REKAM JEJAK KOMUNIKASI INTERNET

Sejak dua belas tahun lalu, dunia mulai disemarakkan dengan model komunikasi via internet, seperti chatting, email / milist, dan website. Sehingga akses informasi dan komunikasi antar berbagai tempat di bumi ini menimbulkan hilangnya batas antar ruang wilayah. Kita bebas ‘menembus batas’ ke belahan bumi manapun dengan media internet.

Sejak awal kemunculannya, banyak orang tidak sadar bahwa dunia komunikasi dan informasi telah berubah secara tajam. Mungkin yang dicermati hanya komunikasi informasi melalui handphone karena hampir semua orang sudah memiliki dan memakainya. Namun perilaku komunikasi via internet sangat sulit terbaca oleh orang awam yang tidak pernah menyentuh dunia internet itu sendiri.

Sebenarnya, sejak adanya chatting via mIRc, kehebohan model hubungan komunikasi sudah terjadi. Namun hal ini baru dirasakan oleh para pelakunyaa, belum terendus oleh media cetak dan TV. Beda lagi ketika beberapa minggu lalu kita heboh melihat beberapa pasangan remaja di bawah umur asyik minggat atas dasar suka-sama-suka yang diawali dengan media komunikasi internet, khususnya facebook. Atau fenomena penculikan anak yang diawali oleh kebiasaan pelaku berkomunikasi via facebook dengan orang yang mempengaruhinya. Kemudian orang heboh berpolemik dan cenderung menganggap facebook berbahaya.

Ibarat kendaraan, biasanya makin canggih malah resiko kecelakaan akan semakin tinggi. Saat seorang remaja naik sepeda, maka resiko jatuh berupa lecet tangan dan kaki, walaupun bisa saja akan meninggal. Tetapi ketika seseorang naik pesawat, maka resiko kehilangan nyawa akan sangat besar terjadi apabila mengalami kecelakaan. Demikian juga dengan tingkat kerawanan dalam komunikasi. Komunikasi manual (mulut dengan mulut secara langsung) hanya akan menimbulkan resiko di sekitar lokasi kejadian saja. Namun komunikasi dengan internet, resiko bisa merambah ke berbagai ruang tanpa batas strata social, yaitu bisa lintas agama, etnis, harta, suku, Negara, dll.

Pada saat dunia chatting sepuluh tahun sedang mewabah, banyak peristiwa hubungan percintaan di dunia maya yang tidak lazim dilakukan pada dunia nyata. Hubungan cinta antara orangtua dengan anak-anak, antar sejoli yang berbeda agama, berbeda etnis, berbeda strata social, dll. Semua itu terjadi karena kedua pihak sama-sama memanfaatkan internet untuk berkomunikasi. Berarti pula perbedaan masing-masing dapat ‘ditutupi’ dengan rangkaian kata-kata yang dilontarkan. Kenapa? Karena kesan yang timbul hanya dari ucapan kata-kata yang dikirimkan melalui chatting. Sehingga si penerima akan mempunyai kesan lucu, menyenangkan, perhatian, dll.

Adapun perkembangan komunikasi melalui email atau mailinglist (milist) tidak terlalu heboh karena biasanya dilakukan secara tidak bersamaan. Artinya email dikirim tidak langsung dibaca oleh si penerima. Memang ada kasus penipuan via email, tetapi tidak begitu menghebohkan. Biasanya email lebih banyak berfungsi sebagai media mengirimkan gambar atau berkas file. Sehingga kebanyakan pengguna email dan milist adalah mereka yang sudah usia dewasa atau memasuki dunia kerja.

Beda lagi dengan facebook. Saat awal kemunculan lima tahun lalu, facebook tidak menarik sama sekali. Masih kalah menarik dibandingkan jejaring social friendster. Friendster dianggap menarik karena bisa menampilkan profil diri, khususnya menampilkan foto. Sehingga media friendster ini banyak digandrungi para ABG.

Puncaknya adalah fenomena setahun terakhir ini, dimana hampir semua orang punya handphone, yang otomatis biasa menggunakan telephon dan SMS. Kemudian orang bermimpi ingin mengirim gambar yang banyak, sekaligus mengikuti perkembangan aktifitas harian dari kenalannya di penjuru muka bumi ini. Fenomena ini terjawab dengan menarik oleh tampilan dan fasilitas yang diberikan oleh facebook. Bisa mengirim pesan, gambar, ungkapan suara hati tiap waktu, dan bahkan melakukan penyelidikan keberadaan teman lama yang tiada kabar bertahun-tahun. Hanya dengan mengetahui nama lengkapnya, kita bisa menelusuri keberadaanya.

Akhirnya jejaring social facebook banyak digandrungi oleh berbagai lapisan masyarakat, dari ABG sampai kakek-nenek. Facebook mirip seperti pasar atau suasana masyarakat yang sesungguhnya. Hanya bedanya berada di dunia maya. Namun segala kebaikan dan keburukan menjadi paket yang tidak terhindarkan. Memang bisa mencari teman, tetapi juga mencari musuh juga bisa. Memang bisa mendapatkan orang-orang yang jujur, tapi bisa juga mendapat orang yang tukang menipu bin jahat.

Fenomena ini perlu mendapatkan perhatian serius oleh semua pihak. Karena otomatis segala hal yang dulu dilakukan secara nyata di tengah masyarakat, baik dan buruk, dapat pula dilakukan melalui jejaring social facebook ini. Jika masa chatting mIRc dulu, untuk menilai kejujuran orang perlu waktu komunikasi minimal tiga kali tatap muka. Maka jejaring facebook ini perlu ketelitian yang hampir sama. Apalagi banyak orang, terutama ABG, hoby memajang foto yang bukan dirinya karena psikisnya penuh obsesi ingin seperti tokoh idolanya. ABG pula menjadi pihak yang paling mudah ditipu karena mereka masih penuh dunia mimpi. Orang dewasa yang lugu pun dapat menjadi sasaran tipu muslihat dan kejahatan. Sehingga perlu pengawasan dan perhatian dari orangtua, masyarakat dan pemerintah agar keburukan yang mungkin timbul dapat ditekan sekecil mungkin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s