MEMOTIVASI ORANG

Banyak orang sangat menyukai pujian. Pencuri saja tidak mau dikatakan “maling”. Koruptor juga mendambakan “tidak bersalah” di depan sidang pengadilan. Apalagi orang baik yang tiada cela.

Bentuk pujian sangat beragam, disesuaikan dengan siapa, umur berapa, dan dalam suasana yang bagaimana. Salah satu tujuan memuji adalah untuk memotivasi alias menyemangati.
Memuji Balita, ABG (remaja), Mahasiswa, Orang dewasa atau Manula; jelas beda jurusnya. Biasanya, makin muda, perlu memuji dengan vulgar, hiperbolis dan bombastis. Sebaliknya, makin tua, biasanya perlu ungkapan pujian yang semakin tersirat (tersembunyi) karena si empunya sudah banyak ego dan gengsi.

Terkadang memotivasi perlu bumbu yang sedikit bohong, atau bahasa yang berupa harapan tetapi dikatakan saat ini. Misalnya “Aku yakin kamu mampu menyelesaikan pekerjaan in !”, walaupun sebenarnya si motivator agak ragu juga. Harapannya, kata “mampu” akan selalu tertanam pada sanubari si obyek, sehingga dia lebih bersemangat.

Banyak fenomena motivasi yang kita lihat dalam keseharian.

“Laris Pak/Bu?”, sebuah sapaan atau pertanyaan yang tidak perlu dijawab, karena lebih dekat sebagai ungkapan motivasi dan doa semoga si penjual itu laku barang dagangannya.

Seseorang yang kurang percaya diri, mungkin perlu diajak berjabat tangan, sambil tangan kiri kita menepuk-nepuk bahunya sambil berkata : “Selamat berjuang, semoga sukses ya!”.

Seorang ABG yang sedang belajar untuk persiapan menempuh ujian, sering dimotivasi orang tuanya “Nak, belajarlah yang tekun, nanti jika hasilnya bagus, Ayah belikan ……” atau “Ibu ajak jalan-jalan ke ….”, tentunya disesuaikan dengan mimpi si anak dan kemampuan finansial orangtuanya.

Seorang kepala kebun sawit, pernah menerapkan “manajemen sebatang rokok”. Caranya, dia berkeliling ke para pekerja secara acak. Lalu mengajak ngobrol sambil menawarkan “Rokok, Pak?”. Hanya dengan umpan sebatang rokok, dia dapat mendengarkan curhat pekerja, sekaligus memotivasi. Dampaknya luar biasa, si pekerja termotivasi memperbaiki petak kebunnya, sambil berharap si kepala kebun akan kembali menjenguknya.

Seorang Boss perusahaan, kadang sedikit membuka rahasia dapur finansial kepada para anak buahnya dengan tujuan agar si anak buah ikut merasa memiliki dan memajukan perusahaan ini. Misalnya : “Saat ini perusahaan berusaha keras memberikan penghasilan kepada bpk/ibu. Namun berhasil tidak, atau besar kecilnya bonus akan ditentukan oleh kinerja anda masing-masing. Untuk itu marilah kita bekerja lebih keras lagi !”.

Jangan pula meremehkan motivasi dari seorang idola. Bagi fans-nya, apapun kata sang idola, serta merta akan diikuti dengan semangat tinggi. Maka, wahai para pemimpin, jadikanlah dirimu sebagai tokoh idola bagi anak buahmu. Tentu saja dengan kinerja dan suri tauladan yang baik.

Semoga kita termasuk orang yang bisa memotivasi diri dan orang-orang di sekitar kita, menuju keberhasilan dan kesuksesan hidup.

Padepokan Ki Asmoro Jiwo, 09 Januari 2010

One response to “MEMOTIVASI ORANG

  1. “Semoga kita termasuk orang yang bisa memotivasi diri dan orang-orang di sekitar kita, menuju keberhasilan dan kesuksesan hidup. ”

    Terimakasih atas motivasinya Ki..
    Salam Sukses Selalu :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s