DIKWAL PTY : Pendidikan Awal Pegawai Tetap Yayasan

20-30 Agustus 2008, pegawai UPN “Veteran” Yogyakarta yang berstatus pegawai tetap yayasan mengikuti dikwal tahap II di Mako dodik belanegara (Markas TNI AD – infanteri) Magelang. Berikut adalah cuplikan beberapa catatan menarik dari kegiatan di dalamnya.

RUH DIKWAL

dari 77 orang yang ikut dikwal tahap ke-2 ini, walaupun mendapatkan materi yang relatif sama (kecuali yang bobok di ruang kesehatan saat pemberian materi ), tentu mempunyai kesan yang berbeda-beda dan mungkin juga ada kesan yang sama.
Tulisan ini sekedar mengawali sebelum teman-teman memberikan komentar.
Berikut saya cantumkan multiple choice untuk kesan, sbb. :
1. Makan teratur, makan besar tiap jam 06.00, 12.00 dan 18.00 WIB. Snack jam 10.00 dan 15.00 WIB. menu yang paling sering : rempelo ati dan daging ayam hehehe….
2. Bangun pagi teratur, tiap hari bangun jam 04.00, 04.30 shubuhan, 04.45 senam pagi, 05.15 mandi, 06.00 makan.. dst… tidur sekitar jam 11.00 WIB
3. Semangat PTY, minimal terungkap pada yel-yel yang dibuat, tapi entah maknanya kemana…, semoga selaras dengan disiplin, kejuangan dan kreatifitas.
4. Siap memanggul estafet kepemimpinan UPN, konon sekitar 15 tahun lagi, PTY secara penuh harus siap memanggul estafet kepemimpinan di UPN. Demikian antara lain materi yang disampaikan beberapa pembicara. Kalo calonan/suksesi tahun depan, udah boleh nimbrung belum yaaa….. hehehe…
udah ah, jangan banyak-banyak, silahkan yang lain menambahi atau mengurangi.. ..
1 orang aja mungkin banyak kesan, apalagi 77 orang hehehe..
DIKWAL DAN PUASA
 
dikwal dan puasa hampir mirip untuk urusan tidur.
saat dikwal, gemas rasanya karena seperti tiada waktu untuk bisa tidur nyaman.
semua serba diburu jadwal beruntun, sampai tidur malampun lewat tanpa mimpi hehe…
tapi dalam bulan puasa,
hampir sepanjang waktu diisi dengan tidur. “lha, tidur aja dah ibadah je, ” kilahku.
“tidur buat pemulihan stamina, lha pas dikwal TKO je,” kilah berikutnya, jika di-eyel-i tentu
tapi dalam hatiku berpikir, suntuk juga kalo hari-hari diisi dengna tidur mulu…
menungsa ki jan-jane njaluke opo to….. kok ngeluh mulu
CIRI-CIRI PESERTA DIKWAL PTY KE-2
Gimana sich cara mudah mengetahui mana dan siapa saja yang kemarin ikut Dikwal PTY ke-2 di Magelang?
 
Mudah !, besok pagi (selasa, 9 sept 08) pas upacara hasi Olah Raga, lihat aja yang kaosnya kumuh, kumal dan warnanya luntur, pasti dech itu ! hehhehee…
Lha kok?!
Lha iya donk, karena pas dikwal pakai kaos itu buat merangkak bak ular di atas tanah berlumpur, trus masuk ke sungai setinggi dada pada jam 14an, namun baru sempat merendam cucian jam 22.
Pengalamanku, walau sudah direndam dengan diterjen semalaman, trus pagi disambung dengan tukang cuci, trus…. di Tegal juga dicuci lagi, hasilnya…. podo wae hehehe…
entah karena tukang cucinya,
entah karena bahan kaosnya,
entah karena chemistry antara lumpur, air sungai, dan keringat badan selama 8 jam !
 
/me garuk-garuk kepala
RAHASIA DI BALIK LAYAR SIE ACARA
Mungkin hanya sedikit orang yang tahu, bedanya sie acara dan pembawa acara (MC). Sie Acara adalah orang yang bertugas mendesain acara berdasarkan keinginan banyak pihak dengan mengedepankan ketepatan waktu, pengisi acara dan keindahan penampilan. Sie acara pula yang harusnya menyiapkan naskah yang dibaca MC sekaligus merangkap sebagai runningman (mloya-mlayu). Sedangkan si MC cukup duduk/berdiri dengan manis, sambil menjaga agar suaranya merdu/menarik saat membacakan susunan acara. di TV sering kita kenal MC/host yang menarik, tetapi kita tidak tahu bagaimana sibuknya kru pendukung di belakang layar. Berikut ini saya coba mengungkap rahasia dibalik kegiatan Malam Renungan (Kamis Malam) dan Malam Inagurasi (Jumat Malam).
 
