannya. Sebagai contoh, untuk mengungkapkan keinginan bahwa ‘dia ingin memiliki baju itu’, maka yang terungkap adalah ucapan “aduh bagusnya baju ini” atau minimal sikapnya akan terus mengamati kagum pada baju tersebut.

    Kunci utama pendekatan pada wanita adalah sikap pengertian. Mengerti apa yang wanita inginkan, sekaligus yang tidak diinginkan. Wanita akan lebih bersimpati atau menaruh hati pada pria yang selalu menjadi penolong dan pelindungnya, daripada pria yang ganteng tetapi cuek. Untuk tingkat ABG (anak baru gede), wajah ganteng adalah syarat utama pria yang diidolakan. Tetapi untuk tingkatan yang lebih dewasa atau masa mencari jodoh, wajah ganteng bukan syarat pertama. Pria yang suka menolong, melindungi, dan menghibur di kala wanita itu membutuhkan adalah kunci utama pendekatan.

    Pengertian kata ‘ganteng’ pada berbagai orang dapat berbeda, terutama bila menjurus pada bagian tubuh yang dimaksud, seperti mata, hidung, kumis, badan, dll. Jika yang disukai adalah ganteng ini, maka dapat dipastikan bahwa syarat ini hanyalah sementara atau bersifat tidak tahan lama. Sikap pengertian akan berlangsung tahan lama. Untuk itu wajar apabila wanita akan mencoba menyelidiki dan menguji apakah pria yang mendekatinya benar-benar pengertian. Proses pertimbangan ini terkadang membutuhkan masukan dari orang lain disamping pengalaman pribadi.

    Banyak pasangan yang tidak berlangsung lama karena ada rasa kecewa dengan tidak adanya rasa saling pengertian. Hal ini mungkin terjadi karena dasar ikatan mereka hanya pada fisik atau materi semata. Mereka baru merasakan tidak cocok, pada saat menemukan ada perbedaan sifat yang sangat prinsip. Bila hal ini terjadi manakala sudah berkeluarga, alangkah sangat disayangkan apabila anak yang tidak tahu apa-apa akan menjadi korbannya.

    Wanita membutuhkan pria yang selalu siap sedia melayani keinginannya, kapan dan dimanapun. Sehingga tidaklah aneh apabila wanita itu sudah merasa memiliki, maka tidak boleh satu orangpun yang mendekatinya. Ungkapan cemburu ini ada yang tersirat dengan bahasa yang merajuk, maupun secara tersurat. Ungkapan tersurat (vulgar) akan muncul apabila wanita itu merasa tidak mampu lagi menahan hal-hal yang sama secara tersurat. Dalam bahasa wanita, terungkap seperti kalimat ‘aku sudah terlalu sabar untuk diam, tetapi dia masih tetap begitu juga’.

    Kata ‘selalu siap melayani’ terkesan sangat berlebihan. Sehingga banyak pria yang menganggap itu sebagai sikap yang dikekang, diperbudak, distir, dsb. Untuk menghadapi keinginan yang seperti ini, pria harus sabar dan tahan uji. Terkadang, ucapan wanita tidak seuai dengan keinginan hatinya. Hal ini sesuai dengan sifat malunya yang suka menyembunyikan keinginan yang sebenarnya. Misalnya, bila wanita menginginkan A tetapi dia malu mengatakannya, maka dia akan merajuk atau mengomel bahwa dia menginginkan B, C, dan lain-lain. Terkadang untuk mengungkapkan hal ‘uang belanja kurang’, yang terucap adalah ‘harga-harga barang yang melambung tinggi’. Pria yang tidak tanggap akan menjawab keliru, seperti ‘itu imbas dari harga BBM yang naik’, dll.

    Dalam berpikir, wanita lebih mengedepankan rasa daripada pikiran. Sedangkan pria sebaliknya. Pria lebih mengandalkan logika, sementara wanita mengutamakan sentuhan kemanusiaan. Kalau ada pria dan wanita melihat peristiwa tabrakan, maka mungkin si pria akan mengamati kronologi tabrakan itu sampai siapa yang benar dan siapa yang salah. Sedangkan wanita akan cenderung merasakan bagaimana sakitnya atau menderitanya korban tabrakan tersebut. Sehingga dalam peristiwa ini tidak ada salahnya pria tersebut melayani ‘tema’ pembicaraan si wanita agar terkesan satu ide atau sepaham. Hal ini penting, karena sekali saja wanita menganggap pria itu ‘tidak mau mengerti’ kemauannya, dia tidak segan-segan mengaitkan dengan peristiwa lain yang mungkin terjadi beberapa waktu yang lalu.

