MARKETING DAN LAYANAN KULINER

MARKETING DAN LAYANAN KULINER

Ketika ada telpon tak dikenal, kadang dari seorang marketing yang entah tahu nomorku darimana, yang umumnya menawarkan asuransi, kredit lunak dan emas batangan. Yang terakhir ini kadang bikin aku geleng-geleng. Apa yang ngasih info nomor telpon ngukurnya hanya dari body (baca: tinggi besar). Mentang-mentang tinggi besar njuk dianggap sudah makmur dan siap investasi emas batangan. Biasanya kujawab standard :
“Mbak, mbak…., lha wong rumah saja belum punya kok mau investasi emas batangan to?” Jawabku lugu bin meyakinkan.
Setelah itu baru obrolan ditutup. Kalo masing ‘ngejar’ terus, kadang dengan meyakinkan nomor itu aku simpan dan kuberi nama “emas batangan jangan diangkat”. hehe….

Banyak orang yang bergerak dalam dunia marketing dengan jurus langsung menawarkan barang dagangan (to the point). Kadang semua itu dipoles dengan penampilan yang weleh-weleh, atau suara yang setengah menghipnotis, atau berbagai cara lain. Tapi bagi orang yang sudah banyak ‘makan asam garam’, upaya penawaran langsung akan sering berbenturan dengan penolakan langsung. Kita cenderung maksa kepada lawan bicara untuk membahas topik tentang barang dagangan yang ditawarkan. Padahal kebanyakan orang lebih tertarik membahas masalahnya sendiri daripada dipaksa membahas masalah orang lain.

Maka jurus marketing berikutnya yang lebih halus dan meyakinkan adalah “jurus empati”, yaitu obrolan menyesuaikan dulu pada topik yang disukai oleh klien. Apabila sudah rileks, maka secara lambat namun pasti, obrolan akan mbelok ke topik barang dagangan si marketing. Jurus ini terbukti ampuh, tapi perlu kesabaran tinggi dan kepiawaian berwawasan luas agar bisa mengimbangi obrolan topik apa saja.

Namun ada juga jurus yang lebih canggih lagi, yaitu “layanan kuliner”. Biasanya, orang-orang berduit (baca: calon pelanggan) akan bosan dengan menu makan yang standard atau yang biasa ada di kota. Mereka akan menyukai menu makanan yang unik, khas dan punya citarasa ngangenin. Semisal kalau di Jogja, kebanyakan mereka malah tertarik menu tradisional seperti bakmi jawa atau makanan eksotik serba jamur.

Ternyata pula, obrolan dengan sambil makan enak (sesuai standard lidah si klien) akan membuat lobi-lobi mengalir dengan mudahnya. Memang kita perlu berkorban di awal, seperti melakukan antar jemput, menemani ngobrol apa saja yang menyenangkan, menceritakan citarasa kuliner yang akan dikunjungi dan memastikan klien akan puas menikmati kuliner yang disajikan tersebut. Biasanya tanpa diminta, klien akan membelokkan sendiri obrolannya pada topik barang dagangan kita. Nah, selanjutnya lihatlah kejutan apa yang akan anda alami hehe…

Satu lagi, berdasarkan pengakuan seorang marketing hotel berkelas, beliau menceritakan bahwa ketika menghadapi klien “dilarang keras melakukan promo pada segala produk layanan hotel”. Tugas utama dia hanya melakukan layanan menarik (personal approach) agar klien terpuaskan. Dengan demikian pemakaian jasa hotel oleh klien adalah sebuah keniscayaan tanpa diminta.

Adalagi tips seorang marketing yang memakai prinsip “mencari sedulur (saudara)”. Sehingga obrolan dia kepada siapapun diniatkan hanya untuk mencari sedulur/teman. Dia bergaul dengan siapa saja, tidak pilih-pilih hanya pada pihak yang dirasa cocok menggunakan produk yang ditawarkan. Dia meyakini, jalan rizki itu bisa masuk darimana saja, termasuk dari orang-orang yang tiada kita duga sebelumnya.

Ada juga yang menerapkan prinsip “ora lali dalane” (tidak melupakan jalur), dimana dia akan selalu menghargai secara proporsional pada semua pihak yang memberikan kontribusi dalam jasa marketingnya. Ingat lho, kebanyakan orang suka melupakan orang-orang yang mengantarkan dia pada jenjang kesuksesan.

Demikian juga pengakuan seorang marketing berkelas, yang melakukan lobi-lobi milyaran, ternyata banyak diawali dari layanan antar jemput untuk menikmati kuliner di sebuah warung pecel.

Semoga tulisan ini memberikan pencerahan inspirasi pada semua pihak yang menyukai dunia marketing.

Yogyakarta, 8 November 2012

Ki Asmoro Jiwo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s