Asbabul Nuzul : Menulis artikel dan puisi

Kun kecil adalah seorang anak bungsu dari lima bersaudara. Kehidupan kecil sampai SMP bernuansa kemanjaan versi ndeso. Salah satu yang paling sering dilayani adalah dongeng menjelang tidur. Kisah dari Kancil nyolong timun sampai babat pewayangan menjadi cerita langganan. Adalah sang ayah, om, kakak, dan sahabat-sahabat orangtuanya yang didaulat harus mendongeng sampai Kun tidur.
 
Kelas 6 SD mulai mengenal buku komik, yang terkesan adalah cerita HC Andersen dan Deni Manusia Ikan. Cerita di radio yang heroik seperti Tutur Tinular (Brama Kumbara cs) dan kisah Oshin di TVRI menjadi favoritnya. Sampai-sampai menjadi penggemar wajah oriental, karena dianggap mirip oshin. Tak pelak film-film hongkong Jacky Chan yang heroik dan menyajikan wajah oriental menjadi favoritnya. Kalau film nasional, Dono-Kasino- Indro jadi modal awal bagaimana melucu di depan publik.
 
Kecanduan komik makin ‘menggila’ saat SMA, karena sekali pinjam bisa puluhan buku komik dan bisa dilalap sehari selesai. Cerita fiksi silat, Gundala Putra Petir, Laba-laba Merah, Superman, dll. Selanjutnya merangsek ke novel seperti Motinggo Busye, Fredy S, Yuli Purwantie, Wiro Sableng, dll. Lebih jauh lagi malah kecanduan membaca Kho Ping Hoo. Bahkan dari sini banyak ilmu filsafat cinta dan kehidupan yang dipelajari.
 
Masa SMA tercatat menghabiskan 3 buku diary, isinya curhat peristiwa istimewa dan mulai membuat puisi. Sebagai pengurus OSIS buka jadi redaktur tunggal. Ngetik (manual) sendiri, masang sendiri, layout sendiri. Bakat berpuisi mulai muncul ketika seorang teman putri yang mengaku sampai menitikkan air mata saat membaca puisi buatan Kun.
Puisi memang dibuat sesuai dengan karakter si pembaca. Sebelum membuat, Kun membayangkan seakan menjadi si pembaca, kemudian mulai menulisnya. Harapannya, saat membaca, orang tersebut akan seperti melihat diri sendiri. Puisi yang menyentuh itu berisi tentang Cermin sebagai kenang-kenangan perpisahan. Cermin akan cenderung dipandangi setiap hari, sehingga akan selalu terkenang. Begitu filosofinya. …
 
Masa mahasiswa (th 91-97), dengan berbekal mesin ketik manual merk olimpia yang dibelikan orangtuanya. Selama 2 tahun pertama Kun asyik berkorespondensi (surat-menyurat) dengan TTM-nya (baca: naksir, gak berani nembung hehehe). Herannya, Kun membenci tulisan tangan sendiri yang dinilai jelek atau sulit dibaca orang lain. Akhirnya format suratnya biasanya adalah 6 halaman HVS, bolak-balik, ketik 1 spasi, dengan edit tip-ex. Biasanya isi surat bercerita Narasi dan Deskripsi tentang kisah perjalanan. Misalnya saat berkemah, survey lapangan, dll. Cerita diambil yang agak centil, norak dan lucu biar pembaca tersenyum dan suka.
Kun juga mencoba mengoleksi puisi dan ide-ide dalam ketikan dan disimpan di laci meja. Baru tahun 1995 mulai dikenal MS word, sehingga skripsi di-convert dari file WS ke MS Word.
 
Tahun 1999 mulai booming internet dengan chatting mIRC-nya. Kun pun ikutan nimbrung ke dunia maya ini dengan nickname (nama samaran) topan99, atau kadang pake javatopan dan mastopan. Nama topan diambil dari nama kos (Astra Topan) di Jl Solo Km 7 Gg Delima II/34 (sekarang jadi kost putri, ganti pemilik pulak hehhe).
Tiga tahun malang melintang di dunia chatting  berbekal 5 jurus ampuh, yaitu : puitis, lucu, lugu, agamis, dan problem solving pergaulan/cinta. Variasi jurus ini cukup ampuh karena berbekal nongkrong di channel #Rori, punya teman di Yogya, Bandung, Jakarta, Riau, Singapura, Aussie, dan Amerika. di forum channel (pembicaraan dengan orang banyak), Kun memainkan peran lugu, lucu, dan super GR; sehingga banyak yang mengolok-olok. Namun dalam waktu yang bersamaan banyak yang private (bicara 4 mata) untuk curhat.
 
