Esek-Esek Jalur Pantura

Konon,
Tempat lokalisasi di Jalur Pantura dapat dideteksi dari tempat mangkalnya Truk Gandeng. Sepanjang jalan, apabila terdapat banyak Truk Gandeng mangkal (parkir massal lebih dari 1 hari), bisa dipastikan di situ terdapat tempat lokalisasi. Tercatat sepanjang jalur pantura di Jawa Tengah terdapat lebih dari lima tempat, seperti SK, JBL, P, BP, C, dan M.
 
Bentuknya ber gang-gang layaknya perkampungan 1 RT. Tiap rumah ada sang Germo yang siap ‘ngabsen’ anakbuahnya. Jatidiri anak buah biasanya penuh kerahasiaan. Biasanya niat dan pamitnya dari kampunghalaman adalah ‘bekerja ke Jakarta’. Sehingga wajar apabila ada orang berbadan tegap berjalan di gang-gang tersebut, mereka sudah sangat cemas dan kabur ngumpet, karena disangka ada garukan atau minimal checking identitas.
 
Suasana ruang tamu di tiap rumah hampir seragam, yaitu penuh hiasan poster minuman Bir yang terkenal di negeri ini. Tapi yang jelas harganya terjangkau kantong sang sopir.
Biasanya si ‘pengguna’ selepas ‘action’ akan duduk kipas-kipas di teras rumah, sebelum kembali dari ‘penyamarannya’.
 
Para penjual barang kreditan juga cenderung laris manis, walau harganya 3x lipat harga umum. Cicilan bisa seribu atau lima ribu per minggu. Cicilan pun bisa offline jika ternyata si empu nya kedatangan ‘tamu bulanan’. Lha namanya juga PSK, terkadang apabila penagih merangsek terus, si empunya bisa langsung memamerkan lokasi TKP sebagai bukti yang meyakinkan.
 
Yang agak terenyuh kadang berseliweran anak-anak kecil di sana. Entah anak siapa mereka. Walau sudah ada ‘pengamanan’, bisa saja action si Hidung Belang berbuah anak manusia. Lebih nyampur lagi dalilnya, ternyata para PSK ini ada juga yang ikut pengajian secara rutin. PSK adalah pekerjaan karena terpaksa, ngaji adalah pelipur lara hati. Entah bagaimana Malaikat mencatat amalnya.
 
Ternyata lokalisasi bukan hanya di pinggir jalan besar. Tetapi bahkan berada di pelosok perkampungan. Suatu hari di tahun 2005, 2 orang surveyor (co dan ce) mampir ke sebuah warung desa yang banyak pengunjungnya. Si Cowok turun dari motor untuk membeli sesuatu, si Ce menunggu motor. Sesampai di warung, ada om-om yang nanya ke si Cowok, “Itu temanmu berapa, Mas? 75 ribu ya?” tanyanya dengan serius.
Gubrak!, ternyata itu lokalisasi berkedok warung. Si Ce yang datang dianggap barang baru hehehe.
 
Bagaimana ciri-ciri PSK pantura dibandingkan dengan PSK ala ayam kamp**. Perbedaanya cukup mencolok. Yang pertama cenderung berdandan menor dan pandangan mata yang ‘menjurus’. Yang kedua, sangat sulit dideteksi. Namun kata seorang Sopir taxi, “Biasanya berkulit pucat, Mas. karena sering ‘kerja’ malam dan jarang kena sinar matahari langsung”.
 
demikian,
Cerita detailnya mana kutahu… hehehe…
Aku hanyalah pengamat, bukan pengguna, apalagi pengedar :p

One response to “Esek-Esek Jalur Pantura

  1. Waah klo pulang kampung aku lewat jalur pantura, kapan2 mampir yuuk mas kun. he he he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s