Harga Ayam di Tangan Paranormal

Tanpa sengaja, perjalanan bus dari Tegal ke Semarang bersebelahan dengan seorang Bapak dengan model celana ala Bob Sadino (baca: cepak di atas lutut). Penampilan santai tanpa membawa tas. Aku sendiri merasa gak nyaman karena dapat tempat duduk paling belakang. Maklum, senin pagi orang berlomba menuju Semarang, mungkin mau ngejar hari kerja Senin. Masuk kerja walau telat hehe.
 
Maunya hati sich bisa bersebelahan plus bercengkerama dengan “tombo ngantuk”, tapi tempat duduk di barisan paling belakang adalah pilihan yang sangat tidak enak. Goncangan akan makin besar. Susah tidur tentunya. Mau ngobrol juga tidak nyaman karena posisi tempat duduk yang kurang ergonomis (nyaman). Maka, jadilah obrolan dengan si Bapak ini menjadi “enak gak enak, dienak-enakke“.
 
Si Bapak menceritakan bahwa beliau adalah pensiunan Pabrik Rokok di Kudus. Masa pensiun beliau isi dengan menyalurkan hobi yang sudah dilakukan sejak umur 13 tahun. Apa itu? beternak ayam. Tapi ayam yang ini bukan ayam kampus atau kampung, ini adalah ayam yang dipelihara karena keanehannya. Istilah kampusnya, ayam yang mengalami penyimpangan genetik. Seperti Ayam Cemani, konon bulu, kulit dan darahnya hitam semua. Ada juga pithik walik, yaitu ayam yang bulunya tidak lurus tapi melengkung ke arah luar (membalik, red). Juga ayam-ayam aneh lainnya, yang dijamin akan sangat sulit dicari di tempat lain.
Oleh si Bapak, ayam-ayamnya ini dikawin silang antar sesamanya. Otak-atik mathuk (kreasi inovatif) si Bapak menghasilkan variasi yang lebih aneh lagi.
 
Yakinlah si Bapak tidak pernah dapat pelajaran Genetika, yang menjelaskan antara lain jika ayam hitam dan putih dikawinkan akan menghasilkan kemungkinan sekian persen (%) ayam hitam, ayam putih, dan ayam hitam putih. Namun agaknya si Bapak termasuk generasi Laskar Pelangi, yang mampu belajar dari alam dan pengalamannya. Kreasinya ini menghasilkan koleksi 80an ayam aneh di rumahnya.
 

Beliau mengatakan baru aja dari Bogor mengantarkan 2 ekor ayam pesanan, lalu mampir di Bandung untuk sekedar mencari sisik melik (kabar burung). Memang hasil persilangan tidak sesuai dengan apa yang diinginkan. Namun ternyata si Bapak ini mempunyai kemampuan marketing yang luar biasa. Ayam cemani mungkin dikatakan orang perfect (sempurna) karena semuanya serba hitam. Tapi saat ada cemani si Bapak yang kukunya tetap putih bening, dengan ‘kreatif’ si Bapak memberikan nama Ki Ageng Sandung Upo. Maknanya kira-kira, ayam yang suci (dari kata Ki Ageng) dan kakinya seperti ketempelan sebutir nasi (upo, bhs jawa).

Dengan modal super PD (percaya diri), beliau malah ‘jualan’nya di kalangan paranormal. Malahan paranormal itu yang sangat percaya dengan celotehan beliau.

 

 
Aku sendiri jadi teringat doeloe waktu SD, rumahku punya piaraan beberapa ekor angsa. Konon angsa ini memang sensitif kalo didekati oleh orang yang belum dikenal. Biasanya angsa-angsa itu akan berteriak (berkotek?) dan bisa menjadi pertanda bagi tuan rumah yang mungkin sedang terlelap. Tapi bukan ini yang aneh. Terkait dengan paranormal tadi, malahan telur-telur angsa yang tidak jadi (kemlekeren, bhs kendal-jawa) , banyak dicari orang, konon katanya untuk obat.
 
Paranormal juga suka aneh-aneh membuat persyaratan dalam pengobatan/solusiny a. Biasanya mereka mensyaratkan jenis ayam super langka. Jadilah Bapak ini dapat mendulang harga ayam sampai jutaan rupiah per ekornya.
Pernah si Bapak mengenang cerita lucu, ketika ada seorang pejabat mau membeli ayamnya.
“Berapa harganya, Pak?” tanya si Pejabat
“Dua setengah, ” Jawab si Bapak, maksudnya adalah Rp 250.000
“Dua juta deh, Pak” si Pejabat nawar. Gubrak! ternyata pikir si Pejabat dikira harganya 2,5 juta. si Bapak berpikir cepat dan senang dalam hati.
“Wah ini sudah syarat, Pak. Gak boleh ditawar”, Jawab si Bapak super PD.
Akhirnya deal 2,5 juta rupiah.
 
Beliau juga optimis tahun depan ayam-ayamnya bakalan laris. Biasanya menjelang pemilu, banyak ‘orang gila’ bermunculan, yang ingin kamukten (pangkat), seperti presiden, menteri, anggota dewan, dll.
 
Tapi ada keanehan pada diri si Bapak ini. Dulu waktu kecil dia suka sekali berkelahi. Bukan karena jagoan. Bahkan saat dipukuli dia tidak melawan. Dia malah bergulingan, mencoba mencari dimana ada tahi ayam berada. Jika tangan sudah dapat menggapai tahi ayam itu, beliau ambil, dan secepat kilat di-raupke (diusapkan) ke wajah lawan tandingnya. Kontan si lawan akan lari kelimpungan karena wajahnya amat sangat super bau. Saat itulah si Bapak mendapatkan kesenangan luar biasa.
“Sekarang ini, walau sudah tua, aku ingin mengulang seperti itu, Mas!”.
 
Wah, kalo yang ini sudah masuk wilayah psikolog dah!!

4 responses to “Harga Ayam di Tangan Paranormal

  1. Wah. Artikel yg menarik sy sangat suka ^_^ bagus,…

  2. haduh…. waktu baca bagian terakhir yang soal berkelahi,.. saya ga kuat nahan tawa…
    hahahahahaha…

    apalagi si Bapak dapet kesenangan luar biasa
    byuhh…

  3. mohon informasi dimana tempat ayam tulak (bulu putih ada bulu hitam di punggung) atau ayam songgobumi (bulu putih ada bulu hitam di dada), jantan, kaki, telapak kaki dan kuku serba hitam legam……081217770066

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s