Mencium Bau

Indera penciuman mempunyai keunikan tersendiri, yang dapat dilatih dan dimanfaatkan untuk berbagai tujuan. Banyak diantara kita yang menganggap indera penciuman hanya sekedar alat pencium bau yang biasa kita temukan sehari-hari. Padahal apabila indera penciuman ini dapat dilatih dengan baik, akan memberikan keahlian tersendiri.

Dalam sebuah film pernah kita lihat, betapa rombongan cowboy berkuda dan bersenjata pistol memerlukan seseorang dari suku tertentu untuk menelusuri keberadaan musuh dari jejak-jejak yang ditinggalkan. Selain jejak kaki, seseorang tersebut juga menggunakan indera penciuman untuk mendeteksinya.

Dalam kasus super ringan, ketika kita berada dalam mobil berisi rombongan orang, lalu tanpa ada suara mencurigakan, tiba-tiba tercium bau kentut yang sangat menyengat. Kontan saja beberapa orang akan saling tuduh. Biasanya si pelaku akan terdiam pasang muka tanpa dosa, atau malah sebaliknya, si pelaku menuding korban lain sebagai kambing hitam.

Lain lagi bagi penyuka kuliner, aroma sedapnya masakan dapat dideteksi dari baunya, walaupun masih berjarak puluhan meter. Bahkan kita bisa menebak itu masakan apa dan bumbunya apa saja.

Bagi ibu rumah tangga atau yang biasa memasak, bocor tidaknya tabung gas juga bisa dideteksi dari bau yang ditimbulkan. Apabila tercium bau, maka segeralah memperbaiki saluran gas dari tabung ke kompor gas.

Atau bagi mereka yang bukan perokok, biasanya akan punya sensivitas penciuman bau rokok yang lebih tajam, seperti ruangan yang pernah dipakai buat merokok, atau baju yang berdekatan dengan asap rokok.

Ada 2 sifat indera penciuman yang dapat diceritakan pada tulisan ini. Pertama, indera penciuman dapat tertipu oleh aroma lain yang lebih tajam. Contoh, salah satu metode mendeteksi pencemaran minyak mentah di hamparan tanah adalah dengan mencium baunya. Tapi penciuman ini akan terganggu apabila tangan yang digunakan terlebih dahulu untuk makan kuah santan ala menu nasi Padang.

Kedua, indera penciuman akan mengalami adaptasi apabila dilakukan lebih lama. Contoh, ketika masuk kamar mandi yang habis dipakai orang lain, kita akan mencium bau yang beda dari kebiasaan kita, seperti bau sabun, bau kotoran, atau bau yang lain. Namun ketika kita lama berada di kamar mandi tersebut, bau yang tadi tercium seperti hilang. Demikian juga setelah itu, saat keluar kamar mandi, kita merasa tidak meninggalkan bau. Tapi bagi orang lain pemakai berikutnya, bau yang kita tinggalkan akan tercium olehnya. Maka, paket cairan pembersih kamar mandi biasanya dibarengi dengan pewangi untuk melawan bau yang kurang sedap.

Teori ini pula yang agaknya dipakai oleh si Fulan, walau mungkin dia tidak memahami mekanismenya. Alkisah, suatu waktu aku naik kereta ekonomi jurusan Jogja-Bandung. Kereta super sesak/padat, sehingga aku harus berdiri (tanpa bisa duduk) selama 4 jam persis di depan WC kereta. Kebayang kan bagaimana WC kereta ekonomi yang jarang tersedia air bersih.  Di depanku ada seorang lelaki ABG yang kayaknya biasa hidup merantau, kelihatan tidak sabar dengan kondisi berdesakan ini. Di luar perkiraan banyak orang, dia memutuskan masuk ke dalam WC tersebut, menggelar koran di sana, dan tertidur. Tadinya aku bayangkan dia tidak betah karena baunya, tapi dugaanku keliru, karen belakangan kuketahui bahwa hidung kita mempunyai daya adaptasi bau dengan baik.

Di waktu yang lain, aku pergi ke sebuah kampus tetangga. Kucium aroma bau limbah saat aku berada di halaman dan teras kampus. Aku bertanya, apakah mencium bau kurang sedap? beberapa orang menjawab “tidak”. Lalu aku bertanya lagi, apakah di dekat kampus ini ada pabrik industri yang menghasilkan limbah? jawab mereka “iya”. Aku tidak bertanya lagi, karena sudah tahu apa yang terjadi. Mereka yang sudah terbiasa mencium bau limbah ini akhirnya menjadi merasa “tidak berbau”.

Mungkin beberapa contoh inilah yang bisa menjelaskan beberapa profesi yang berdekatan dengan bau-bau yang menyengat hidung, tetapi mereka betah dan menganggap hal itu biasa, seperti penjual minyak wangi, tukang masak, ahli forensik, petugas kamar mayat, petugas kebersihan sampah, dll. Memang beberapa menggunakan masker dan kadang bubuk kopi untuk pengusir bau, tapi akhirnya mereka pun akan beradaptasi dengan bau-bau tersebut.

Masih banyak fenomena dalam memanfaatkan indera penciuman ini. Tips mudahnya adalah berlatih dan berpikir tentang proses, lalu memanfaatkan untuk kebaikan masing-masing orang. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung dalam urusan “manajemen bau” ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s