KETIKA TERLAHIR

KETIKA TERLAHIR

Salahkah aku, ketika terlahir dari keluarga Raja
Hingga ribuan orang menyembahku tanpa diminta

Salahkah aku, ketika terlahir dari keluarga Petani
Hingga mengais hidup dari hari ke hari tiada henti

Salahkah aku, ketika terlahir dari keluarga Penjahat
Hingga seluruh hidup seperti ikut terpenjara semua

Salahkah aku, ketika terlahir dari keluarga Kyai
Hingga sejak beliau, aku dianggap alim oleh para santri

Salahkah aku, ketika terlahir dari suku agama tertentu
Hingga seluruh hidup, mendapat cap suku agama tertentu jua

Aku terlahir ingin menjadi aku,
Bukan atas nama keluargaku,
Bukan atas nama suku dan agamaku,

Tapi manusia terjebak hukum sosialnya
Memandang diri dari sudut keluarga dan sejarahnya
Hingga tiada sadar dan menduga,
Manusia berebut hak, atas nama fatamorgana
Saling membunuh, atas nama harga diri yang fana

Ketika terlahir, tak membayangkan esok kan kemana
Ketika langkah kemana, lupa semua atas kelahirannya

Manusia oh Manusia,
Carilah bekal menuju hadapan-Nya
Bukan terlena pada segala ciptaan-Nya

Yogyakarta, 31 oktober 2012

Ki Asmoro Jiwo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s