Anggapan Masyarakat (Baca: Hukum Sosial)

Agama boleh punya hukum, Suku boleh punya adat, namun Masyarakat juga punya hukum tidak tertulis tapi kadang lebih ampuh dibanding hukum lainnya. Beberapa contoh sbb. :1. 

1. Tulisan “Tamu lebih dari 24 jam wajib lapor RT” ternyata hanya jadi hiasan belaka, karena mana mau tuan rumah yang ketamuan (menginap) harus lapor RT dulu, kecuali untuk menginap beberapa minggu. Biasanya, apabila ‘berkasus’ maka ketua RT dengan sigapnya membacakan aturan itu. Dalam praktek lain, apabila ada pemuda desa lain apel pada kembang desa, maka pemuda-pemuda setempat akan mencari celah agar si ‘oknum’ itu jadi kasus, sehingga harus ‘nikah paksa’ atau dihakimi massa.

2. Tulisan “jam belajar masyarakat 18.00(?)-21. 00” ternyata hanya slogan saja. Yang sering dipake adalah “jam apel max 21.00 WIB”(tertulis Jam tamu mak 21.00 WIB), jam itu juga berlaku bagi penghuni kos cewek buat pulang kandang. Kalo kos cowok, berlaku bebas 24 jam. Makanya konon, ‘kebebasan’ sering dilakukan di kos cowok.

3. Bicara tentang status, status lajang tapi diam-diam suka ‘jajan’ akan cenderung dianggap lebih berbobot dibanding status janda/duda. Padahal dari sisi agama bisa ternilai sebaliknya. ‘Jajan’ pada ‘penjaja’ dianggap lebih aman dibanding ‘main hati’ dengan status bukan ‘penjaja’. Mangkanya kalo main hati dengan teman sekantor akan membikin runyam, karena puluhan mata akan menjadi intelejen plus membuat kabar burung.

4. Jika bertamu, tuan rumah akan menanyakan “mau minum apa?”, tapi tersirat harus dijawab teh, kopi atau air putih. Cobalah jawa “juice”, pasti tuan rumah dongkol. Juga, kalau ada tamu cewek, meminum sajian minuman sampai habis (tidak tersisa), dianggap kurang sopan. Makanya banyak cewek memilih minum saksruputan saja. Tetapi gak diminum juga dianggap tidak menghargai tuan rumah. Khusus bertamu di pedesaan lereng gunung (magelang, temanggung, wonosobo, dll) berlaku aturan tak tertulis tamu wajib makan besar (nasi dkk). Kalo bertamu di kota, lebih sering malah minuman gak keluar hehehe.

5. Budaya menyapa. Orang pacaran akan disapa “kapan nikahnya nich?”. Pengantin baru akan ditanya “mana si kecil nich”. Punya anak satu akan ditanya “mana adiknya nich”. Mahasiswa lama ditanya “kapan lulus?”. Alumni akan ditanya “kerja dimana sekarang?”. Kalo anda tidak ikut ‘arus’ dijamin harus super sabar menjawab sapaan latah ini.

ada yang menambah…. .

 

 Ki Asmoro Jiwo

2 responses to “Anggapan Masyarakat (Baca: Hukum Sosial)

  1. mbak/mas hehehe… wordpressnya pasangi iklan biar dapat duit aku liat di search engine blog saudara lumayan teratas , ni link program bisnis yang menyediakan iklan dan kita dapat bayaran
    http://www.kumpulblogger.com sekarang wordpress juga bisa bergabung , dulu hanya blogger

  2. saya cuma bisa cengar cengir baca tulisan mas kund yang ini.

    Besok kalo saya bertamu ke tempat sampean, saya tak njawab jus apel dengan sedikit gula dan tanpa es😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s