Perjalanan Ke Lombok – bagian satu

Bagian Pertama
PERJALANAN KE LOMBOK, SERBA YANG PERTAMA

Selasa, 25 September 2012

Awalnya, aku diminta bertugas ke Indragiri Hilir – Riau. Namun H-2 aku mendapat perubahan tujuan, aku akan bertugas ke Pulau Lombok. Ini pengalaman pertama bagiku. Konon, keindahan alam Lombok tidak kalah dengan Bali, bahkan lebih alami karena belum banyak pengunjung.

Awalnya juga, aku disiapkan perjalanan dengan pesawat GA dengan rute Jogja – Jakarta – Lombok pp. Namun, H-1 tiket berganti dengan pesawat WA dengan rute Jogja – Surabaya – Lombok pp. Naik pesawat WA dengan ukuran pesawat lebih kecil dari biasanya, dengan baling-baling besar di kanan kiri, dan pintu masuk/keluar hanya dari belakang; merupakan pengalaman pertama juga bagiku.

Selasa pagi, ketika aku bersiap di bandara jogja menunggu kedatangan pesawat WA, aku sempat membandingkan antara ukuran badanku yang agak jumbo dengan ukuran pesawat yang lebih kecil dari umumnya. Sampai-sampai mbak-e petugas bandara menawari aku mau duduk yang paling depan atau paling belakang.
“Kalo paling belakang, keluarnya duluan, Mas. Kalo paling depan, keluarnya paling belakang”, jelas mbak-e.
“Mana aja deh, mbak”, jawabku sekenanya. Aku baru paham penjelasan mbak-e tadi setelah masuk-keluar pesawat yang hanya dari satu pintu.

Sekedar membandingkan dari pemahamanku yang awam, ukuran pesawat kecil ini terasa lebih bising saat mau take-off maupun landing. Tapi luncuran saat take-off dan landing membutuhkan landasan yang lebih pendek. Bahkan saat landing terasa lebih halus (baca: sedikit goncangan). Secara umum perjalanan cukup nyaman bebas goncangan. Mungkin juga didukung oleh kondisi cuaca yang hanya sedikit awan.

Perjalanan ke Lombok mengharuskan transit di bandara juanda surabaya. Ini juga baru pertama kali aku mampir ke bandara ini. Perlu konsentrasi tinggi untuk memastikan dimana melapor untuk status penumpang transit. Walaupun sudah ada petunjuk arah. Aku masuk bandara di sekitar Gate 2, harus berjalan ke timur, turun, menukar tiket transit, lalu kembali naik, jalan ke barat, dan menunggu di Gate 2. Cukup dibuat kemringet dengan rute jalan yang kayaknya sekitar 500 m ini.

Ada cerita menarik saat perjalanan surabaya-lombok ini. Saat mau naik pesawat, petugas memanggil semua penumpang dari 2 jurusan yang berbeda, yaitu Semarang dan Mataram (lombok). Ternyata di bawah sudah ada petugas yang mengarahkan ke bus yang berbeda. Aku tentu masuk bus yang jurusan mataram. Bus akan mengantar ke pesawat WA jurusan lombok. Entah kenapa, bus berhenti di pesawat WA jurusan semarang. Dengan PD-nya para penumpang bus masuk ke pesawat tersebut. Petugas di bawah pintu pesawat pun hanya terdiam, membiarkan penumpang masuk. Baru sekitar 10 orang masuk, ada satu yang iseng tanya memastikan:
“Ini ke Mataram ya mas?”, tanya penumpang itu. Sementara aku di belakangnya dia.
“Ini ke Semarang”, jawab petugas.
Kontan beberapa orang yang mau masuk dan sudah terlanjur masuk jadi ribut sendiri. Akhirnya kami kembali ke bus dan diantar ke pesawat jurusan Mataram.

Saat dalam pesawat, sebelah kiri depan ada beberapa bapak-bapak yang berkopyah yang kayaknya belum terbiasa dengan alat transportasi pesawat ini. Ketika pesawat mau take off, mbak-e pramugari mengumumkan jika lampu akan dipadamkan. Jika butuh untuk keperluan membaca, silahkan menyalakan lampu di atasnya. Nah, ada seorang bapak yang reflek menyalakan lampu di atasnya, tetapi yang dipencet tombol dan lampu berwarna merah, yang pertanda panggilan untuk mbak-e pramugari. Kontan mbak-e datang, eh ternyata salah pencet aja. Dan…., ternyata bapak-e itu juga tidak sedang mau baca. hehee….. entah takut gelap atau iseng ya pakdhe🙂

Selasa malam, sekitar pukul 21.30, aku pertama kali menginjakan kaki di bumi mataram Pulau Lombok. Menariknya lagi, aku harus bertemu dengan rekan tugas mas Re, dimana kami juga belum pernah bertemu sebelumnya. Jadi aku sangat waspada memastikan BB langsung on setelah landing dan kontak dengan mas Re.

Setelah bertemu dengan mas Re, kami memutuskan naik bus ke SB hotel. Bandara lombok ini ada di lombok tengah. Sedangkan SB hotel ada di lombok barat. Perjalanan sekitar 1,5 jam. Ada cerita menarik ketika naik bus ini.
Ketika kami mau masuk bus, ada petugas di depan pintu bilang :
“Beli tiket dulu, Pak”, sambil dia menunjuk seseorang di semacam meja loket.
Kami pun menuju meja loket, petugas menjawab :
“Langsung aja masuk bus”, jelas dia
“Apakah ini rutenya sampe ke SB hotel?”, tanya kami
“Sampai sana. Pool ada di dekat situ”, jelas sang petugas
Kami pun langsung duduk manis di dalam bus. Sambil jalan, kami lihat beberapa ibu menggelar dagangan minuman dan snack beralas tikar di halaman bandara. Pemandangan ini sangat kontras dengan papan nama “bandara internasional”. Kata sang sopir, konon para penjual itu adalah mereka yang tanahnya sudah dibeli untuk dijadikan bandara.
Bus pun jalan dengan lancar karena suasana malam nan sepi. Sopir bus ketika menarik ongkos cukup unik. Tangan kiri memegang tiket, tangan kanan meminta uang ongkos ke penumpang. Tetapi ketika ongkos diberikan, tiket tidak diberikan. Wow.
Kami tidak tahu apa makna fenomena ini. Kami berdua bayar 50 ribu, dikembalikan 20 ribu.
Bus masuk pool di dekat bandara lama, lalu bus keluar lagi. Kami agak gelisah karena penumpang tinggal kami berdua saja. Sopir menjelaskan, katanya sebenarnya rute hanya sampai pool bandara lama. Jadi bahasa tersiratnya, beliau harus mengantar kami ke arah barat di Senggigi. Lalu kami berikan uang tambahan 20 ribu. Kirain urusan sudah selesai. Eh, sebelum turun, sopir minta 20 ribu lagi. Setelah kami beri, sopir mendadak ramah :
“Besok kalo mau ke bandara, tunggu di tepi jalan dengan hotel SB hotel ini Pak, pool kami di dekat situ”, jelas si sopir.
Kami bingung sendiri, tadi bilang pool akhir ada di bandara lama, kenapa setelah minta uang tambahan baru bilang kalo pool ada di dekat hotel yang jarak tempuhnya 30 menit-an. Entah……..

Kami bergegas check in dan menempati kamar masing-masing. Suasana dalam kamar cukup eksotik dan artistik. Aku pun mandi air hangat dan beranjak tidur menikmati malam di SB hotel Pulau Lombok untuk pertama kalinya.

Bersambung…… Bagian Dua

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s