Mari Hijaukan Bumi

Akhir-akhir ini beberapa teman di berbagai kota di Indonesia mengeluhkan hawa udara yang panas menyengat di siang hari. Menyengat dalam arti panasnya melebihi panas yang sewajarnya.

Seorang pakar biologi beberapa tahun lalu memberikan informasi bahwa idealnya 1 manusia membutuhkan pasokan oksigen dari 2 pohon besar nan rindang. Anggap logika konversi ini benar, maka kita di kota-kota besar dapat melamun sejenak mencoba menghitung banyaknya manusia dan jumlah pohon rindang yang masih tersisa. Atau lebih kritis lagi seberapa banyak pohon “yang harus diadakan” untuk mengimbangi kebutuhan manusia di kota tersebut….

Kita juga sering melihat, hanya demi keamanan kabel listrik dan konon katanya pengguna jalan, maka cabang-cabang pohon nan rindang dikebiri oleh petugas tata kota. Kadang pemangkasan mengakibatkan sang pohon mati segan hidup terpasung trotoar jalanan. Bagaimana sang pohon mampu menjalankan fungsinya dengan baik…..

Nama pohon yang paling adem dan suejuk apabila kita berteduh di bawahnya adalah pohon beringin, karena susunan rerimbunan yang saling menutupi serta permukaan daun yang tebal berlapis lilin mampu menangkal teriknya matahari. Namun pohon ini hanya di lestarikan di alun-alun, tengah kuburan, atau yang terlanjur dipagari dan diberi sesajen kembang. Pohon beringin ini sangat jarang diberi keleluasaan menghias pinggir jalan, dengan alasan perakarannya dapat merusak badan jalan.
Tapi tak apelah…(pake dialek Mano), kita bisa memilih tanaman yang fungsinya hampir mirip tapi gak terlalu merusak jalan, yaitu tanaman mahoni.
Beda lagi cerita tanaman ketapang, kemampuannya meneduhi area sekitarnya mah nomer satu, tapi sekali kekeringan, biasanya dedaunan mudah rontok. Nyapu deh….

Cerita tentang vitamin di jaman SD dulu, katanya berjemur di pagi hari sangat menyehatkan sampai jam 9 pagi. Agaknya sekarang cukup jam 8 pagi aja karena teriknya sudah super-super puanas. Kalau mau jalan-jalan ya sebaiknya sore dan malam hari saja, daripada cepat berkeringat, plus bau, plus kulit cepat legam….

Tips membuat iklim mikro dapat dilakukan di sekitar rumah kita. Siramlah dengan air pada area di dekat pintu atau jendela yang memungkinkan udara masuk. Udara panas akan bercampur dengan uap air, sehingga di dalam rumah kita merasakan udara lebih sejuk dan segar.

Apabila kita ada fasilitas mewah dengan mobil ber AC, bisa saja keluar jalan di siang hari. tapi dampaknya pengurasan BBM akan makin tinggi untuk mengimbangi AC yang diputer level max. Ntar malah kita jadi gak ramah lingkungan lagi…..

Marilah menanam dan memelihara pohon sampai rindang.. Tips ini revisi dari sekedar ajakan “mari menanam pohon”.
Dengan alasan apapun, sebaiknya hindari keputusan untuk menebang pohon yang sudah rindang. Ingatlah berapa puluh tahun diperlukan untuk mencapai kerindangan itu. Kenapa kita begitu teganya main tebang……

2 responses to “Mari Hijaukan Bumi

  1. Assalamu’alaikum Mas Kun..
    Kebetulan saya mencari sesuap nasi di perusahaan yang dagang listrik😉
    Dan walaupun sy alumni ekonomi upn tapi sedikit banyak sy tahu bahwa memangkas cabang pohon yg terlalu rindang sehingga hampir menyentuh kabel listrik itu ada banyak gunanya lho bagi pemakai listrik, a.l. menjaga tegangan listrik spy arus yg melewati kabel tidak terganggu oleh ‘sentuhan’ cabang dan daun pohon. krn kalo sentuhan itu terlalu sering atau bahkan kegedean mk arus listrik yg sampai ke rumah2 akan terpotong oleh bagian pohon tsb shg peralatan listrik di rumah jd cepet rusak deh akibat naik turunnya tegangan yg tidak stabil. kalo sudah begitu yg rugi jg siapa hayo…?
    Lagipula tidak smua pohon nan rindang yg dikebiri, hanya pohon2 yg hampir menyentuh kabel listrik saja kok mas. Kalo boleh diambil contoh, manusia yg gondrong sekalipun suatu saat perlu dicukur rambutnya. Betul Mas Kund?

    Wassalam,
    arya_tomo

  2. terima kasih tanggapannya mas,
    efisiensi listrik juga penting. jadi di sini memang ada konflik kepentingan dan lokasi yang sama. tentunya perlu dipikirkan bagaimana solusinya. misalnya dengan menempatkan jalur hijau dengan jalur listrik pada tempat yang berbeda, sehingga keduanya sama-sama jalan.
    jika terpaksa jalur hijau mengalah, maka kita perlu menggalakan pada pembuatan hutan kota dengan memanfaatkan lahan tidur yang sebenarnya banyak terdapat di perkotaan. juga, beberapa pohon yang sudah terlanjur ada dan berumur ratusan tahun atau rindang maka sebaiknya kabel listriknya yang mengalah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s