Uniknya Pasar Tradisional

Cerita kemewahan dan kenyamanan di supermarket sich ga perlu diragukan, tapi jangan protes jika uang belanjaan termasuk juga parkir, pajak dan kambuhnya penyakit ‘laper mata’. Niat beli tiga barang bisa jadi sepuluh barang.

Mari kita melongok suasana pasar tradisional yang keberadaanya sering dituduh kumuh, kotor dan biang kemacetan jalan. Entah kenapa, penjual di etalase pasar tradisional biasanya selalu melebar ke jalan raya. Penjual dan pembeli juga seakan kompak menolak bangunan pasar tradisional yang bertingkat. Dengan kata lain di bagian dasar, terutama emperan tepi jalan, menjadi tempat paling berjubel dan rame.

Biasanya parkir mobil atau motor tidak disediakan tempat khusus. Satu-satunya yang tersedia adalah pinggir jalan. Jalanan masuk diantara kios-kios penjual juga dibuat nge-pas. Biasanya kalo berpapasan akan bersenggolan. Para penjual juga didominasi kaum wanita dengan usia separuh baya sampai manula. Bahasa tradisional sangat mendominasi dalam komunikasi.

Keunikan pasar tradisional antara lain “kesetaraan” dari penjual maupun pembelinya. Semua dianggal satu level, tidak ada bos atau majikan, yang ada sesama wong cilik. Harga-harga, walaupun tanpa bandrol, juga dibuat standard wong cilik.

Saat memasuki pasar tradisional, hati terasa kembali ke suasana di kampung. Dimana sopan santun nan bersahaja dapat kita nikmati. Aku sendiri suka memburu makanan tradisional nan unik, seperti lupis (bentuk lontong, dari ketan), ketan hitam, gethuk, dll. Kadang juga membeli umbi-umbian langka, seperti kimpul dan gembili.

Kalau belanja banyak, sebaiknya membawa kresek (kantong plastik) yang besar dan berkualitas baik. Maklum, belanjaan makin lama makin nambah dan berat. Biasanya kios hanya menyediakan kresek yang kualitas rendah (mudah sobek atau putus).

Anak kecil juga perlu ‘diingatkan’ tentang pasar tradisional agar tahu seperti apa budaya kita yang sebenarnya. Bukan sekedar jalan di mall dengan alasan nyaman dan aman, tapi tanpa sadar generasi penerus mengalami erosi budaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s