Pemimpin Yang Peragu

Tidak ada yang salah untuk mendengarkan masukan banyak pihak, sebelum mengambil keputusan. Pasti maksudnya agar keputusan yang diambil mendekati kesempurnaan dan meminimalisir konflik horizontal (baca: rakyat/jamaah merasa puas).
Namun Sang Pemimpin tidak boleh lupa, bahwa tidak semua masalah punya waktu banyak untuk direnungkan lebih lama. Makanya Pemimpin harus berbekal tegas dan cepat dalam membuat keputusan di saat yang genting.

Terkadang, menunggu masukan banyak pihak, bahkan dengan membentuk tim ini-itu, komentar lembaga ini-itu, pooling ini-itu; malah akan membuat masalah-masalah lain semakin ‘antri’ untuk dipecahkan. Masalah-masalah yang menumpuk akan berdampak gerak solusi lebih lambat dari gerak fakta yang terus berjalan. Bahkan menumpuknya masalah itu akan menimbulkan masalah baru. Bahkan sampai bermuara pada ketidakpuasan rakyat/jamaah karena sudah terlalu lama berada pada kondisi ketidakpastian.

Setiap keputusan selalu menimbulkan pro dan kontra. Ada bagian yang merasa diuntungkan dan ada bagian lain yang merasa dirugikan.
Sang Pemimpin harus jeli memilih keputusan yang paling sedikit menimbulkan kontra, atau memilih yang tingkat kerugiannya paling kecil.

Terkadang pemimpin terjebak pada benar-salahnya keputusan. Kadang pula di suatu saat pihak yang salah akan dimenangkan, karena ada grand design untuk menjebak dan menangkap pihak yang salah lainnya secara lebih luas. Pemimpin memang perlu menatap (bervisi) ke depan. Boleh jadi rakyat/jamaah tidak tahu apa mau sang pemimpin. Mungkin, aroma kepemimpinannya akan harus beberapa tahun setelah dia tidak lagi memimpin. Itulah resiko seorang pemimpin. Terkadang keputusan yang tidak populer menimbulkan kecaman saat ini, tapi pujian di masa datang.

Setiap diri adalah pemimpin, dan akan dimintai pertanggungjawaban pada apa yang dipimpinnya. Janganlah terlalu asyik menilai pemimpin sosial, jika ternyata kita tidak mampu memimpin ke-iman-an diri kita sendiri. Jangan-jangan, tanpa disadari, selama ini kiat ‘dipimpin’ oleh hawa nafsu bin ambisi bin keserakahan belaka.

Pemimpin boleh ragu, tetapi tidak boleh ragu dalam memimpin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s