Karakter Pemimpin

Jika melihat karakter pemimpin di sekitar kita, tentu dengan mengesampingnya like & dislike, maka kita akan melihat beberapa kekurangan, yang itu bisa berasal dari si pemimpin itu sendiri, para pemimpin bawahannya, atau kita-kita yang salah menempatkan beliaunya.

 Ada pemimpin yang sangat briliant bekerja secara mandiri, tetapi tidak mampu menggerakkan orang lain untuk berprestasi seperti dirinya.

 Ada pemimpin yang sebenarnya sangat baik, tapi tekanan dari atas tidak kondusif, dan dukungan dari kinerja bawahannya juga kurang baik. Ini terjadi salah satunya bawahan terpilih karena faktor politis, bukan berdasar kinerja.

 Ada pemimpin yang sebenarnya baik, tetapi tidak bisa lepas dari benalu orang-orang terdekatnya, sehingga terkesan sulit membuat keputusan/kebijakan yang sifatnya obyektif.

 Ada pula calon pemimpin, yang sebenarnya punya bakat besar jadi pemimpin, sayangnya tidak mendapat dukungan (suara) yang memadai hanya karena alasan sektarian, seperti jenis kelamin, agama, suku, alumni atau bukan, dll.

 Ada yang keliru memahami kriteria pemimpin, dimana titel/gelar S1/S2/S3/Profesor diidentikan dengan kemampuan memimpin di perguruan tinggi. Padahal kepemimpinan adalah kemampuan manajerial yang menggabungkan unsur seni dan ilmu. Ilmu bisa dipelajari, tapi seni akan terwarisi dari bakat dan minat sejak lahir.

Tapi, beranikah kita lebih mendasarkan pilihan pada syarat enterpreneur dibandingkan syarat gelar dan kepangkatan?

 Ada pemimpin, yang lebih suka duduk manis mengamankan jabatannya. Usulan publik dianggap akan menggoyang kursinya. Laporan selalu manis untuk mencari muka ke atasannya. Jika ada kasus, paling pintar mencari kambing hitam, tapi jelas bukan dirinya.

 Ada seorang calon pemimpin, yang menggunakan segala cara, termasuk “nabok nyilih tangan” demi mengamankan jalur ambisiusnya. Banyak jabatan publik dia rengkuh sebagai batu loncatan menuju mimpinya.

 Kita perlu bertanya kepada petugas penyapu sampah

Yang selalu datang di pagi hari

Yang banyak diam tapi banyak bekerja

“Siapa pemimpin kita?”

 

Aku ingin menjadi Pemimpin Kata-kata

One response to “Karakter Pemimpin

  1. hardware kadang menjadi tonjolan untuk memilih seorang pemimpin. Dengan segenap titel yang disandang, manusia kadangkala lengah dengan apa yang seharusnya menjadi perhatian mereka…

    seorang pemimpin yang baik bukanlah seorang dengan titel banyak, otak encer, figure (seperti yang biasa dijadikan landasan “orang-orang kita” untuk memilih seorang pemimpin, namun bicara soal pemimpin adalah bicara bagaimana kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang dimiliki….

    tak jarang, jiwa-jiwa yang kosong dari pemimpin menjadikan pengikutnya menjadi semakin terpelosok entah kemana….kompetensi pemimpin bukan sekedar “ijazah palsu” namun kompetensi dengan jiwa besar

    kenyataan, figure menjadi penting ketika harus memilih seorang pemimpin…bagaiman ia mampu membawa misi bersama untuk mencapai visi yang mulia secara mufakat dan bukan secara egoistis……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s