OUTBOUND dan JURIT MALAM

Kebayang gak sich, kalau sebagian besar siswa (baca: bapak-ibu dosen) jarang olah raga, namun seharian dari pagi sampai malam harus mengikuti outbound dan jurit malam. Awalnya sich asyik karena outbound hanya dilakukan di ruangan dan halaman, yaitu siswa  diajak permainan yang membutuhkan kecepatan berpikir, kekompakan dan kebersamaan (kerjasama tim). Namun menjelang siang, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan harus menempuh perjalanan (heiking).

Setiap kelompok mendapat tugas membawa sebutir telur dan harus dijaga dan diserahkan saat finish. Agar lebih aman, telur dimasukkan ke dalam plastik yang diikatkan dengan jari tangan. Setiap tim berjalan berurutan satu-satu seperti ular, menyusuri jalan setapak dan kadang di pinggi jalan raya. Mungkin masyarakat yang melihat tidak menyangka bahwa yang berjalan itu adalah para dosen. Mainan ini mirip untuk anak-anak pramuka.

Pos pertama menyajikan teka-teki dimana tim harus bisa memindahkan ember isi air dari tengah segi empat. Pemindahan dilakukan dengan tali karena kaki siswa tidak boleh menginjak area di dalam segi empat. Dengan kerjasama 4 arah dan teknik pengikatan, ember berisi air ini dapat dipindahkan. Tentunya dengan kecermatan dan kehati-hatian yang cukup tinggi.

Pos kedua menyajikan sebuah tali setinggi 1 meteran yang membentang. Setiap orang diharuskan melewati atas tali tanpa menyentuhnya. Orang-orang harus berkolaburasi untuk dapat melewati tali tersebut, tentunya dengan melakukan kombinasi potensi tim, yaitu yang berbadan tinggi/rendah dan besar/kecil.

Pos ketiga mewajibkan tiap 2 orang harus meniti jembatan bambu tunggal dari arah yang berlawanan. Satu orang dapat berjalan sambil berdiri, sedang yang lain bergeser sambil duduk. Masing-masing harus menjaga keseimbangan agar tidak jatuh. Tantang di pos ini akan sulit berhasil tanpa keseimbangan, terutama saat berpapasan.

Pos keempat berupa tantangan semua mata peserta ditutup dengan kain, kecuali 1 orang sebagai pemimpin/leader. Pemimpin berada di bagian terdepan, sedang yang lain berjalan sambil berpegangan. Ternyata tim harus melewati jalan merayap di atas lumpur dengan jalur agak berkelok. Saat merayap tidak boleh menyentuh tali di ketinggian tertentu. Tantangan ini sangat dipengaruhi oleh kepiawaian pemimpin dalam memberikan instruksi dan anggota dalam mematuhi instruksi. Pakaian jelas akan belepotan lumpur. Walaupun rutenya pendek, siswa yang ditutup matanya akan merasakan rute yang cukup jauh. Setelah pos ini, seluruh peserta diharuskan melewati sungai dengan air setinggi dada dengan bantuan seutas tali.

Pos kelima berisi tantangan tim harus bekerjasama menutup ember berlubang agar dapat diisi dengan air sampai penuh. Bentuk lubang berupa bulatan sebesar jari tangan, sehingga jari-jari tangan semua anggota tim disusun sedemikian rupa agar dapat menutup semua lubang. Satu orang bertugas mengambil air dan memasukkan ke dalam ember tersebut secepat mungkin. Tantangan memerlukan kerjasama tim dan kecepatan pengisian air.

Pos keenam atau pos terakhir mewajibkan antar kaki diikat dengan kaki temannya, yaitu kaki kanan diikat dengan kaki kiri temannya sehingga menyatu membentuk barisan. Tim diharuskan melewati rute secara berloncatan. Jika meloncat tidak kompak, ada kaki yang akan terinjak atau bahkan ada yang jatuh.

Usai outbound, para siswa diberi kesempatan istirahat, makan dan beribadah sambil menunggu waktu malam tiba. Pukul 19.00 WIB para siswa diwajibkan mengikuti rute jurit malam secara berkelompok. Para siswa mendapatkan penjelasan rute dan masing-masing orang mendapatkan pesan untuk disampaikan ke pos terakhir. Kata-kata dalam pesan harus dihafalkan tanpa boleh terlupa satu katapun.

Setiap kelompok akan melewati 2 buah pemakaman yang lokasinya agak berbukit. Perjalanan di pemakaman dibantu seutas tali. Fenomena di pemakaman didesain sedemikian rupa sebagai bagian dari uji mental. Ada seseorang yang bersembunyi dibalik semak-semak dan menirukan suara kucing. Beberapa titik di atas pusara dinyalakan beberapa lilin. Beberapa peserta juga sempat melihat pocongan dari kain putih. Aroma wewangian begitu menyengat, mirip aroma minyak wangi untuk benda-benda pusaka. Aroma ini membikin bulu kuduk merinding. Untunglah suasana malam tidak terlalu gelap, para siswa masih dapat melihat dengan agak jelas permukaan jalanan yang dilalui. Mungkin karena lokasi itu masih cukup dekat dengan perkotaan, sehingga sinar lampu kota di kejauhan masih mampu memberikan penerangan. Mungkin pula karena bertepatan dengan munculnya bulan sabit. Beberapa siswa yang mengalami ketakutan akan bereaksi memegang tangan temannya dengan erat atau suhu telapak tangan cenderung dingin. Kalau tidak hati-hati, ada juga peserta yang nyasar karena kesulitan mencari tali di kegelapan. Beberapa siswa yang tidak berhasil menghafalkan pesan di pos terakhir mendapat hukuman “mompa bumi” (push up).

Perjalanan siswa menuju markas juga dilakukan dengan jalan kaki. Pukul 21.00 WIB diberikan hiburan berjoget ria. Acara malam itu ditutup dengan renungan berupa pembacaan puisi, ayat-ayat suci al Qur`an dan nyanyian suara merdu seorang siswi. Renungan dilaksanakan dalam kegelapan, kecuali hanya 2 obor yang menerangi. Ssstt…., ternyata banyak siswa yang memanfaatkan kegelapan ini buat tidur sambil duduk hehe….

2 responses to “OUTBOUND dan JURIT MALAM

  1. lam kenal.. baru kali ini ngliat wajahnya mas Kundarto

  2. assalamu’alaikum wr.wb
    hehehe
    om dari diskusi temen2ku disini melihat beberapa kegunaan pertanian indo yang masih tertinggal jauh dr dunia international padahal simbol indo kan gemah ripah loh jinawi tapi buktinya kok kosong melompong.kami minta bantuan om tuk carikan cara buat minyak goreng dari jagung,karena minyak goreng dari kelapa sawit kan banyak mengandung kolesterol tinggi.biar orang indo langsing2 mirip gua gitu gak endut2 kayak om.hahaha
    tak tunggu jawabane harus ada.emmmuuuah :p
    wassalamu’alaikum wr.wb

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s