Bagaimana JUJUR itu….

Suatu hari, 3 orang Suami ngumpul di sebuah rumah makan yang khas dan banyak pengunjungnya. Sebut saja mereka A, B, dan C. A mempunyai istri yang senang diajak jalan-jalan, apalagi diajak makan enak di rumah makan favorit.
A, B dan C asyik ngerumpi ngalor-ngidul. Sampai HP milik A berdering, ternyata istri telepon :
“Dimana, Mas?” sebuah pertanyaan wajib yang sering ditanyakan.
“Sedang makan…”, jawab A sambil berpikir keras. A berpikir, ‘waduh, kalo ngaku makan di sini, bisa-bisa minta dibungkusin, padahal khan aku dibayarin B, masak minta nambah, itu namanya udah diberi hati minta ampela hehehe’
“Makan dimana? ama siapa?” pertanyaan berbau possesif (kata iklan) meluncur lagi.
“Ini…. makan di pinggir jalan dengan B dan C” jawab A diplomatis, tanpa mau menyebut nama warungnya.
“Ok sayang, cepat pulang yaaa…” salam penutup dari istri tercinta.
B dan C tersenyum, dan kompak menanyakan : “Istri telpon ya?” sambil mereka tersenyum.
“Biasaaa, aku gak nyebut nama warung ini, biar gak minta dibungkusin hehe”, jelas A.
Dalil istri mengatakan, membelikan barang yang disukai istri adalah wajib dan itu wujud cinta kasih kepada istri. Namun dalil suami, khususnya A, punya argumen sendiri.
“Lha habis ini khan aku mau rapat 3-4 jam, kalo dibungkus sekarang bisa-bisa basi. Kalo ngaku makan di warung ini dan tidak dibungkuskan, ngambek pula ntar…” Jelas A lagi.
Tanpa diduga,
B dan C hampir kompak membuat pernyataan sama :
“Kok sama ya pak, istriku juga begitu” Jelas mereka.
“Aku kalo makan enak (baca: lezat dan mahal), ngakunya makan di warteg” jelas B
“Aku juga sama, bahkan aku punya hobi ngoleksi mainan ampe ratusan, diam-diam masih aku jalankan, walau kadang titip di rumah teman, abisnya takut diomeli lagi” jelas C.
Akhirnya A, B dan C larut dalam obrolan lagi.

Cerita di atas cukup unik untuk dikupas dari segi jujur dan tidak jujurnya.
Jika dicermati, A tidak berbohong, tetapi tidak semua informasi diberikan 100%, terutama info nama warung (yang otomatis akan memberikan image citarasa masakan tertentu).
A memilih jalan ini karena ada pertimbangan lain.
Namun B dan C agaknya memilih jalan agak berbau kebohongan, dengan mengubah info “menu lezat” jadi sekelas “warteg”.

Sang Guru pernah memberikan wejangan:
JUJUR itu adalah “katakan yang engkau tahu, tetapi tidak semua yang engkau tahu perlu engkau katakan”

Contoh yang cukup populer,
Si Cewek akan lebih bisa menerima alasan keterlambatan kedatangan doi/cowok karena “ban bocor” daripada alasan karena “abis nganterin teman kuliahnya dan cewek pula”. Padahal faktanya memang abis nganterin teman cewek. Walaupun si cowok murni menolong tanda ada “udang dibalik batu”, tetap saja si cewek akan cenderung tidak bisa terima.

Contoh lagi,
Ketika menjelang pulang kantor, si suami mendapat traktiran makan dari koleganya. Sesampai di rumah, dia melihat istrinya sudah menunggu dan menyiapkan masakan made in istri. Kontan saja, demi menyenangkan istri, sang suami mengatakan :
“Wah kebetulan sekali pas aku laper banget, eh, istri tercinta sudah tahu apa yang aku mau….”, lalu mereka makan berdua dengan mesra.
Komentar suami ini memang agak berbau bohong, tapi jelas akan menyenangkan istrinya.
Beda cerita kalo si Suami dengan lugunya mengatakan :
“Maaf Ma, aku sudah kenyang, tadi abis ditraktik kolega. Mama makan sendiri aja yaaa”
Kebayang khan gimana kekecewaan istrinya?

Jujurnya seorang suami, tentu akan menempatkan mana yang paling tepat buat keharmonisan keluarganya.
Jujurnya seorang pemimpin, tentu akan menempatkan mana yang terbaik buat cakupan yang dia pimpin.

One response to “Bagaimana JUJUR itu….

  1. iya ya
    teringet juga tadi malem waktu konsultasi skripsi, Mbak Novi ditelpon anaknya, bilang kalo masih isi bensin di SPBU

    ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s