PASRAH

Pasrah dalam pengertian sederhana adalah menerima dengan seluruh jiwa dan raga terhadap perlakuan yang diterima. Jika pasrah kepada Tuhan, maka segala sesuatu yang menimpa akan diterima dengan lapang dada dan senang hati. Kita menganggap apapun yang terjadi adalah yang terbaik menurut kehendak Tuhan. Biasanya pasrah dilakukan manakala usaha yang maksimal terhadap suatu tujuan telah dilakukan.

Namun kepasrahan menjadi berbeda apabila obyeknya adalah sesama manusia. Dengan ikatan cinta, manusia dapat pasrah kepada manusia lain yang dicintai. Namun setiap orang mempunyai tingkat kepasrahan yang beraneka macam. Perlu dicermati kepasrahan pada dua sejoli yang sedang pacaran, karena pada tahap inilah akal sehat sering kalah berperan dibanding nafsu birahi.

Seorang wanita yang saling mencintai dengan seorang pria akan mudah pasrah. Kepasrahan dimulai dari sekedar mau dipandang, digandeng, dicium, dicumbu, bahkan menyerahkan kehormatannya. Pria yang dimabuk asmara, semakin lama ‘permintaannya’ akan semakin bertambah karena pada dasarnya nafsu itu selalu ‘dari kepuasan yang satu ke kepuasan berikutnya’ atau pendek kata selalu merasa tidak puas.

Dengan dasar perbedaan pria dan wanita, maka dikenal sikap aktif-pasif, memberi-meminta, dan sejenisnya. Umumnya pria pandai untuk meyakinkan wanita tentang janji-janji di masa depan. Dan anehnya pula, umumnya wanita banyak yang percaya akan janji itu karena di dalam hatinya penuh rasa cinta. Dalam pacaran, janji seorang pria sudah sampai tahap akan melamar, menikah, membahagiakan, membina keluarga, dan lain-lain. Terhadap janji ini, ada wanita yang sulit memberikan dan ada pula yang mudah memberikan ‘miliknya’.

Apabila janji yang diberikan tidak menjadi kenyataan, maka besarnya penyesalan akan sebanding dengan besarnya pengorbanan yang diberikan. Pemberian sekecil apapun, misalnya hanya digandeng atau dicium, apabila berujung pengkhianatan maka tetap akan menimbulkan kekecewaan yang besar. Tetapi pemberian yang sampai kepada sesatu yang paling berharga, yaitu kehormatan atau kesucian, terkadang tidak disesali manakala janji yang tidak ditepati karena penyebab faktor luar (baca: bukan pria itu penyebabnya).

Ada sebagian wanita yang berprinsip bahwa kehormatan akan dipersembahkan kelak untuk suami tercinta. Namun adapula wanita yang rela memberikannya kepada pria ‘yang dianggap’ kelak akan menjadi suaminya, walaupun dia belum dilamar, apalagi dinikahi. Bahkan banyak pula hal ini terjadi pada hubungan kasih yang belum diketahui oleh orang tua masing-masing.

Semudah itukah wanita pasrah? Sebenarnya tidak. Karena wanita dalam kondisi normal tetap akan menolak bila disuruh menyerahkan kehormatan kepada pria yang dicintai. Namun seperti yang telah dijelaskan di atas, pria selain pandai meyakinkan dengan janjinya, juga pandai ‘mengkondisikan’ agar di wanita tidak punya pilihan lain atau kondisi mental yang ‘mudah pasrah’. Kondisi ini dapat terjadi pada tempat yang ‘aman’, menggunakan alat yang ‘aman’, memberikan obat perangsang, dan lain-lain. Bahkan dalam kondisi birahi yang memuncak juga dapat menyebabkan sesuatu yang tadinya ‘jangan’ menjadi ‘silahkan’. Anehnya, banyak wanita yang tidak sadar bahwa cumbuan itu berakhir dengan permintaan dan pemberian pada kehormatannya.

2 responses to “PASRAH

  1. Soal wanita yg hanyut dalam dekapan pria non muhrimnya tidak bisa dibilang pasrah tapi lemah imannya…karena pasrah sendiri sebenarnya adalah kemampuan dan keteguhan hati manusia dalam menjalani kerasnya kehidupan di dunia fana ini. Judul yang bagus bukan pasrah tapi “ketika cinta tidak beriman”

  2. cinta memang tidak mengenal iman kok. cinta itu bisa kepada siapa dan apa saja tanpa batas. karena iman itu relatif, sedang cinta bersifat universal. iman seseorang bisa dianggap kafir oleh orang lain. namun cinta orang tetap akan dianggap cinta, walau kadang tidak ditanggapi….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s