DARI PRODUK PETANI SAMPAI OUTLET SUPERMARKET

Adalah jasa sang pedagang yang mengantarkan perjalanan produk yang dihasilkan petani menuju outlet di supermarket. Adapun petani, seperti layaknya manusia yang bergantung penghasilannya dari alam, senantiasa menjalankan rutinitas kegiatan dari mengelola lahan, pembenihan/pembibitan, penanaman, pemeliharaan sampai pemanenan. Selama aktifitas itu si petani rajin bekerja dan tiada terhitung keringat yang mengucur dari badannya. Sambil si petani selalu berdoa agar hasil panennya menguntungkan. Memang usaha bidang pertanian sangat bergantung pada kondisi alam, terutama iklim.

Lain lagi cerita pengusaha. Guna menjalankan aktifitas bisnisnya, pengusaha memasang syarat kualitas dan kontinuitas produk. Artinya, barang yang dijual harus dalam kondisi yang baik dan tersedia sepanjang waktu. Pengusaha tidak mau tahu bahwa petani menanam suatu komoditas hanya sekali dalam setahun. Sementara pengusaha selalu menyediakan produk itu di outlet supermarketnya.

Jadilah petani harus melalui mediasi jasa pedagang. Jurus pedagang biasanya main borong produk sebelum atau sesudah panen. Biasanya petani akan meraih selisih keuntungan dari harga, namun jumlahnya sangat sedikit. Sementara pedagang harus mendapat keuntungan banyak karena merasa mempunyai jasa besar menjualkan barang. Pedagang juga harus selektif memilih barang berdasar kualitas. Tidak jarang si pedagang harus melakukan sortir sendiri, yaitu menggolongkan produk menjadi beberapa kelas, dari yang kelas untuk supermarket (kualitas tinggi) sampai kelas pasar tradisional (kualitas rendah).

Supermarket pun biasanya melakukan sortir lagi agar produk yang ditampilkan benar-benar berkualitas dan seragam. Dari perjalanan inilah maka harga di tingkat supermarket bisa duakali lebih besar dibandingkan harga ditingkat petani. Apesnya lagi koordinasi antar petani di negeri ini sangat memprihatinkan karena rendahnya intervensi pemerintah. Makin hari terlihat produk petani dalam negeri mulai tergusur dari produk import yang harganya sering dibuat super murah (politik dumping). Sampailah petani kita pada alunan lagu ’menghitung hari’ untuk nasibnya di masa depan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s