Nak, tujuanmu KULIAH itu untuk apa to……?

Generasi muda memang generasi pemimpi yang penuh idealisme segudang. Termasuk mereka yang mendapat predikat sebagai MAHASISWA.
Karena terlalu tingginya ber-idealisme, kadang lupa dengan MISI yang dibawa dari rumah ketika berpamitan dengan orangtuanya.
 
“Ojo lali yo Le/Nduk, kuliah sing pinter, ben cepet oleh gawean…” pesan Orangtua
(Jangan lupa, kuliah yang pintar, biar cepat dapat kerja..)
 
Tetapi dunia perkuliahan cenderung tanpa kendali orangtua lagi.
Memang ada yang sangat patuh dengan orangtua, sampai apa-apa yang dilakukan, dilaporkan ke papa-mama… .
 
Tapi kebanyakan mencari ‘warna’ sendiri,
 
Ada yang asyik dengan kuliah-praktikum- makan-tidur- konsultasi (baca: textbook bangets)
Ada yang asyik menyalurkan hoby, bahkan sampai lupa kuliah
Ada yang belok ke jalur miras, sex bebas, narkoba, dkk.
Ada yang milih jadi aktifis, sampai bermimpi memindahkan negara ke kampusnya
Ada yang suka seni dan olahraga, ampe lupa olah otak hehehe….
 
Apapun mimpinya,
“Nak, tujuanmu KULIAH itu untuk apa to…….?”
 
Mungkin saat era transisi ORBA ke Orde Reformasi, semangat mahasiswa turut mengubah hitam-putihnya negara ini sangat menggelegak. …..
Sampai seperti mimpi mendirikan ‘negara’ di dalam kampus
ada eksekutif, legislatif dan yudikatif, serta partai
ada presiden, sekjend, gubernur, menteri….. tapi tetap jadi anak kos hehehe…
Apalah arti sebuah nama? ya jelas sangat berarti !
Coba bayangkan apabila pak RT atau ketua karang taruna ikut-ikutan menyebut dirinya sebagai Presiden? gubrak !
 
Namun di Era Korupsi ini…, upss! masih Reformasi ya?, kita asyik melihat silih bergantinya aktor pemeran korupsi, dari Eksekutif, ke Legislatif, lalu Yudikatif… ..
Kok rasanya rakyat isone mung nyawang yoo…..
                             (bisanya cuma memandang ya…)
Yang jelas, bicara soal politik, serahkan pada ahlinya yi mereka di FISIP
 
Apapun bicaranya,
“Nak, tujuanmu KULIAH itu untuk apa to…….?”
 
Jangan karena ingin menangkap Kambing, lepas ayam di tangan.
Jangan karena halusinasi mengatur negara dan kampus, lupa tugas utama mahasiswa
 
So,
Bagaiman sich produk yang diinginkan dari mahasiswa ketika jadi sarjana?
dan bagaimana cara meraih predikat itu..?!
 
Sekedar merangkum pendapat berbagai kalangan, kriteria sebagai target akhir adalah :
1. IPK minimal 3,0; syukur bisa di atas 3,5
2. Mampu berpikir logis, analitis dan sistematis
3. Mampu berkomunikasi dengan baik (empan papan : bisa menempatkan diri berbicara dengan siapa dan dalam situasi yang bagaimana), baik lisan maupun tulisan
4. Menguasai IPTEK (handphone, email, website, dll.)
5. Menguasai bahasa asing c.q. bahasa inggris
6. Mempunyai jiwa kepemimpinan (leadership) dan kerjasama tim (team work)
7. Mempunyai pengalaman kerja (asisten prak, magang, proyek penelitian, dll)
8. Menjalin kerjasama dan jejaring (networking)
 
Kalau hanya kuliah ‘textbook’ aja, biasanya dapat no 1 dan 2
Jika ditambah berorganisasi/ kepanitiaan, bisa menguasai no 3, 6 dan 8
Kursus bisa meningkatkan no 4 dan 5
No 7 perlu jaminan kualitas ilmiah dan kejujuran
 
Artinya,
gak bener, jika asyik organisasi malah IPK jeblok dan gak lulus-lulus to?
gak bener juga kuliah doang tanpa ada skill tambahan lain……dst
 
jadi,
ya kuliah adalah tugas utama
tambahi bekal dengan organisasi, kursus, magang dan penelitian
 
“Mulailah mengoreksi diri sendiri, sebelum mengoreksi pihak lain…”
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s