Insting Memasak

Pertanyaan akhir pekan dari istri yang sering terngiang dan menarik
adalah “Besok masak apa, Mas?”.
Maklumlah, kami masih memakai waktu sabtu-minggu buat bertemu, jadi
biasanya ada satu even buat memasak bersama. Bagian belanja diserahkan
ke pembantu. Kita ibarat sutradara. Menu favoritku adalah ikan laut
dengan ukuran besar (telapak tangan), sehingga kepalanya bisa disruput
“mak nyuss…”. atau memakinkan menu berdasar daging sapi, dengan
seleraku sekitar balungan dan iga. Karena katanya daging disela-sela
tulang itu “mak nyuss…” juga.

Istriku memang bukan tukang masak, tetapi dulu di tempat kerjanya dia
sering test makanan terkait dengan wedding organizer yang disutradarai,
dari menu jawa sampai chinese food. Bisa juga karena jebolan sarjana
gizi, sehingga sedikit banyak tahu sari pati masing-masing bumbu.

Jadilah dia yang meracik bumbu, ada yang diuleg (dilembutkan) atau
sekedar diiris-iris. Kemudian waktu memasukkan bumbu juga berbeda, ada
yang di awal, tengah dan akhir. Biasanya bumbu ulegan digoreng dulu,
baru dimasukan air, dan seterusnya.

Bagianku?
Wah, gak mau kalah, akunya menawarkan jasa “mana yang harus
diiris-iris? ”
Kadang aku juga tinggal nguleg saja, atau sekedar ngaduk saja.

Bukan karena produk dalam negeri, tetapi beberapa fakta membuat aku
terkejut karena hasil masakan istri yang notabene jarang sekali memasak,
ternyata ramuan masakannya sangat enak. Minimal ini komentar dari banyak
orang. Kalo komentarku pasti dianggap subyektif hehhe. Walau aku memang
asli hobby makan enak

Ternyata, memasak itu ada “benang merahnya”. Secara sederhana, rasa
makanan terbagi menjadi 5, yaitu : manis, pedas, asin, kecut dan gurih.
Kelompok manis : gula pasir, gula jawa, gula batu, kecap, buah manis
Kelompok pedas : cabe rawit (pedas menyengat), cabe besar (agak pedas,
segar), merica (agak pedas – menghangatkan) , jahe, dll.
Kelompok asin : garam, gereh (ikan asih), kecap asin
Kelompok kecut : cuka, jeruk nipis, blimbing wuluh, tomat, mangga, dll.
Kelompok gurih : vetsin, royco, bawang putih, kacang, dll.

Masing-masing kelompok bisa disubstitusi apabila ada bumbu yang kosong
(habis). Misalnya jika tidak ada cabe rawit, dapat menggunakan cabe
besar ditambah merica. Jika tidak ada cuka, pakailah belimbing wuluh.
dlsb

Setelah itu kita menentukan jenis bahan baku apa yang akan kita masak,
daging? ikan? sayur?
Ternyata, lemak akan larut jika dikombinasi dengan bumbu rasa kecut.
Ikan yang lembek (mudah hancur) sebaiknya digoreng dulu baru dibumbui.
Sayuran yang mudah hancur, seperti seledri, diberikan setelah masakan
matang (mendidih) atau menjelang penyajian.

Selamat menikmati… ……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s