MANAJEMEN ”TUGAS BERGILIR”

Telisik ’budaya’ dalam dunia perkantoran, terdapat sebuah manajemen yang sebut saja namanya ”Tugas Bergilir”. Dimana pimpinan membuat kebijakan dengan memberikan tugas yang sama diberikan kepada orang yang berbeda setiap tahunnya atau periode waktu tertentu. Biasanya tugas yang diberikan ini terkait dengan kegiatan kepanitiaan. Jenis kepanitiaan sangat beragam, dari mulai kegiatan formal yang mendukung tugas-tugas kantor sampai kegiatan non formal yang terkait budaya kebersamaan.

Sisi menarik yang perlu dikupas adalah fakta bahwa tidak semua orang akan mempunyai kemampuan yang sama dalam jenis pekerjaan tertentu. Sang pimpinan suka berdalih ”demi pemerataan” atau ”semua khan dimulai dari tidak bisa, makanya ini kesempatan kita belajar”. Tapi sadarlah bahwa tiap orang punya bakat dan minat bawaan sejak orok. Sebut saja, ada yang bawaanya suka mejeng dan berkomunikasi dengan banyak orang. Ada juga malah yang agak antipati bila berhubungan dengan orang banyak. Orang yang suka mejeng, akan sangat senang menerima tugas sedemikian rupa sehingga dia berkesempatan berkomunikasi dengan banyak orang. Sedangkan orang yang pendiam, lebih suka mendapat tugas untuk tangan dan kakinya daripada mulutnya.

Manajemen ”tugas bergilir” ini sering di lakukan pada instansi pemerintahan atau yang berkiblat ke sana. Sangat sering terjadi, dimana seseorang mendapat jabatan yang sama sekali berbeda dengan pengalaman dan keahliannya. Dalih yang digunakan hanya ”sesuai dengan pangkat dan golongan”, dan sama sekali tidak berdasar rekam prestasinya. Jadi, di sini jangan berharap pada prestasi gemilang karena yang diharapkan lebih banyak pada ”patuh pada pimpinan dan tidak melanggar kode etik profesi”.

Kalangan profesional biasanya lebih memilih pada manajemen ”spesialisasi”, dimana penempatan tugas dan tanggungjawab jabatan lebih ditentukan pada keahlian seseorang. Jadi bila keahliannya tentang perlistrikan, ya selalu ditempatkan pada bidang yang terkait dengan listrik, dari level terendah sampai tertinggi. Demikian juga dengan keahlian yang lain.

Pergiliran tugas tidak selamanya buruk. Namun sebaiknya tugas-tugas yang dijadikan ”piala bergilir” adalah tugas umum yang banyak orang menguasainya. Tugas itu juga harus memperhatikan pada kelebihan dan kekurangan si penerima tugas. Jangan sampai malah mempermalukan si penerima tugas. Dan, sebaiknya faktor spesialisasi mulai dijadikan pertimbangan utama dalam pembagian tugas ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s