Romance Corner : I Knew I Love you before I meet You

Ini melodrama alias kisah cinta tentang per-nerawang- an dan mbayangke sak pol e.
 
jaman mojopahit, buat membayangkan sang putri atau sang pangeran cukup mendengarkan laporan dari teliksandi (mata-mata) yang dikirimkan. atau laporan dari nayokoprojo( staf) yang bersilat lidah demi kamukten (jabatan berikutnya).
bahkan, akibat lampah lelaku tirakat (olah rasa), maka beberapa orang mendapat wangsit dengan ciri-ciri doi yang mendekati kasunyatan (fakta).
 
era jamane pak harto (90an), paling asyik berfantasi membayangkan doi dengan mendengarkan suara lewat radio atau HT (ngebrik… roger..dicopy) . wuah, kadang suaranya mak nyuss merdu merayu bak puluh perindu. ampe jurus “kopi darat” dijadikan sebagai suatu keharusan. tapi…… biasane bayangane dan faktane adoooh tenan.
mungkin itu adilnya ya, sing caem gak merdu suarane, juga sebaliknya
 
pas jamane dolar 16 ribu rupiah (2000an), bentuk chatting membuncah tanpa kendali dengan model mIRc. obrolan di forum maupun pribadi (pv=private) bebas lintas batas wilayah, umur, harta, etnis, jenis kelamin, dll. pertemuan asyik hampir tiap hari. lupa waktu, lupa makan. kebayang deh wajah-wajah nan asyik, padahal belum lihat fotonya. apalagi ketemuan.
namun mimpi itu demikian nyata. dibalik sekat-sekat warnet, imaginasi itu membumbung tanpa kendali. lupa siapa diri, siapa dia. yang penting suka, titik!.
lupa kita sudah punya pasangan atau belum, demikian juga di sana.
rasa gembira bercanda, suka berbagi cerita dan nasehat, membuat hati makin dekat..dan dekat. sehingga tanpa sadar pula terjadilah.. ….
“I Knew I Love you before I meet You” (tumbuh cinta sebelum bersua)
hwarakadah ! apa mungkin?
mungkin saja donk. bahkan dengan chating, keterbukaan akan semaki tinggi, bahkan cenderung vulgar. mungkin karena yang dihadapi hanya keyboard dan layar monitor serta kita hanya mengetik saja, jadi ya tanpa ragu mengungkap semua hal yang mungkin tidak akan terungkap kalau bertemu langsung (tatap muka) dan empat mata sekalipun.
itulah kekuatan chating….
bahkan ada yang gara-gara sang doi di net mau nikah, dia sangat bersedih dan ngambek berhari-hari. padahal yang mau nikah belum pernah ia temui. padahal dia juga sudah punya calon resmi. lelakon…. lelakon dunia ini……
 
di era iklan politik gerindra ini, internet sudah masuk ke rumah-rumah, bahkan bisa chat dengan hand phone. bahkan bisa bertukar foto (pic) dengan mudah. wah wah, gejolak hati lebih tak terkendali lagi. padahal biasanya pengawasan hanya bersifat physicly doank.
kata ibunya, “saya senang, anak saya anteng di rumah, paling mainan komputer (baca: internet) dan game aja, jadinya saya gak kawatir lo jeng….”
kata bapaknya, “anak saya, hobinya di kamar mulu, diajak silaturahmi ke tetangga nolak, katanya banyak tugas…”. aslinya, asyik nge-net dan main game.
 
era informasi teknologi ini memang membawa kecenderungan orang malas bertemu secara langsung. alasannya, toh bisa ketemu via sms, chat, email, telp, kenapa susah-susah harus ketemu. boros bensin pulak.
namun banyak anak-anak luput dari pendidikan orang tuanya. jadi wajar jika anak-anak sekarang mudah menyerap teknologi komunikasi tapi sangat tell-me dengan lingkungan sekitarnya. bahkan orangtua sering gak sadar, bahwa anaknya sudah terbiasa melihat gambar-gambar parno, jatuh cinta via dunia maya, dan menjadi pemimpi yang handal (baca: anti lingkungan).
 
kalau sudah begini, bagaimana kita harus bersikap?
apakah dengan kita asyik kerja, mempercayakan gizi anak dari susunya sapi, mempercayakan pendidikan anak dari internet dan game?
ataukah anda punya jurus jitu “ngeli ning ora keli” (berenang searah arus air tapi tidak sampai hanyut) ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s