Alkisah Aku dan Bu Heni yang ketiban sangkur menjalankan sie acara merangkap MC diacara ini. Kondisi fisik kami ternyata sama-sama drop. Akunya, yang bermodal hampir tidak pernah olahraga harus ikut dikwal dengan rentetan acaranya butuh stamina prima. Aku TKO di hari ketiga akibat masuk angin berat (versi dokter : hasil lab, fungsi hati di atas normal = harus banyak istirahat sambil minum jamu temulawak) plus luka kecil di jempol kaki (kena ember waktu nyuci) yang mengganggu saat berjalan. Rekorku jumat malam menggigil jam 1-2 dan minggu pagi hampir pingsan kena angin pagi.
Bu Heni lebih parah lagi karena terjadi radang tenggorokan (pita suara), fisik sangat lemah dan rekornya sehari muntah 4-5 kali. Tetapi kemauan kerasnya sering terpaksa melupakan kalo diri sendiri sakit hehehe.
 
Alkisah lagi, di kebun pasca outbon (sebelum jurit), kami mendapat instruksi mendadak untuk menghandle acara Malam Renungan setelah jurit malam. Pelatih memberikan naskah puitisnya, sedang aku disuruh membuat puisi untuk Malam Inagurasi (yang dibaca Anik itu loh hehehe). Mental tentara mengajarkan, dalam kondisi apapun, pikiran harus tetap normal. Begitu juga, walau baju basah masuk sungai dan fisik cuapek pol, 5 menit harus selesai membuat puisi (lha biasanya puisi cinta, ini puisi inagurasi, nekad pulak).
Skenario pelatih, kami akan pulang duluan untuk menyiapkan acara di markas (Dodik Bela Negara), tapi kami ngeyel mau ikut jalan dulu bersama teman-teman. di tengah jalan Heni semakin melemah dan naik ambulan. Aku turut serta. Tapi watak jenakaku muncul, aku sengaja melongok keluar jendela melambai-lambai ke teman-teman yang berbaris jalan kaki. Dari wajah mereka, aku menangkap nada tidak setuju, kok aku enak-enak naik mobil. Maklum, mereka tentu tidak tahu bagaimana rencana acara kami. Akhirnya, aku turun lagi dari mobil dan ikut jalan. Heni tetap naik ambulan.
Ohya, Heni mendaulat Vini menyanyikan lagu untuk menambah keindahan bacaan puitis kami. Sehingga saat semua peserta berjoget ria, kami menyelinap mundur dan menyiapkan acara di gedung belakang relief peta. Kami sempat gladi bersih 1 kali. Lalu lampu dimatikan, dan…… set mode ON untuk Malam Renungan.
 
Malam Inagurasi punya cerita sendiri. Ternyata versi tentara tetap harus dilakukan formal walaupun acara perpisahan. Tadinya kupikir pakaian bebas dan sing penting meriah dan lucu. Ternyata…. banyak aturan yang harus dipatuhi.
Ehm, Heni sendiri agaknya sering salah tingkah karena menemukan banyak Pemuja Rahasia di sana, khususnya dari para pelatih. Aku, yang memang kami se angkatan dan doeloe sama-sama ketua HMJ plus sering meng-handle acara di fakultas pertanian, diminta selalu mengawal agar minimal ‘serangan’ tertahan hehe…
Tapi publik peserta mungkin melihat lain, kok kami selalu runtang-runtung bareng….
Ya gpp, resiko sie acara dan MC memang harus siap dinilai siapa saja. EGP hihihi…
 
Evaluasi SWOT, aku lebih familiar di acara formal, dan heni di acara informal. itu yang kita padukan. Jadi kalo urusan “kita tampilnya… …..lagu. ..dst” itu Heni, hehehe..
 
Ternyata pula, keinginan banyak pihak, baik yang terang-terangan atau yang ‘di bawah tangan’ harus kita akomodir semua. Misalnya tentang poling “Yang paling…”, maunya dibaca semua, tetapi kena sensor habis, tinggal 3 dari 15an kriteria. Yo wis lah.
 
