PAHLAWAN BUKAN PEDAGANG

Mungkin para pahlawan yang harum namanya di bumi pertiwi ini semasa hidupnya tidak menyadari bahwa dirinya akan dianggap pahlawan oleh bangsa ini. Mereka berjuang dengan sikap nyata dengan taruhan nyawa untuk meraih dan mempertahankan kemerdekaan.

Mungkin para pahlawan juga tidak menyadari bahwa beberapa puluh tahun berikutnya akan banyak plagiat nama pahlawan bertebaran di muka bumi ini. Mereka mengatasnamakan pahlawan. Atas nama rakyat. Atas nama kemiskinan. Atas nama pengangguran. Namun faktanya mereka itu murni pedagang. Yaitu yang berdagang jasa ”atas nama rakyat-kemiskinan-kejujuran” ditukar dengan kekuasaan dan berkarung-karung upeti.

Mereka sangat piawai memperdagangkan ’jasa’ itu. Sampai-sampai rela mengucurkan uang ratusan juta rupiah. Atau tiada malu obral janji semabuk candu. Kok gak takut? Kenapa harus takut, toh bangsa ini terkenal mudah melupakan kesalahan orang, asalkan disuguhi dengan berita-berita lain yang menghebohkan.

Namun ada juga pedagang yang termasuk pahlawan. Yaitu mereka yang rela memperdagangkan waktu, harta dan jiwa mereka kepadaNya, demi membantu dan melayani orang banyak. Pedagang ini sangat jarang meraih keuntungan materi. Makanya sangat jarang manusia yang menempuh jalan si pedagang ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s