Keluarga Bahagia

Kadang kita suka iri melihat sebuah keluarga yang kelihatan harmonis seperti tanpa cela. Seakan keluarga itu telah mencapai kebahagiaan hakiki. Benarkah kebahagiaan itu tanpa derita, kesedihan, tangisan, dan semacamnya?. Jika kita merujuk bagaimana sebuah keluarga rosul dibangun, ternyata kehidupan beliau juga pernah sakit, pernah bersedih, dan miskin. Apakah kebahagiaan itu identik dengan pemenuhan harta dan tahta (jabatan/karier). Adakah sebuah keluarga di dunia ini yang tidak pernah konflik dan mengalami cobaan? Kebahagiaan itu tidak identik dengan selalu tersenyum dan gembira. Kebahagiaan lebih diukur pada kemampuan mereka dalam menghadapi setiap cobaan, yang kadang membuat mereka terjatuh, namun muaranya mereka selalu mampu bangkit dari setiap cobaan dan mampu mensyukuri apa yang mereka alami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s