Cara Mundur Teratur

Seorang teman mengeluhkan dirinya yang terjebak pada cinta buka cabang. Mungkin awalnya dia merasa wajib melayani dan menyayangi lain jenis yang membutuhkan. Pelayanan yang dibumbui dengan wes-ewes ini membuat rekornya luarbiasa, karena ada 5-6 kamu hawa yang masuk dalam jaring laba-labanya.

Waktu berjalan dan akhirnya dia mulai kelimpungan karena harus ngatur jadwal agar satu sama lain tidak berada di ruang dan waktu yang sama. Banyak alasan yang dia buat. Akhirnya dia kebingungan sendiri karena beberapa sudah masuk kategori “jadian”. Dia tanya, bagaimana untuk memilih 1 dan pamitan pada yang lain tapi tanpa terjadi prahara?

Ibarat memilih sepatu, jangan terlena pada bentuk sepatu, tapi sesuaikanlah dengan ukuran kaki kita. Maka biasanya ada tahap mencoba sebelum yakin membelinya. Tahap mencoba dalam pergaulan jelas bukan hubungan biologis, tetapi lebih dikaitkan pada keterkaitan batin/mental/emosional. Hukum Im-Yang berlaku dalam mencari pasangan. Selorohku “kalo sama-sama dingin, ntar rumahnya sepi kayak kuburan. kalo sama-sama cerewet, ntar rumahnya kayak pasar tumpah”. Jika si cowok termasuk keras kepala dan tidak terlalu suka diatur, maka cocok dengan tipe cewek yang keibuan dan ngemong. dst.

Langkah kedua, bagaimana cara mundur teratur yang tidak terlalu menyakitkan. Berharap muncul karena kita memberikan harapan. Biasanya ujung dari semua harapan tersebut adalah pernikahan. Tapi khan tidak mungkin menikah langsung pada semuanya. Memange Damarwulan hehe. Tentu harus tetap memilih 1 dan menolak yang lain. Maka utamanya bagaimana mengkondisikan agar yang lain itu saat dipamiti tidak terlalu shock.

Harapan muncul karena ada pelayanan lebih. Maka kita perlu mengurangi pelayanan itu secara berkala. Jenjang pelayanan jelas beraneka. Makin menjurus pada keintiman, biasanya pelayanan makin mendekati 24 jam. Contohnya, jika ada rasa cinta, di telpon jam 2 dini hari tidak masalah, tapi kalau tidak ada rasa, bisa marah-marah atau minimal tidak diangkat. Juga, jika ada sms dari doi, kita biasanya langsung bersemangat membalasnya pada menit itu juga. Jumlah sms/telp per harinya juga makin intensif. Bahkan kebiasaan rutin, seperti makan-tidur-mandi terkadang jadi bahan ber-sms-an.

Untuk mundur teratur yang tidak kentara, jelas kita harus mengurangi servis itu secara perlahan namun pasti. Jika biasanya sms langsung dibalas, tunggu 1-2 jam baru di balas, terutama isi sms yang tidak terlalu penting. Jika biasanya ketemu minimal 1x seminggu, maka buat 1x dalam 2 minggu. Jika biasanya telpon bisa 1 jam, maka cukup 5-10 menit saja. dll. dll.

Tentu hal ini akan memberikan reaksi yang mulai ada tanda tanya, sampai puncaknya “kok kamu berubah yank?”. Tentu harus dijawab dengan berbagai alasan yang tidak menyakitkan, misalnya karena kesibukan, pulsa nipis, dll. Tahap ini mengantar kita dari anggapan sebagai “superhero” menjadi sekedar “teman biasa”. Tahap ini membutuhkan waktu yang bervariasi pada masing-masing orang, tapi umumnya bisa berbulan-bulan.

Jika semua yang dikondisikan sudah cukup “dingin”, maka saat itulah kita berpamit dengan baik-baik. Tentu ada yang reaksinya agak menyakitkan, tapi tidak akan berakibat fatal. Tapi tetap tunjukkan komitmen kita bahwa “cinta dan kasih sayang itu khan tidak harus diikat oleh status perkawinan. kita tetap masih bisa menyayangi, namun tentu dengan cara yang tidak melanggar aturan.”.

Saling menasehati dan memberi perhatian kepada sesama, termasuk kepada lain jenis, memang diwajibkan bagi insan manusia yang berbudi. Namun sejauh mana perhatian itu diberikan, hendaknya kita berpikir tentang umpan balik. Bukan sekedar memberi saja. Umpan balik teringan adalah ucapan terima kasih dari si penerima. Umpan balik yang tertinggi adalah tumbuhnya rasa sayang dan cinta, yang bisa berdampak pada harapan ingin memiliki si pemberi perhatian. Maka, hati-hatilah…..

4 responses to “Cara Mundur Teratur

  1. Teknis ya… font-nya kurang konsisten. Jadi kelihatan tidak rapih. Lalu organisasi berkas kok semua uncategorized kan bisa misalnya “renungan” agar orang bisa melihat dari daftar isi…

  2. Yang lain, kurang sekali gambar.. Dan sulitnya saya tidak bisa membedakan antara blogger perpanjangan Universitas dengan Blogger yang selama ini dikenal orang sebagai “majalah dinding” yang lebih pribadi…

  3. maturnuwun pak mimbar
    1. pengaturan font kadang kurang lihai
    2. organisasi sudah saya perbaiki
    3. gambar memang sengaja gak dipasang agar ringan
    4. ini memang blogger “bebas”

  4. silakan buka buku harian saya http://www.irt-nania.blogspot.com ….yang sengaja saya susun spt buku harian tapi bisa /wajib dibaca utk kaum wanita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s