Bangsa Instan Pemakan Tempe : Siapa pegang Kran?

Jangan salahkan rakyat kecil, yang lebih memilih harga murah pada jenis barang yang hampir sama kualitas dan kuantitasnya
Lihatlah gula impor yang makin menggeser gula lokal, bahkan mengubur pabrik gula
Lihatlah beras impor dianggap sebagai penyetabil ketahanan pangan nasional, tanpa mau tahu petani yang makin lunglai menatap hasil panen padinya
Lihatlah kelengkeng bangkok sudah dijual berderet di sepanjang jalan Ambarawa, yang notabene sentra kelengkeng lokal. Jangan tanya kelengkeng di yogya dari mana !
LIhatlah pembuat tempe banyak gulung tikar karena kedelai (yang dominan impor) sudah melonjak 2 x lipat harganya.
Lihat pula mainan anak-anak dan obatan2 ampuh harganya super murah. produk china tuh!

Rasanya terlalu mesakke (baca: kasihan)
Bila petani kelengkeng ambarawa dipaksa membuat produk semenarik kelengkeng bangkok
Bila petani gula diharuskan menjual harga gula semurah gula impor, dll dll

Mesakke juga jika semua masalah ditumpahkan pada menteri pertanian seorang,
Karena semua masalah ini dilakukan berjamaah, terutama masih longgarnya penjagaan kran, yang menyortir produk impor dan melindungi produk anak bangsa

Aku juga bingung dhewe, kesalahane dosen pertanian dimana?….. …

/me tersimpuh

One response to “Bangsa Instan Pemakan Tempe : Siapa pegang Kran?

  1. lha kok ujung2nya kesalahan dosen pertanian mas?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s