KULINER : AYAM CHA DOJO

Tadi malam, maunya sich ngebut naroh artikel opini ke SKH Kedaulatan Rakyat dan meluncur beli minyak wangi bibit di Toko Sari Wangi (timur-utaranya hotel melia purosani), kemudian meluncur ke Amplaz (Ambarukmo Plaza. red) karena sudah ditunggu teman-teman kos untuk menonton Laskar Pelangi. Katanye, biar lebih ikhlas ngajarnya perlu nonton pelm ini hehe…

“tiketnya habis”, temanku sms. gubrak. abis maning, abis maning…

Kami berempat bingung mau apa di Amplaz. Temanku sok kaya pulak, lihat-lihat kaos merk Polo. Gile bener, 250an ribu. Kalo mikir gajiku, mumet deh mau beli 1 aja hehe…

Ups, temanku gak beli juga. Kali aja itu mah jurus ngelaba ma pelayannya aja. Emang sich, di amplaz, mendadak penglihatanku jadi super bening…..

Kemudian kami berembuk, mau makan dimana.

“cap jay mau, pak?”, tanya temanku.

“aku sich apa aja masuk….”, jawabku enteng

Kemudian kami keluar dari parkiran motor di basemant (?). Kami memilih jalan memutar, ke timur dulu, lalu ke utara melewati wisma Joglo, terus ke barat dan ke selatan; tepatnya di jalan aspal sebelah barat Amplaz, di depan pasar desa Caturtunggal.

Banyak menu di warung ini. Sekilas penampilan seperti warung Bakmi Jowo.

Waduh, dah banyak yang antri, sekitar 10 orang, yang sudah dapat kiriman pesanan masakan hanya 2 orang. Kami harus lama menunggu, mungkin lebih dari 30 menit. Sebenarnya bete juga, mana sudah lapar pulak !

Yah, mungkin ini jalan latihan sabar…..

Terngiang kata istriku, “Suamiku khan sudah teruji dan terbukti kesabarannya..”

Langsung dah, marahnya ketunda. hhehhee….

 

Aku memesan menu Ayam cha dojo, kata temanku enak. Setelah pesanan datang, aku mencoba mengamati menu ini. Hmmm….., merupakan kombinasi ayam goreng tepung dicampur dengan cap jay, ditambah dengan bumbu buah nanas untuk rasa kecut-manis. Gorengan ayamnya dibuat seperti ayam tepung KFC, empuk dan tepungnya lumayan tebal.Cap jaynya kombinasi cabe, wortel, jamur kuping, kuah tepung kanji, bunga kol, dan bumbu. Porsinya pas banget buat ukuranku. Tapi buat mbak-mbak atau ibu-ibu, kayaknya cukup buat dua orang.

 

Karena menunggu lama, aku sampai pesan 2 gelas es teh, ngemil kripik usus (sumber kolesterol ternyata super gurih euy), 1 porsi ayam cha dojo, dan sepiring nasi. Gleks, ampe susah bangun aku. Maklum, model warungnya lesehan.

 

Warungnya sih tidak higienis amat. Tapi gelapnya malam membantu mengaburkan kekumuhan ini. Tapi kalo mau ke warung ini, harus antri sejak maghrib biar antrinya gak lama. Konon, bapaknya yang masak ini adalah jebolan tukang masaknya hotel ambarukmo. Pantes ada nanasnya pulak, itu khan biasa kreasi menu masakan di hotel Tur enak tenan………………….plus murah! aku hanya bayar Rp 11.000,- (mak nyuss buat kantongku)

 

Ki Asmoro Jiwo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s