    Sikap pengertian itu tidak identik dengan sikap memanjakan. Wanita memang suka dimanjakan, tetapi sikap memanjakan yang berlebihan hanya akan membuat wanita tersebut muak atau tidak bersimpati. Manjakan wanita itu sekedarnya saja tanpa mengurangi sikap yang mendidik. Sebagai contoh, wanita kadang meminta pria untuk ini dan itu. Kalau pria tersebut untuk permintaan yang ke sekian menjawab ‘tidak mau’, itu akan terasa menyakitkan atau bersifat konfrontatif. Lebih baik jika pria tersebut menunjukkan raut muka yang kelelahan, karena ini akan lebih menyentuh rasa kewanitaan. Ungkapan ‘tidak mau’ bisa menghanguskan kesan ‘baik’ saat tadi sudah mengambilkan beberapa barang karena wanita lebih suka menilai sikap akhir daripada kesimpulan sikap. Mungkin wanita itu akan spontan mengatakan ‘kamu tidak mau bantu?’ padahal tadi sudah dibantu. Bila yang terungkap adalah sikap kelelahan, maka wanita tersebut mungkin berkata ‘istirahat dan minum dulu’ atau ‘duh jadi merepotkan’ dan lain-lain.

    Wanita lebih suka sikap pria yang tahan bantingan. Dia akan lebih menyukai pria yang mengatakan ‘tidak lelah’ daripada ‘aku lelah’ di mana kondisi pria memang sedang kelelahan. Wanita akan mudah tersentuh pada apa yang dilihatnya, tetapi juga akan mudah tersinggung pada apa yang didengarnya. Sebaiknya, gunakan kata yang tepat situasi dan kondisi. Saat wanita sedang santai, kita bebas berkata, tetapi bila dia sedang suntuk atau ada masalah, gunakan kata yang bersifat menghibur dan mengangkat moralnya. Memang setiap orang mempunyai watak yang berbeda sehingga membutuhkan teknik pendekatan yang berbeda pula. Namun uraian ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca dalam memahami sifat sekaligus mengadakan pendekatan pada wanita. Hasil akhir pendekatan tidak selalu pacar atau suami, tetapi minimal kita bisa menjadi sahabat kepercayaannya, baik suka maupun dikala sedang berduka.

    Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan orang untuk berbagi rasa tanpa harus bertemu langsung. Sehingga tidaklah aneh bila wanita akan mencintai dengan hanya mengenal wataknya, tanpa melihat langsung. Karena memang yang dicari wanita pada dasarnya adalah ungkapan pengertian, sebagai tempat berbagi rasa. Jadi, sikap pengertian tidak hanya aktifitas fisik, tetapi yang lebih penting adalah ungkapan kata, baik secara lisan maupun tulisan

    ===

  5. Ngapusi..... =Ha. ha. 3x =

    Wanita adalah makhluk ciptaan Allah yang dikarunia kelebihan sekaligus kekurangan. Secara spesifik, wanita yang satu berbeda dengan wanita lainnya, baik fisik maupun tingkah lakunya. Namun secara umum, wanita mempunyai sifat-sifat yang sama sehingga dapat dijadikan acuan seorang pria dalam melakukan pendekatan.

    Secara umum, wanita itu dianugerahi sifat malu yang lebih besar dibanding pria. Sifat malu ini akan mempengaruhi seluruh sikap dan aktifitasnya, sehingga cenderung terlihat ‘menunggu’ atau ‘pasif’. Memang ada kecenderungan zaman sekarang suatu gerakan yang menginginkan persamaan hak antara pria dan wanita. Namun sifat malu itu tetap akan melekat dalam diri setiap wanita.

    Sifat malu yang identik dengan sifat pasif inilah yang kemudian menginginkan sikap aktif dari pihak lain. Sifat malu pula yang menyebabkan wanita mengungkapkan keinginannya secara tersirat daripada tersurat. Sehingga kita harus pandai menerjemahkan apa yang menjadi keinginannya. Sebagai contoh, untuk mengungkapkan keinginan bahwa ‘dia ingin memiliki baju itu’, maka yang terungkap adalah ucapan “aduh bagusnya baju ini” atau minimal sikapnya akan terus mengamati kagum pada baju tersebut.