Heni bagian yang nyusun acara, aku korektornya. Acara dibagi menjadi Resmi dan Hiburan. Untuk acara Resmi, kami harus mengutamakan apa maunya Pejabat, baik yang tersurat atau yang tersirat. Kayaknya, pejabat didaulat untuk menyanyi adalah kewajiban.
Heni berkreasi dengan bunga mawar dan kado hadiah.
Untuk acara non formal, ada 5 pihak yang harus diramu, yaitu keinginan bos-bos pimpinan (yang duduk di meja bundar), panitia pelatih, teman-teman dikwal, penyanyi-pemusik organ, dan kreasi kami sendiri.
 
Jujur, sore itu kami masih belum fit 100%. Heni masih radang. Sedang tensiku naik karena kurang tidur (leher penat dan kepala agak pusing). Tapi….. the show must go on
 
Ketegangan mulai terjadi, ketika persiapan tempat molor, teman-teman dikwal sebagian besar mandi dan.. akhirnya tidak sempat gladi untuk acara hiburan.
Mau gak mau, kita mulai acara jam 19.30 karena para pimpinan sudah datang.
 
Puncak ketegangan terjadi ketiga baru 2 kelas siswa yang tampil (kurang 2 lagi), tapi panitia pelatih sudah minta acara ditutup karena biasanya pimpinan sudah harus meninggalkan ruangan untuk jam segitu (sekitar jam 10an malam). Penyanyi cowok (yang rambut gondrong) juga mau ikutan nyanyi, terpancing lagunya mas Hery Kerma yang campursari-an, tapi langsung aku cegah karena tidak masuk agenda acara. Teman-teman yang belum tampil pun siap tidak tampil, tapi kami menangkap wajah super kecewa dan bisa berbuntut panjang untuk tugas kami. Entah karena molor waktu, entah karena pengisi sebelumnya terlalu panjang, dll.
Ide nakalku muncul, kalo yang nyuruh Kapten, maka kita harus rayu Kolonelnya. Kalo aku yang merayu, masak jeruk minum jeruk. Aku bisiki Heni, kira-kira rekamannya spt ini :
“Hen, gimana caranya Pak Kolonel harus tetap ditempat, bilang aja, para siswa sangat mengharap beliau menonton semua penampilan mereka, hanya kurang 2 kok pak..”
Hebat, lobi Heni berhasil. Dengan PD-nya kami melanjutkan acara.
Namun dampak ketegangan itu, runningman sempat macet, tim yang mau tampil juga sempat hilang gairah. Aku dan Heni gantian opyak-opyak (memotivasi) agar mereka segera tampil. Jika aku pegang mike, Heni yang lari menyiapkan pengisi acara berikutnya. Demikian juga sebaliknya.
 
Akhirnya semua acara bisa kesampaian, tapi ada beberapa yang tidak jadi tampil. Misalnya Pelda Samudiyono yang harusnya baca puisi (yang kubuatkan waktu gladi hehe) memilih tidak tampil karena tidak ada waktu. Rangkaian acara selesai sekitar pukul 23.00 WIB. Alhamdulillah, pimpinan militer dan rombongan Rektor mengikuti sampai akhir acara.
Bahkan kreasi dari teman-teman sangat memukai. Komentar pelatih, selama 7 tahun terakhir ini, baru acara malam itu yang luar biasa.
 
Abis acara, aku jadi teringat kalo belum sempat makan…. hiks…
(daku teropsesi sumpah palapa, sebelum acara selesai, tidak akan makan besar )
Akhirnya tanganku sigap mengambil beberapa bungkus roti……
 
Lucunya lagi, badanku kembali drop lagi,
sampai esoknya saat upacara penutupan, aku hampir fly tapi coba kutahan…sampai Tegal !
 
Catatan :
Mohon maaf apabila ada cerita yang tidak sesuai fakta, ini hanya versi subyektifku semata
Mungkin Bu Heni atau teman siswa dapat mengklarifikasi

One response to “DIKWAL PTY : Pendidikan Awal Pegawai Tetap Yayasan

  1. Salam kenal pak, Dikwal cukup menguras energi kayaknya ya pak dan pasti seru … sy dr UPN Veteran Jakarta sedang akan mengikuti dikwal jg di Pusdikes TNI AD, thanks sudah share info keg dikwal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s