Untuk rekor layanan curhat, Kun mampu melayani curhat 3 orang sekaligus untuk masalah berat dalam waktu bersamaan. Biasanya telinga dan sekitarnya akan memanas karena berpikir keras dalam waktu sama untuk solusi 3 kasus berbeda. Contoh masalah berat adalah pacaran lintas agama dan etnis. Jadi, kalau sekedar gimana caranya nembung atau tahu-tidaknya dia naksir, itu masalah ringan.
 
Untuk rekor layanan puisi, Kun mampu membuat puisi langsung ketik dan enter dalam chatting. Tapi biasanya menanyakan dulu ke pemesan, topiknya mau tentang apa. Entah kenapa, rata-rata kok suka yaa. Sebagian besar yang sempat dikoleksi, ditayangkan di web (http://mkundarto. wordpress. com).
 
Kegiatan chatting mulai surut tahun 2002 dan berganti menjadi browsing dan email. Bahkan mulai mengubah haluan, bahwa komunikasi di dunia maya bukan sekedar hiburan, atau bahkan ada yang menilai bohongan, tetapi bisa dikemas untuk meningkatkan kualitas keilmuan dan kerjasama. Hasil nyata terasa di tahun 2003, dimana komunikasi kerjasama UPN dengan Caltex riau melalui email Kun ini. Bahkan disana sempat dapat seloroh (canda) kok emailnya pake mas (maskund), nge-mas-ke dewe hehehe. Bahkan dalam kerjasama itu juga merekrut tim web designer dan programmer dari teman chatting asal Riau. Alhamdulillah semua berjalan lancar.
 
Kegiatan menulis juga tersalurkan saat menjadi wartawan Info Kampus UPN selama 2 tahunan. Tugasnya meliput kegiatan di fakultas pertanian sekaligus mengumpulkan fotonya. Kayaknya tahun 2005 mulai aktif di mailing list, terutama upnvy@yahoogroups. com. Terinspirasi oleh gaya penulisan pak Mimbar (alumni senior) yang suka menulis perjalanan melancong ke berbagai negara dan dunia kerja pengeboran minyak. Namun Kun berpikir, “lha aku khan cuma penjaga gawang di kampus, kapan melancongnya. …”. Karena kurang modal, akhirnya cuap-cuap tentang kondisi kampus terkini, terutama “dulu gersang, sekarang rindang”. eh ternyata banyak alumni yang jadi kangen kampus, katanya tulisan itu sebagai obat rindu kampus hehehe.
Akhirnya sekarang sering cuap-cuap sekitar 4 milist (dosen, alumni univ, alumni fp, dan kendal). Entah tulisan disuka atau nggak, yang penting nulis dan nulis.
Kadang ragu juga saat nulis mengenai institusi, pejabat atau nama orang, karena bisa kurang berkenan. Biasanya sesuai kode etik, nama-nama tersebut disamarkan. Toh tujuan nulis bukan untuk menjelekkan, tetapi fokus pada solusi perbaikan. Cuma khan tidak semua pihak lapang dada menerima kritikan, walaupun dilakukan super halus….
 
Beberapa waktu lalu, sempat juga menulis di koran KR lembar opini dan dimuat 2 kali. Biasanya memanfaatkan momen hari nasional dan terpaksa pakai label “ketua pusat studi lahan” daripada sekedar ngaku sebagai “dosen biasa” hehehe. Biar bernilai jual kata orang.
 
Sisi lemah tetap ada. Kun lebih beraliran 40% Narasi, 40% deskripsi, 20% argumentasi/ persuasi. Jadi kadang mentok kalo disuruh nulis dijurnal yang pakai literatur atau pustaka. Kun lebih suka nulis apa yang teringat di otaknya, bukan dari membuka buku karya orang lain. Aneh lagi, ternyata Kun tidak suka membaca puisi orang. Malah sukanya membaca Lelucon Sufi Nasrudin.
 
Kata orang, jadilah diri sendiri. Kun mencoba PD dengan warna tulisannya ini. Sambil belajar lagi agar bisa layak masuk jurnal. Syukur bisa memberbaiki english-nya yang masih merangkak… ……
 
Catatan :
tulisan ini sekedar untuk menggugah siapa saja yang malas menulis. karena ternyata banyak pula pembaca milist, tapi tidak berani sekalipun memberikan komentarnya. ..
semoga berguna

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s