    Kunci utama pendekatan pada wanita adalah sikap pengertian. Mengerti apa yang wanita inginkan, sekaligus yang tidak diinginkan. Wanita akan lebih bersimpati atau menaruh hati pada pria yang selalu menjadi penolong dan pelindungnya, daripada pria yang ganteng tetapi cuek. Untuk tingkat ABG (anak baru gede), wajah ganteng adalah syarat utama pria yang diidolakan. Tetapi untuk tingkatan yang lebih dewasa atau masa mencari jodoh, wajah ganteng bukan syarat pertama. Pria yang suka menolong, melindungi, dan menghibur di kala wanita itu membutuhkan adalah kunci utama pendekatan.

    Pengertian kata ‘ganteng’ pada berbagai orang dapat berbeda, terutama bila menjurus pada bagian tubuh yang dimaksud, seperti mata, hidung, kumis, badan, dll. Jika yang disukai adalah ganteng ini, maka dapat dipastikan bahwa syarat ini hanyalah sementara atau bersifat tidak tahan lama. Sikap pengertian akan berlangsung tahan lama. Untuk itu wajar apabila wanita akan mencoba menyelidiki dan menguji apakah pria yang mendekatinya benar-benar pengertian. Proses pertimbangan ini terkadang membutuhkan masukan dari orang lain disamping pengalaman pribadi.

    Banyak pasangan yang tidak berlangsung lama karena ada rasa kecewa dengan tidak adanya rasa saling pengertian. Hal ini mungkin terjadi karena dasar ikatan mereka hanya pada fisik atau materi semata. Mereka baru merasakan tidak cocok, pada saat menemukan ada perbedaan sifat yang sangat prinsip. Bila hal ini terjadi manakala sudah berkeluarga, alangkah sangat disayangkan apabila anak yang tidak tahu apa-apa akan menjadi korbannya.

    Wanita membutuhkan pria yang selalu siap sedia melayani keinginannya, kapan dan dimanapun. Sehingga tidaklah aneh apabila wanita itu sudah merasa memiliki, maka tidak boleh satu orangpun yang mendekatinya. Ungkapan cemburu ini ada yang tersirat dengan bahasa yang merajuk, maupun secara tersurat. Ungkapan tersurat (vulgar) akan muncul apabila wanita itu merasa tidak mampu lagi menahan hal-hal yang sama secara tersurat. Dalam bahasa wanita, terungkap seperti kalimat ‘aku sudah terlalu sabar untuk diam, tetapi dia masih tetap begitu juga’.

    Kata ‘selalu siap melayani’ terkesan sangat berlebihan. Sehingga banyak pria yang menganggap itu sebagai sikap yang dikekang, diperbudak, distir, dsb. Untuk menghadapi keinginan yang seperti ini, pria harus sabar dan tahan uji. Terkadang, ucapan wanita tidak seuai dengan keinginan hatinya. Hal ini sesuai dengan sifat malunya yang suka menyembunyikan keinginan yang sebenarnya. Misalnya, bila wanita menginginkan A tetapi dia malu mengatakannya, maka dia akan merajuk atau mengomel bahwa dia menginginkan B, C, dan lain-lain. Terkadang untuk mengungkapkan hal ‘uang belanja kurang’, yang terucap adalah ‘harga-harga barang yang melambung tinggi’. Pria yang tidak tanggap akan menjawab keliru, seperti ‘itu imbas dari harga BBM yang naik’, dll.

    Dalam berpikir, wanita lebih mengedepankan rasa daripada pikiran. Sedangkan pria sebaliknya. Pria lebih mengandalkan logika, sementara wanita mengutamakan sentuhan kemanusiaan. Kalau ada pria dan wanita melihat peristiwa tabrakan, maka mungkin si pria akan mengamati kronologi tabrakan itu sampai siapa yang benar dan siapa yang salah. Sedangkan wanita akan cenderung merasakan bagaimana sakitnya atau menderitanya korban tabrakan tersebut. Sehingga dalam peristiwa ini tidak ada salahnya pria tersebut melayani ‘tema’ pembicaraan si wanita agar terkesan satu ide atau sepaham. Hal ini penting, karena sekali saja wanita menganggap pria itu ‘tidak mau mengerti’ kemauannya, dia tidak segan-segan mengaitkan dengan peristiwa lain yang mungkin terjadi beberapa waktu yang lalu.

