Penat dan Gelisah

Konon, manusia akan diuji sesuai dengan kemampuannya. Jadi walaupun sudah mentok gelarnya, tetap saja akan mengalami rasa penat dan gelisah (tidak tenang). Manusia memang diciptakan dengan banyak kelebihan dibanding makhluk hidup lainnya. Namun “paket kelebihan” juga disertai dengan “paket kekurangan”, diantaranya berupa mudah bosan dan tidak pandai bersyukur.

Umumnya rasa bosan muncul manakala melakukan kegiatan rutin yang bersifat monoton. Jangan heran apabila seseorang yang punya pasangan cantik atau ganteng juga suatu saat akan mengalami kebosanan. Apalagi kecantikan dan kegantengan itu juga merupakan bagian ke-fana-an (baca: tidak kekal) di dunia ini. Kadang pula kita aneh melihat turis sangat senang naik andong (kereta kuda), karena kesehariannya biasa naik pesawat atau mobil mewah. Kita juga melihat bagaimana seorang pengamen jalanan sangat bergembira ketika didandani dan tampil di layar kaca.

Adapun gelisah muncul karena hati lebih ingin berkehendak lebih cepat dibanding fakta. Faktanya ujian belum mulai, namun seakan ujian sudah mulai, sehingga gelisah. Faktanya suami/istri belum pulang, namun pikiran sudah menduga yang negatif (baca: kecelakaan, dll), sehingga gelisah.

Banyak orang pula tidak tahu bagaimana mengelola kepenatan menjadi kesenangan, dan kegelisahan menjadi ketenangan. Sebaiknya kita luangkan waktu sejenak untuk merenung dan mencermati, betapa banyak sekali nikmat yang belum kita syukuri. Banyak pula sumber kesenangan yang sering kita remehkan. Untuk mengatasi gelisah, cobalah selaraskan hati agar ‘nrimo’ (pasrah) dengan fakta di depan mata. Biasanya untuk bergembira atau bersedih sekedarnya (baca: jangan berlebihan) karena semua yang terjadi di dunia ini serba mungkin, akan terjadi atau tidak akan terjadi. Jadi, siapkan hati untuk mengerti hitam-putihnya dunia, sekaligus memahami, dan terakhir menerima apa pun kehendakNYA.

3 responses to “Penat dan Gelisah

  1. wah curhat banget !! Congrat deh buat blog barunya

  2. Congrat yaa wat blog barunya, tak susul deh!

  3. “Nrimo”, filosofi Jowo-ndeso yang esensinya sangat luhur dari sudut pandang manapun.
    Maju terus, Mas Kun…… (pemikirannya via blog maksudnya, bukan gelisahnya….. he..he..). Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s