Obama orangnya humanis

Kenal juga kagak, ketemu langsung apalagi….
Namun agaknya setahun ini Obama menjadi sangat terkenal di belahan bumi ini,
Bahkan saat perang Israel-Palestina, turut disebut-sebut dengan berbagai versi
 
Menjelang pelantikannya sebagai Presiden, masih banyak teka-teki apa yang akan dilakukannya, apakah makmum pada presiden pendahuluanya atau “as be yourself”.
Yang jelas terlalu naif apabila sikap Amerika hanya tergantung Obama seorang
Walaupun jabatannya sebagai presiden
 
Namun hasil otak-atik-matuk, saya punya pendapat tentang karakter Obama yang agaknya termasuk orang yang humanis (baca: nguwongke). Alasannya?
 
Obama kecil sampai besar hidupnya nomaden (baca: berpindah tempat), hal ini mendorong semangat nasionalis menjadi internasionalis. Hampir mirip pada teman-teman kita yang lahirnya di sono, SD di sini, SMP di situ, dst, sehingga menganggap tempat lahir sebatas tempat asal, sedangkan kepribadiannya akan terwarnai dari tempat-tempat yang pernah disinggahi. Dari berbagai tempat berbeda, dengan sosial budaya yang berbeda, maka mendorong watak yang lebih moderate (kata simbah, pancasilais).
 
Obama berasal dari keluarga yang multi negara (asal), multi ras (hitam-putih) , dan boleh jadi multi agama. Kesemuanya ini nyampur (mix) jadi satu membentuk karakter yang humanis, yang tidak terlalu picik plus sempit terlalu amerika banget, kulit hitam banget, agama tertentu banget, dll. Manuver yang ditunjukkan pasca pemenangan pemilihan presiden dan menjelang pelantikannya juga cukup humanis.
Saat orang mencerca dia tentang sikap Israel menyerang Palestina, Obama lebih suka bicara tentang nasib sipil yang terkena dampak perang plus mengatakan bahwa tidak boleh ada “dua amerika” (baca: komentar resmi tetap dari Presiden, satu suara).
Saat menjelang pelantikan, pidatonya lebih bernuansa motivasi untuk kebangkitan ekonomi yang terpuruk. Ini beda banget dengan gaya khas Amerika yang biasanya lebih sibuk menilai negara lain.
Saat pelantikannya pun, ternyata juga mengundang segenap keluarga besar (dekat/jauh) yang dikenalnya. Termasuk kakak angkatnya yang di Indonesia.
 
Bahkan dugaanku, posisi Indonesia akan lebih terangkat di mata Amerika pada era Obama ini. Paling tidak bisa pendekatan lewat saudara tirinya yang berdarah Indonesia.
 
Namanya juga otak-atik-matuk plus waton, jadi nyuwun sewu kalau salah nulis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s