Arogansi Karakter

Arogansi karakter adalah sikap diri yang cenderung merendahkan orang lain yang mempunyai karakter berbeda. Ini bukan istilah baku, hanya sebagai penjelasan dalam tulisan ini.

Arogansi karakter muncul karena kebiasaan bergaul hanya dengan komunitas yang monoton. Ketika anak muda hanya berkumpul kemana-mana dengan sesama anak muda saja, maka biasanya dia cenderung kurang menghargai karakter anak kecil atau orang dewasa. Dia menganggap bahwa dunia anak muda adalah segalanya. Maka segala nasehat atau peringatan dari anak kecil atau orangtua, sering dipandang sebelah mata.

Begitu juga dengan orangtua yang terlalu sering berkasak-kusuk hanya dengan sesama orangtua, maka kadang kurang bisa memahami bagaimana pergaulan dan karakter anak muda. Memang benar beliau ini pernah muda, tetapi jaman doeloe dengan jaman sekarang jelas berbeda. Dulu apel masih pake naik sepeda, buka pagar, ketuk pintu dan duduk salah tingkah kalo mertuanya ikut nimbrung ngobrol nemani anaknya. Lha sekarang jauh beda, tinggal pencet SMS “hai sayang, abang kangen adik nich!”. Gak perlu lagi takut ketahuan bapak ibunya.

Banyak orang yang terkagum-kagum pada guru PAUD, guru playgroup dan guru SD, kok bisa-bisanya asyik bergaul dengan anak balita. Itulah kelebihan mereka, yang mampu berkomunikasi dengan menyesuaikan level khusus untuk anak balita.

Jika anak muda ingin belajar dewasa, maka perbanyaklah berkumpul dengan orangtua. Kalau di masyarakat, ada forum yang bisa mendekatkan itu semua, misalnya rapat RT, tahlilan, dll. Memang awalnya anak muda akan banyak terdiam malu. Tapi lama-lama bisa tertawa dan ikut mengimbangi obrolan. Dia juga mulai menyadari bahwa pola pikir orangtua itu berbeda.

Ada baiknya tiap orang mampu bergaul dengan berbagai macam level umur, dari kalangan balita sampai manula. Balita yang suka dikenalkan benda-benda, anak-anak yang suka diajak jalan-jalan, remaja yang suka mencari pasangannya, orang dewasa yang tertarik pada peluang karier, dan orang manula yang sangat senang ditanya sejarah masa lalunya.

Kita akan makin disukai manakala mampu berkomunikasi dengan menyesuaikan karakter teman bicara. Cobalah selami karakter dan pola pikirnya. Kemudian bawalah alur pembicaraan pada misi anda. Inilah kunci menjadi marketing dan pempimpin yang karismatik.

Ki Asmoro Jiwo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s