    Sikap pengertian itu tidak identik dengan sikap memanjakan. Wanita memang suka dimanjakan, tetapi sikap memanjakan yang berlebihan hanya akan membuat wanita tersebut muak atau tidak bersimpati. Manjakan wanita itu sekedarnya saja tanpa mengurangi sikap yang mendidik. Sebagai contoh, wanita kadang meminta pria untuk ini dan itu. Kalau pria tersebut untuk permintaan yang ke sekian menjawab ‘tidak mau’, itu akan terasa menyakitkan atau bersifat konfrontatif. Lebih baik jika pria tersebut menunjukkan raut muka yang kelelahan, karena ini akan lebih menyentuh rasa kewanitaan. Ungkapan ‘tidak mau’ bisa menghanguskan kesan ‘baik’ saat tadi sudah mengambilkan beberapa barang karena wanita lebih suka menilai sikap akhir daripada kesimpulan sikap. Mungkin wanita itu akan spontan mengatakan ‘kamu tidak mau bantu?’ padahal tadi sudah dibantu. Bila yang terungkap adalah sikap kelelahan, maka wanita tersebut mungkin berkata ‘istirahat dan minum dulu’ atau ‘duh jadi merepotkan’ dan lain-lain.

    Wanita lebih suka sikap pria yang tahan bantingan. Dia akan lebih menyukai pria yang mengatakan ‘tidak lelah’ daripada ‘aku lelah’ di mana kondisi pria memang sedang kelelahan. Wanita akan mudah tersentuh pada apa yang dilihatnya, tetapi juga akan mudah tersinggung pada apa yang didengarnya. Sebaiknya, gunakan kata yang tepat situasi dan kondisi. Saat wanita sedang santai, kita bebas berkata, tetapi bila dia sedang suntuk atau ada masalah, gunakan kata yang bersifat menghibur dan mengangkat moralnya. Memang setiap orang mempunyai watak yang berbeda sehingga membutuhkan teknik pendekatan yang berbeda pula. Namun uraian ini diharapkan dapat menambah wawasan pembaca dalam memahami sifat sekaligus mengadakan pendekatan pada wanita. Hasil akhir pendekatan tidak selalu pacar atau suami, tetapi minimal kita bisa menjadi sahabat kepercayaannya, baik suka maupun dikala sedang berduka.

    Kemajuan teknologi saat ini memungkinkan orang untuk berbagi rasa tanpa harus bertemu langsung. Sehingga tidaklah aneh bila wanita akan mencintai dengan hanya mengenal wataknya, tanpa melihat langsung. Karena memang yang dicari wanita pada dasarnya adalah ungkapan pengertian, sebagai tempat berbagi rasa. Jadi, sikap pengertian tidak hanya aktifitas fisik, tetapi yang lebih penting adalah ungkapan kata, baik secara lisan maupun tulisan

    =

  6. pengalaman ya……………………….

  7. gni y pak klw ce tu sk sms tp isimya puisi n di akhir puisinya tu dia bilang sm q dia sayang sm q gmn? tp dia sms lewat kata2 sahabat bkn nm q gmn ?

  8. cewek itu khan dominan sifat malu, apalagi kalau harus ngaku duluan cinta. makanya dia pakai bahasa nyerempet, tapi intinya dia sayang kamu dan berharap mendapat balasan yang sama. Sekarang, tergantung dirimu… :)

  9. ……,ADA CUTE, ass……,wahhh pak..,ni masukan buat ogut nih….,kadang ogut belum bisa faham dan memahami cewe…,{masalah nya belum perhah hubungan…,}tapi ini yang q cari2 paling ga ogut dapat2 poin2 pak….,sebelum ngedeketin cewe….,trimakasih lhoooo…., wassss………,

  10. pak sy rio yg kmrn itu, gni pak ce tu tpi dh pnya pacar e, jd q hg mau blng sayang jga kan ga enak jg, lagian kmrn dia d bncngnm co nya d dpn mata gue pak :( ekhh ……. rasa nya pak gmn gtu ? mhn d bls y pk trimakasih.

  11. setujuuuu banget… nanti saya mau minta suami saya untuk baca artikel ini minimal 3 kali :D

  12. Pingback: 2010 in review | Ki Asmoro Jiwo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s