Terbayang Kenangan

Terbayang,
Ketika cinta monyet datang,
Melihat dia saja sudah senengnya minta ampyun, apalagi bisa menyapa, melihat senyumnya dan duduk ngobrol apa saja. Yang penting bisa di dekat dia. Sampai ada yang bilang “cinta pertama itu tak kan terlupakan”. Bahkan walaupun pasangan hidup ternyata berbeda, kenangan cinta monyet itu masih sangat indah di kenang…

Terbayang,
Ketika kecil dalam buaian orangtua,
Betapa hari-hari penuh pelayanan kasih sayang. Penuh dengan belaian cinta. Penuh dengan perhatian yang tulus apa adanya. Namun kini, ketika orangtua itu telah tiada, ingin rasanya mengulang kembali masa itu. Apalagi jika hati sedang dirundung duka, sangat manusiawi mendambakan uluran kasih sayang dari orang-orang yang mengasihi kita. Sampai-sampai kita berusaha mencari figur-figur lain yang bisa menggantikan. Walaupun faktanya tetap beda alias tidak sama…

Terbayang,
Ketika hari-hari penuh kekuasaan,
Bisa memerintah sana-sini tanpa bantahan. Bisa tampil garang dan menakutkan. Semua menunduk tanda kepatuhan. Entah patuh tulus atau terpaksa karena pekerjaan. Namun kini, ketika kekuasaan itu hilang bersama waktu, tinggalkan aura kekalahan dan keterbuangan menemani hari-hari kini. Tak mampu lagi menunjukkan taring. Bahkan kadang ganti ditertawakan. Makin ingin mengembalikan kekuasaan itu, makin sakit menggerogoti badan…

Alam kesadaran saat ini kadang terasa jenuh. Sehingga memimpikan suasana kesenangan masa lalu. Misalnya dengan Reuni. Membayangkan teman-teman punya karakter seperti dulu. Tetapi ketika bertemu, seiring waktu, semua sudah berubah. Kecuali peserta reuni sepakat mengenang masa lalu. Walau di depan mata jelas berbeda dengan dulu.

Terbayang kenangan manis, akan menjadi obat kedukaan saat ini.
Terbayang masa pahit, akan menjadi pengalaman berharga untuk menentukan langkah terkini.
Kenangan tetaplah kenangan. Waktu tidak bisa dikembalikan. Jangan sampai kita digilas oleh waktu, sehingga habis untuk mengenang, bahkan meratapi “kenapa hari ini tidak seperti masa lalu”. Maka, bersyukurlah orang-orang yang bisa menikmati masa kini dan merencanakan masa depan.

Ki Asmoro Jiwo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s