Dinamika Bisnis di Yogyakarta

Aku memang bukan pebisnis dan kayaknya tidak pernah terjun ke dunia bisnis (baca: dol tinuku kepada banyak orang), namun menarik untuk mengamati geliat bisnis di Yogyakarta yang telah ‘menarikku’ sejak tahun 1991 (walau KTP dan SIM masih bertahan Kendal Asli).

 

Waktu awal masuk yogya, bisnis buat mahasiswa dan pelajar, yang notabene mayoritas penduduk yogya, adalah Jasa Pengetikan, yang melayani kursus mengetik (manual) dan layanan pengetikan (per lembar).

 

Masuk waktu skripsi (sekitar tahun 1995) mulai masuk komputer dengan software WS-LOTUS-DBASE, yang kemudian beralih ke MS Word, Excel, dan Powerpoint. Bisnis Rental Komputer pun mulai marak

 

Tahun 1998 mulai masuk dunia internet, dan merebaklah warnet (waroeng internet) dengan harga per jam sekitar Rp 8.000,- namun makin lama makin murah karena banyak persaingan. Teman kostku 7 orang sampai patungan membuat warnet cabang deJava di Terban. Tahun 1999-2002 adalah eranya aku jadi Raja Chatting di mIRc dengan nick topan99 / mastopan / javatopan di channel #rori dengan sempat kopdar (kopi darat) ke Yogya, Bandung, Jakarta, dan Riau. Game online Nexia waktu itu juga mampu membius jutaan orang, bahkan bisa sambil mencari uang.

Hacker (pembobol situs) dan Carding (membeli barang luar negeri dengan kartu kredit palsu) juga mulai tumbuh marak. Biasanya mereka yang mampu berjam-jam online cocok dengan profesi ini. Pengiriman ‘barang panas’ biasanya melibatkan petugas pos dan aparat.

 

Persaingan harga yang tidak sehat membuat pengusaha warnet banyak yang rugi besar sampai gulung tikar. Kenapa? karena beaya koneksi internet masih tetap mahal.

Ada juga yang melakukan diversifikasi berupa bisnis game center yang umumnya tanpa menggunakan koneksi internet.

Ada juga yang tertarik membidik segmen anak-anak berupa playstation. Game yang paling disenangi adalah soccer (bola).

 

Tahun 2002 mulai mewabah penggunaan handphone, maka bisnis jual-beli handphone kembali marak. Waktu itu harga nomor handphone (simpati dll) masih sangat mahal. Teknologi handphone bukan sekedar sms dan telphon saja, tetapi menyajikan fasilitas yang makin lengkap, seperti kamera, radio, MP3, 3G, dll.

 

Tahun 2004 counter handphone mulai berubah ke penjualan pulsa. Bahkan fenomena penjual pulsa di Yogyakarta sangat menjamur. Hampir dalam jarak 50 M ada penjual pulsa. Kita jadi punya banyak pilihan variasi harga yang umumnya jauh lebih murah dari harga pulsa di luar Yogya.

 

Tahun 2008, atau yang terbaru, geliat bisnis mulai merambah ke sektor olah raga, yaitu merebaknya Olah Raga Futsal yang dianggap sebagai olah raga rakyat dan menyehatkan.

 

Di sektor pedagang kaki lima, jaman aku kuliah dulu trend-nya adalah angkringan dan sop kaki sapi serta sambel tomat. Namun 3 tahun terakhir ini, model steak, makanan ekstra pedas, dan sambel bawang agaknya jadi trend menu terbaru.

 

Sejauh pengamatanku yang awam bisnis ini, agaknya bentuk bisnis di Yogya hanya mampu bertahan 1-2 tahun. Mengapa? Masyarakat Yogya yang umumnya ‘cerdas’ akan sangat pandai meniru bisnis sejenis dan konsumen juga akan mudah bosan. Sementara itu Yogya sebagai salah satu pusat iptek, dinamika teknologi dari luar negeri akan cepat masuk dan otomatis cepat merubah dinamika bisnis di kota ini.

 

M. Kundarto

Pengamat Sosial, Kost di Yogya sejak 1991 (1991-2000 di Janti Jl Solo, 2000-2006 di Pondok Mertua Indah, dan 2006-sekarang di Timur-Selatan UPN Concat)

8 responses to “Dinamika Bisnis di Yogyakarta

  1. Asw,
    Mas Kund, ya sih dengan terjun ke dunia bisnis orang bisa cepet kaya..
    Tapi gak selamanya sistem “bisnis” ini diterapkan pada sgl aspek di INDO.
    Ada ketakutan sih kalo orang atas kita “pebisnis”
    pulau dijual, hutan dijual, SDM dijual dll. yah gak semuanya sih berpikiran seperti itu.
    Mas kun, bagaimana dengan dinamika riset di YOgyakarta?
    trims

  2. hahaha… setuju pak, jogja tuh masyarakatnya cerdas & latah, lihat saja usaha laundry yg sekarang tak kalah menjamur, sy jg jadi kewalahan menghadapi pesaing2 yg ujug2 muncul sprti jamur di musim penghujan…😛

    salam,

  3. terus bisnis apa yang pantas untuk bertahan lama?

  4. Artikel yang sangat menarik pak…
    kebetulan saya sedang cari referensi bisnis yang cocok di yogyakarta dan menemukan artikel ini.

  5. dede : kupasanmu politis banget hehe

    dewimalam & prost : menurutku, bisnis yang mengikuti irama kawula muda yang mudah bosan dan suka tantangan baru. kalo toh mau paten pada satu produk, maka kuasai pelanggan setia yang segmennya bukan anak muda.

    wawan : semoga manfaat

  6. Yogya memang istimewa.
    Istimewa negrinya. Istimewa orangnya.
    Kalo mau bisnis beneran jangan di yogya.
    Anda akan sangat2 kecewa.
    Yang paling cocok untuk Yogya adalah kota Pensiunan.
    Salam Istimewa.

  7. siippp pak,,,lg cari2 bisnis juga,,,sdh dipikiran tp takut bertindak neh pak,,,solusi donk,,trimss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s