Spirit of Kamar Mandi

Urusan mandi, ada yang rajin sampai 3 kali sehari. Ada pula yang sehari sekali. Bila kepaksa, berhari-hari tidak sempat mandi. Kalau sudah gini, tips dari para taruna adalah memakai tissue antiseptik.

Lha ini kita akan mengupas lokasi tempat mandi, yaitu kamar mandi. Disebut kamar, karena biasanya memakai dinding penutup. Kalo yang penting ada bak saja, afdolnya kita sebut pemandian umum kali yaa….

Dari sisi bentuk, tiap orang punya selera masing-masing. Ada yang ukuran seluas kamar tidur sampai buat jongkok aja susah (baca: super sempit). Ada juga di dalamnya paket dengan tempat buang hajat besar, termasuk hajat yang berbuntut mandi junub hehe…

Ada juga yang bermimpi punya kamar mandi yang bisa berendem plus selonjoran kaki. Tapi yang ginian, sering membingungkan bagi yang masih awam. Sampai-sampai bath up berisi air ini dianggap seperti bak mandi di rumahnya (baca: mandi tetap pake gayung, badan tidak masuk ke dalam bath up hehehe).

Mumet lagi kalo buang air kecil tapi tidak ada air kran buat memoles si “narasumber”. Hanya tersedia tissue gulung. Kata dalam hati, tetep aja merasa gak ‘srek’ kalo gak ada air.

Dari sisi kebersihan, simbah-simbah memberi wejangan bahwa “kepribadian seseorang dapat dilihat dari kondisi kebersihan kamar mandinya” (syaratnya gak pake pembantu atau cleaning service buat membersihkannya). Boleh jadi penampilan di luar sangat exotic plus nyengsemake (good looking), tapi kalo kamar mandinya kotor dan bau, pasti deh aslinya si empu gak jauh-jauh dari itu.

Ternyata untuk membersihkan kamar mandi diperlukan ketelitian dan ketekunan. Dari rutinitas mengganti air bak apabila air sudah mulai keruh dan dasar bak mulai kecoklatan oleh endapan, membersihkan bibir bak dari sabun-shampoo, membersihkan dinding kamar mandi agar kembali ke warna asalnya, merapikan sabun-odol-shampoo agar tutupnya tidak terbuka, menyediakan pengharum yang masih efektif berfungsi, membersihkan pakaian/handuk yang bergelantungan sampai jamuran, dan sirkulasi udara agar bau kotoran cepat hilang.

Dari sisi pemakaian, ada yang cukup 5 menit memakai kamar mandi, namun ada juga yang sampai 1 jam di kamar mandi. Tentu banyak alasan mengapa melakukan itu. Bagi pemakai singkat, kamar mandi hanya sekedar buang hajat atau untuk membersihkan badan. Bagi pemakai lama, kamar mandi merupakan tempat aman untuk menyalurkan hasrat. Konon, bernyanyi di kamar mandi akan lebih stereo, karena di batasi 4 dinding yang siap memantulkan suara setengah bergema. Alasan subyektif, ya jelas stereo karena nyanyi sendiri – didengarkan sendiri.

Kamar mandi juga bisa untuk melamun kemana-mana, sambil berendam, sambil buang hajat; atau bahkan sambil terkantuk-kantuk.

Konon, untuk menilai orang itu stress atau tidak, dapat diukur saat mandi. Katanya, orang stress itu saat melontar gayung berisi air ke tubuhnya sering lewat dan mengenai daun pintu. Jadi terkesan berisik-riuh kena air.

Bagi dunia magic, kamar mandi dianggap sebagai tempat yang disukai bangsa Jin. Makanya banyak orang yang takut berlama-lama di kamar mandi. Takutnya ada bisikan-bisikan maksiat.

Namun dari sisi spiritual, kamar mandi sering menjadi tempat mendapat inspirasi baru.

Banyak orang mengakui bahwa saat di kamar mandi sering muncul sumber inspirasi cerdas dan kreatif. Tetapi kita perlu cepat menyalurkan ide itu, entah pada secarik kertas, SMS HaPe, atau catatan lain, agar ide yang muncul tidak mudah hilang atau lupa.

So, kamar mandi mempunyai multifungsi, tergantung bagaimana kita menyikapi dan memilihnya.

Ki Asmoro Jiwo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s