Pelajaran dari seorang Ajudan

Tanpa disadari, kita sering asyik dengan dunia kita sendiri, baik cara pandang, pola pikir, impian, dan hal-hal yang biasa dilakukan sehari-hari. Terkadang kita asyik dengan diri sendiri, dan tanpa sadar malah lengah memperhatikan orang-orang di dekat kita, bahwa mereka juga punya ‘dunia’ sendiri.

Ajudan adalah seseorang yang berusaha sekitar 30 tahun, perempuan, masih lajang, dan ada kekurangan pertumbuhan fisik dan pendengaran. Sifatnya sangat lugu dan super perasa. Hal menarik yang patut dikagumi adalah kebiasaan sehari-hari yang cukup luar biasa.

Dia terbangun setiap jam 4 pagi, langsung mandi. Kemudian melakukan kegiatan kebersihan, dari dapur, halaman, dan seluruh sudut ruangan. Bukan sekedar menyapu, tetapi juga membersihkan perabotan dengan sulak (alat pembersih dari bulu), membersihkan kaca dengan cairan pembersih, dan mengepel. Kalau tidak dicegah, dia akan melakukan semua itu setiap hari.

Kami yang terbiasa dengan pola tinggi badan di atas 160 cm, menata alat dengan penyesuaian tinggi tersebut, seperti memasang paku buat cantelan di ruang tamu dan dapur, memasang tali jemuran, dan menaruh perabotan ‘ala kami’. Begitu kaget dan tersadar, ketika ajudan melakukan tugas mencoba menyesuaikan ‘karya kami’ tersebut. Dengan susah payah dia harus naik kursi ketika masang jemuran atau mengambil perabot di dapur. Kami jadi ‘merasa bersalah’. Tapi Ajudan melakukan itu tanpa keluhan, apalagi protes.

Setiap hari dia akan bertanya “besok masak apa”, sambil menceritakan stok bahan makanan yang masih tersedia. Ajudan juga akan melaporkan kalau ada bahan/alat rumah tangga yang habis. Sampai kita sering berseloroh “belanja sesuai dengan instruksi ajudan”.

Setiap sore atau malam, dia selalu menunggu kami datang dan tidak berani makan duluan, sebelum kami makan. Kami sering menyuruh dia untuk makan duluan, tetapi dia tidak pernah mau melakukan. Kadang dia kelihatan kecewa ketika kami datang dan bilang “kami sudah makan di luar”. Ketika disuruh makan, biasanya terlontar kalimat “saya jadi gak enak, kok saya makan sendiri, ibu-bapak kok tidak makan”.

Pernah kita ajak jalan ke mall atau lihat pameran, tapi ternyata dia fokus pada tugas setrikaan dan pekerjaan lain, sehingga kalo diajak pergi, itu sama saja menyita waktu dia yang sudah di plot sedemikian rupa. Akhirnya kita bebaskan dia kalo mau jalan-jalan sendiri. Pernah dengan bangganya dia cerita abis nonton pasar malam, katanya “saya belum pernah nonton pasar malam, rame sekali..”. Kita terharu mendengar jawaban ini.

Biasanya tiap jam 7 malam, ‘baterai’ sudah mulai redup, alias sang Ajudan mulai terkantuk-kantuk. Kalo aku jadwal pulangnya lebih malam, bahkan tengah malam, itu sama saja seperti menyiksa dia untuk tidak bisa cepat tidur. Akhirnya jadwal pulang malam kulakukan hanya saat sangat penting. Dan tamu-tamu yang mau datang kusesuaikan agar maksimal jam 9 malam sudah selesai segala obrolan.

Tanpa kusadari, sang Ajudan banyak memberi pelajaran. Dia hidup berpola dengan dunianya. Hidupnya tercurah hanya untuk mengabdi dan melayani. Bahkan dia tidak pernah tanya gaji, walau kadang molor beberapa hari dari jadwal. Dia sangat senang apabila layanan dia menyenangkan kami, dan dia sangat sedih dan terpukul ketika kami merasa kecewa atas layanan dia. Sungguh seorang ‘guru’ yang memberikan teladan bagaimana melayani orang lain.

Kadang aku berpikir, mampukah aku mengerjakan semua pekerjaan yang dia lakukan sehari-hari?
padahal berat badannya hanya sepertiga berat badanku.
padahal pendidikanku lebih tinggi.
padahal aku lelaki….

aku malu
aku malu

karena kuyakin tidak mampu,
malah lebih banyak mengeluh dan kurang bersyukur !

“petunjuk-Nya datang dari mana saja dan kapan saja. Semoga kita termasuk orang-orang yang mau memperbaiki diri dan bersyukur”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s