Kanker Paru Stadium IV, chemoteraphy?

Hasil mengumpulkan sisik melik, dunia kedokteran (medis) belum begitu meyakinkan dalam menemukan obat kanker. Kalo boleh dibilang, belum ada obatnya.
Biasanya, kanker yang menempel akan dilakukan pengambilan dari badan (baca: bukan mematikan kanker itu tanpa mengambilnya) .
Sehingga seorang dokter membuat kriteria berdasar stadium…
Stadium 1, penyakit kanker diupayakan dapat disembuhkan (dapat dilokalisir)
Stadium 2, umur pasien dapat dipertahankan sampai 5 tahun (secara statistik)
Stadium 3, umur pasien dapat dipertahankan sampai 1 tahun (statistik juga lho)
Stadium 4, biasanya rumah sakit angkat tangan atau umur 3-6 bulan.

Sedihnya, aku harus menunggui salah satu anggota keluarga besar, yang belum pernah sakit serius sebelumnya, harus menghadapi vonis Kanker Paru Stadium IV.
Gleks… apalagi dari literatur, kanker paru termasuk paling mematikan.
Aku pun mencoba alternatif dengan refleksi dan pengobatan china (yang cukup lengkap dan ada obat kanker), juga mencari tanaman macam buah makutodewa, tapak dara, dll.
Makin mumet manakala pasien ternyata sangat fanatik dengan kedokteran alias tidak percaya obat selain dari dokter alias tidak mau minum obat lain.
Aku juga baru tahu bahwa selera makan penderita kanker hampir hilang sama sekali.
Dapat dibayangkan bagaiman kondisi badan setelah 2 bulan hanya bergantung pada cairan infus…..

Akhirnya dokter menjatuhkan solusi terakhir berupa chemoteraphy.
“berapa beayanya, Dok?”. “ada 6 paket yang harus dilalui, per paket 20-25 jt”. hiks….150 jt
Dengan diplomatis, dokter mengatakan bahwa pasien akan mengalami sedikit gangguan dan perlu dorongan untuk membangun mentalnya. kethoke enak ucapane….
Ketika kroscek pada dokter TTMku (lihat aja belum, chatting n sms mah lancar :p)
Katanya chemoteraphy sangat menyiksa karena memasukan zat radioaktif ke tubuh, biasanya tubuh akan mual, muntah, kulit gosong, rambut rontok, dll. Banyak pasien yang gagal (baca: superman is dead). dan Chemoteraphy juga bukan menyembuhkan, tetapi menahan penyebaran.. ..
Gubrak!

Ditambah lagi info dari sodara di Jakarta yang menggeluti bidang kimia, bahwa cara itu berbahaya… .
Kontan pasien langsung minta pulang.

Mungkin jalan alternatif akan ditempuh, Mungkin ke Jakarta…..

Wallahualam bishowab, Lahaula Wala Quwata Illa Billahil Aliyyil Adziem….
Mohon doanya dari para sahabat,
Semoga Allah memberikan kesembuhan buat anggota keluarga kami. Amin…

Note: maaf jika kupasan di atas kurang pas dengan bahasa kedokteran

One response to “Kanker Paru Stadium IV, chemoteraphy?

  1. Ketika saya divonis kanker payudara stadium III saya kaget dan rasanya dunia runtuh, tapi dgn mengucap Bismillahirahmanirahim saya minta waktu pada dokter untuk setelah 3 tahun baru mau pengobatan medis lebih lanjut….

    Alhamdulillah, Sejak Sept 2006 sampai tahun Jan 2008 angka sel kanker saya menurun/tidak berkembang. Subhanallah….saya hanya minum madu dan kunyit putih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s