Meramu Pupuk

Konon, sekarang pupuk sangat langka. Entah karena produksi turun, entah ada yang main simpan, entah sudah dimonopoli oleh pihak tertentu untuk maksud tertentu (baca: kalo ditulis “untuk kampanye” gak enak hehhe..).
 
Alkisah, pak S pekerjaannya sebagai penambang batu phospat (rockphosphat) di goa-goa di perbukitan kapur di Gunungkidul Yogyakarta. Selain batu phospat, juga terdapat deposit guono yang sangat banyak. Jadilah kedua bahan itu dikeringkan dan ditumbuk untuk dikirim ke pabrik-pabrik pupuk di lain provinsi.
 
Seiring waktu, beliau punya prinsip bahwa usahanya harus bermanfaat bagi banyak petani. Pertama, beliau merekrut banyak tenaga lokal untuk menjadi tenaga penambang dan tidak mau menggunakan alat berat. Kedua, beliau ingin membuat pupuk dengan harga terjangkau bagi petani. Apalagi saat ini pupuk pabrik banyak yang langka di pasaran.
 
Saat ini beliau meramu pupuk kombinasi rockphosphat, guano, pupuk kandang / kompos, dan bubuk ikan. Bahan perekatnya menggunakan dolomit dan bentonit. Harapannya pupuk ini mempunyai kandungan dominan NPK dan juga unsur hara makro dan mikro yang lain. Pupuk beliau ini dijual dengan harga sekitar 1000 rupiah per kilogram. Pupuk berbentuk butiran. Pesanan sudah cukup banyak. Bahkan target produksi sampai 15 ton per hari.
 
Siapa tahu diantara kita ada yang membutuhkan pupuk baik dalam skala kecil maupun besar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s