Hakekat Pengendalian Hawa

Penciptaan Adam yang diikuti dengan penciptaan Hawa mengandung banyak hikmah.
Adam yang seorang diri, hidupnya menjadi lebih menyenangkan dengan datangnya Hawa.
Konon penciptaan Hawa yang berasal dari tulang rusuk Adam juga menyiratkan makna mendalam. Adam tak bisa lepas dari kebutuhan pada Hawa, demikian juga sebaliknya.
Sementara Hawa yang tercipta dari tulang rusuk yang bengok, akan cenderung ‘bengkok’ manakala tidak diluruskan. Tetapi meluruskan dengan paksaan akan membuatnya ‘patah’.

Apa sebenarnya makna Hawa bagi Adam?
Mengapa pula disebutkan bahwa musuh terbesar manusia adalah pengendalian HAWA nafsunya sendiri? Banyak orang menyamakan antara hawa nafsu dengan amarah. Bagaiman penjelasan detailnya?

Pemaknaan hawa adalah “pengendalian udara” (sirkulasi oksigen) yang ada di dalam tubuh kita. Ketika kita bernafas, itu artinya memasukkan hawa (oksigen) ke dalam tubuh, sehingga memperlancar kerja seluruh organ tubuh. Darah yang kekurangan oksigen dapat menimbulkan rasa lemas/lemah. Kepala yang kurang mendapat sirkulasi oksigen akan terasa pusing dan bahkan bisa pingsan. Dan seterusnya.

Bagaimana dengan amarah, apa kaitannya dengan hawa (oksigen)?
Coba amati, ketika seseorang marah, maka arus pernafasan makin cepat dan menjadi tersengal tidak teratur, sehingga berdampak pada sirkulasi hawa (oksigen) dalam tubuh menjadi tidak teratur pula. Getaran amarah bisa menggetarkan jantung, pandangan mata kabur, badan gemetar, dll. Dan setelah marah-marah, biasanya akan diikuti oleh badan yang lemas (baru terasa capeknya).
Coba amati, ketika seseorang sedang sedih berduka bin depresi, maka arus pernafasan menjadi melambat, asupan oksigen menjadi berkurang porsinya, sehingga tubuh seperti tiada daya karena terasa lemas/lemah di sekujur badan.

Apakah orang tidak boleh marah sama sekali? boleh saja, karena sifat marah adalah manusiawi. Tapi sering marah-marah akan cenderung merugikan diri sendiri, apapun permasalahannya.
Apakah orang tidak boleh sedih sama sekali? boleh saja, karena sifat sedih adalah manusiawi. Tapi sering sedih/berduka akan cenderung merugikan diri sendiri, apapun permasalahannya.

Pengendalian hawa (oksigen) terkait erat dengan pengendalian air di dalam tubuh kita. Apalagi komponen utama berat badan kita didominasi oleh air. Keberadaan air yang tidak berimbang akan menjadikan badan menjadi terganggu.

Pengendalian hawa sangat dikaitkan dengan keberadaan 9 lubang yang ada di sekujur tubuh kita, yaitu 2 lubang mata, 2 lubang telinga, 2 lubang hidung, 1 lubang mulut, 1 lubang kelamin dan 1 lubang dubur. Manusia diharapkan mampu mengendalikan 9 lubang ini untuk jalan yang benar. Bagaimana mengendalikan mata (melihat), telinga (mendengar), hidung (penciuman), kelamin (sex) dan dubur (pembuangan).
Masing-masing lubang mengeluarkan kotoran. Filosofinya, semakin besar lubangnya akan semakin besar pula resiko kesalahan/dosa yang potensi ditimbulkannya.

Semoga kita termasuk orang yang mampu mengendalikan hawa di dalam tubuh kita, agar tercapai kesehatan lahir maupun batin.

Yogyakarta, 19 April 2013

Padepokan Ki Asmoro Jiwo

One response to “Hakekat Pengendalian Hawa

  1. Ssiiip bner bgt ki🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s