LAHAN KERING YANG KEKERINGAN

Kadang orang bingung dengan istilah lahan kering dan lahan basah. Pemahaman awam menyebutkan lahan kering sering dalam kondisi kering dan lahan basah sering dalam kondisi basah. Jadi perbedaan definisi ini lebih pada persyaratan kadar air yang ada dalam tanah (baca: kadar lengas). Kondisi ke-basah-an dapat terjadi secara alami maupun akibat campur tangan manusia. Secara alami, kita mengenal lahan rawa atau kondisi dimana muka air tanah dan muka tanah sama atau hampir sama. Secara buatan, dapat dilihat pada sawah beririgasi buatan manusia.

Secara umum, lahan basah berada di dekat pantai, rawa, sungai dan danau; yang kesemuanya merupakan sumber air (badan air). Adapun lahan kering biasanya berada di perbukitan, dimana sebagai akibat proses infiltrasi dan perkolasi yang tinggi menyebabkan kadar lengas di daerah permukaan banyak yang meresap ke lapisan tanah yang lebih rendah.

Selain pengaruh air, tubuh tanah juga terbukti punya kemampuan mengikat air. Tanah bertekstur lempungan akan lebih lama mengikat air daripada tanah bertekstur pasiran. Berdasarkan sifat ini, maka tanah lempungan sering diadaptasi dengan got dan guludan agar akar tanaman tidak terendam air terlalu lama. Hal ini penting mengingat beberapa tanaman mudah mati apabila kondisi perakaran jenuh air dalam waktu relatif lama.
Sedangkan tanah pasiran dapat dikelola dengan pengolahan minim karena aerasi dalam tanah sudah tinggi. Bahkan di beberapa tempat dibuat naungan atau mulsa guna menekan proses evaporasi (penguapan).

Kondisi iklim saat ini yang umumnya berada di puncak musim kemarau menyebabkan tingkat kekeringan yang paling tinggi. Hal ini sangat dirasakan pada hamparan lahan kering, terutama yang berada di perbukitan dan daerah-daerah dengan curah hujan yang rendah. Apabila tidak ada sumber air irigasi, biasanya sekarang ini petani tidak mampu membudidayakan tanaman semusim. Perakaran tanaman semusim yang relatif dangkal menyebabkan jenis tanaman ini mudah mati dalam kondisi kekeringan.
Beda halnya dengan tanaman tahunan yang mempunyai perakaran sampai beberapa meter. Tanaman tahunan, terutama yang berakar tunggang, mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap cekaman air. Namun tanaman tahunan berumur 1-3 tahun masih sangat rawan terhadap cekaman air, sehingga perlu perawatan agar jangan sampai kekurangan air.

Kekeringan di suatu lahan sebenarnya dapat diprediksi dari intensitas curah hujan dan kedalaman muka air tanah, serta kondisi tekstur tanah. Curah hujan rendah, muka air tanah dalam dan tekstur tanah pasiran adalah penyebab utama kekeringan. Curah hujan tinggi, muka air tanah dangkal, dan tekstur tanah lembungan merupakan potensi lahan yang mendukung pada tingkat kebasahan yang tinggi. Namun di banyak tempat kondisi tiga parameter lahan tersebut sangat bervariasi. Curah hujan rendah, tetapi air tanah dangkal, maka tingkat kebasahan tetap tinggi atau minimal agak tinggi.

Jika menengok kondisi lahan di sekitar Kota Yogyakarta, terlihat bahwa curah hujan relatif sedang, tetapi tanahnya bertekstur pasiran dan air tanah relatif dalam (sekitar 10 meter). Maka kondisi lahan di sekitar kota Yogyakarta umumnya mengalami kekeringan. Kalau toh terjadi hujan sesekali, akan cepat sekali hilang karena penguapan air yang relatif tinggi. Namun kondisi kekeringan lahan di daerah utara yang berdekatan puncak merapi (sekitar lokasi Wisata Kaliurang) relatif terkurangi dengan kondisi kelembaban yang tinggi dan suhu yang lebih rendah. Demikian juga di daerah selatan (sekitar Bantul) terasa lebih rendah tingkat kekeringannya karena kedalaman air tanah berkisar 5 meter. Sehingga perambatan air melalui proses kapilarisasi dapat menjangkau ujung akar tanaman.

Beda lagi dengan kondisi lahan kapur (karst) di Gunung Kidul. Walaupun tingkat curah hujan relatif sama dengan kota Yogyakarta, namun jarak air tanah yang mencapai lebih dari 50 meter menyebabkan lahan di daerah ini mudah sekali mengalami kekeringan. Kondisi yang agak menguntungkan adalah tekstur tanah yang umumnya lempungan (berwarna merah atau hitam), sehingga kemampuan memegang air menjadi relatif lebih lama.

Berbeda pula dengan kondisi lahan di kawasan lereng perbukitan Menoreh di wilayah Kabupaten Kulon Progo, dimana lahan dataran tinggi yang umumnya merupakan lahan kering dapat tersuplai airnya dari beberapa sumber mata air. Memang di beberapa tempat juga mengalami kekeringan seperti di Gunung Kidul, terutama lahan yang berbatuan induk (parent material) batu kapur berlapis. Tanah hitam yang menghampar di atasnya mengandung kadar lempung yang tinggi, sehingga saat musim hujan (baca: kelebihan air) perlu menggunakan model sorjan pada pengelolaan lahannya, yaitu kombinasi antar saluran drainase (penampung air) dan guludan.

Hakekat kekeringan adalah tidak adanya suplai air dari atas (hujan) dan samping (irigasi), yang didukung oleh tingkat penguapan (evapotranspirasi) yang tinggi, sehingga kita perlu upaya cerdas dalam rangka mempertahankan air di daerah perakaran tanaman, misalnya dengan cara pemberian mulsa, penambahan pupuk organik, pemberian naungan, mengurangi pengolahan tanah (pembajakan/pencangkulan), dan irigasi/penyiraman sistem tetes dengan memanfaatkan botol bekas atau kendil tanah. Untuk penghijauan di daerah perkotaan, sebisa mungkin tidak melakukan pemangkasan tanaman peneduh jalan.

Memang kekeringan dan kebasahan merupakan siklus di negara tropis ini. Namun langkah bijak dan kerjasama para pihak sangat diperlukan guna mengendalikan tingkat kekeringan dan kebasahan sampai para taraf yang wajar, sehingga tidak berubah menjadi bencana yang berantai dan menimpa siapa saja.

One response to “LAHAN KERING YANG KEKERINGAN

  1. Makasih Informasinya
    Silahkan kunjungi BLOG kami http://h0404055.wordpress.com
    Terdapat artikel yang menarik dan bermanfaat, apabila berkenan tolong silahkan beri komentar
    Salam Kenal dan Terima Kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s