Sebuah Pesan untuk Perempuan yang mau menikah

Adikku,

pernikahan adalah salah satu ibadah yang suci, yang insyaallah diridhoi oleh Allah SWT, dibukakan pintu syurga dunia dan akherat, asalkan semua itu dijalani dengan niat ibadah, ikhlas dan kesabaran.

 

Banyak orang menikah karena berbagai niat, dalil pertama karena cinta. Tapi ada juga yang karena harta, karena biar gak dosa, karena desakan orangtua, dan karena2 yang lain.

Utamanya nikah bukan sekedar ijab qobul, lalu kamu bisa bebas tidur sepuasnya dengan suamimu.

Utamanya nikah bukan sekedar kamu punya hak untuk dinafkahi dari hasil kerja yg halal dari suamimu.

Bukan hanya itu adikku..!

 

Nikah adalah perjalanan waktu bagi manusia sebagai makluk-Nya. Nikah merupakan pintu kita mengenal makhluk lain, sesama manusia, yaitu suamimu, secara lebih dekat. Kenal bukan sekedar kenal, tetapi paket kelebihan dan kekurangan, paket cinta dan benci/cemburu, dll.

 

Nikah merupakan penyatuan dua sifat yang berbeda, beda jenis kelamin, beda watak, beda cara pandang, beda kebiasaan, dll. Jadi jangan kaget apabila kamu dan dia punya keinginan yang berbeda, punya pendapat yang berbeda, karena memang kalian ini berbeda.

Rasa cintalah yang menyatukan kalian untuk berjalan bersama. Maka, mulailah memahami perbedaan sebelum menikmati persamaan.

 

Adikku,

Ketika pacaran, banyak impian manis di depan mata. Ibarat air es teh, ingin rasanya meneguknya, untuk mengobati rasa hausmu. Tapi ingatlah, bahwa meminum air dalam gelas, akan meninggalkan gelas bekas yang kotor.

Begitu juga dengan pernikahan itu, impian kenikmatan akan memberikan dalam ketidaknikmatan bagimu. Ada hak-hak yang bisa kamu minta, tapi otomatis akan datang kewajiban menagihmu untuk dipenuhi. Bahkan, dalam perjalanan emosi, sering yang terasa adalah kewajiban dan kewajiban.

Apalagi manusia itu sangat pandai melupakan hak (kenikmatan diri) dan merasa terbebani kewajiban (menyenangkan orang lain).

 

Adikku,

Pernikahan itu bukan sekedar hidup dalam kamar 4 x 4 meter persegi. Bukan hanya itu. Kalian akan mengenal dunia bersama. Mengenal keluarga mertua. Mengenal para tetangga. Mengenal dunia kerja. Bukan seorang diri, karena semua harus dibicarakan dan sepakati berdua.

Awalnya memang terasa beban, karena apa-apa harus sepengetahuan pasangan. Tapi percayalah, ketulusan akan mengantarkanmu pada kenikmatan bersama yang tiada tara.

 

Adikku,

Mulailah belajar membagi urusan, mana yg pribadimu, mana keluargamu, mana mertua, mana adik-kakakmu, mana saudara ipar, dll. Kadang kita dipertemukan pada pilihan yang serba bimbang, mana yang lebih penting, mana yang didulukan. Belajarlah bijak dan berkorban untuk kepentingan yang lebih besar. Insyaallah perbuatan baik tidak akan sia-sia.

 

Selamat menempuh kehidupan baru,

Semoga kebahagiaan senantiasa menaungi kehidupanmu sekeluarga

Amin….

 

Ki Asmoro Jiwo

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s