Ilmu Titen

Kata “titen” berasal dari bahasa jawa, dimana arti terdekatnya “cermat”. Niteni = mencermati. Walaupun sinonim kata ini mungkin kurang tepat. Titen dapat digambarkan sebagai kemampuan seseorang dalam memilih suatu benda setelah sebelumnya memahami ciri-ciri benda yang dimaksud. Seperti seorang bayi atau balita yang mampu membedakan mana ibu dan bapaknya. Berikut ini diuraikan beberapa contoh :

·         Mungkin sejak jaman Yunani, ketika manusia mulai mengamati peredaran tata surya, yang ternyata memang benar-benar tertata menurut edarannya. Sehingga mereka mampu menghitung dan memperkirakan kejadian yang akan dating, seperti kapan bulan purnama, dll.

·         Bangsa kita juga mengenal Kitab Betal Jemur, yang berisi kaitan antara kelahiran dan watak serta langkah apa yang perlu dilakukan dalam kehidupan. Bisa jadi betal jemur itu hasil pengamatan ratusan tahun oleh masyarakat tentang ilmu perwatakan.

·         Selain itu bangsa kita juga punya ilmu Pranata Mangsa (tata aturan musim) yang mengatur pola tanam di bidang pertanian yang berdasarkan pada tanda-tanda alam. Apabila terdengar bunyi hewan tertentu, itu tandanya masuk musim hujan atau musim kemarau, dll.

·         Saat pulang sekolah tiba, kebanyakan orangtua menjemput anaknya. Si anak tersebut harus mampu membedakan dimana orangtuanya diantara kerumunan orangtua yang lain. Mungkin saja ada ciri khusus, seperti pakaian, perawakan, kendaraan dan mungkin lokasi pertemuan yang sering mereka lakukan.

·         Seorang geolog mampu membedakan jenis batuan beku, sedimen atau metamorf mungkin tanpa harus memegangnya. Memang untuk memastikan biasanya memerlukan sampel batuan dengan menggunakan palu geologi. Tetapi bisa saja sang geolog tersebut hanya melihat batuan dari kejauhan karena dia sedang naik kendaraan.

·         Seorang pedolog (ahli ilmu tanah) mampu mengetahui jenis tanah dari hamparan lahan di depannya. Bahkan dengan hanya melihat warna tanah dan mencelupkan jadi ke tanah lalu menjilatnya, dia akan dapat memperkirakan kondisi kesuburannya.

·         Seorang dokter kadang mampu menebak dengan tepat penyakit pasiennya tanpa menyentuh. Dengan melihat rona wajah pasien dan menanyai keluhannya, dokter tersebut langsung dapat menduga jenis penyakit apa yang kemungkinan besar diderita.

·         Seorang yang mendalami ilmu batin (olah rasa) akan mampu menebak watak orang yang ditemui tanpa harus mengajak bicara atau cerita dari orang lain. Bahkan dari melihat foto, bentuk tulisan (tangan, SMS, dll), dan suara.

·         Seorang ahli akupuntur, dengan memegang dan menekan urat nadi tangan si pasien, akan tahu pasien itu sakit apa di bagian dalam organ tubuhnya, dan sekaligus tahu bagaimana cara mengobatinya.

Ternyata, jika manusia mau menggunakan dan memadukan antara logika (pikiran) dan perasaan (hati) untuk memperdalam ilmunya, serta berlandaskan ikhlas dan sabar, maka di saat itulah Allah memberikan kelebihannya dibandingkan manusia lain.

One response to “Ilmu Titen

  1. Pingback: Ilmu Titen « Mas Stein

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s