Musim Kemarau 2013 berlangsung basah

Menurut Prakoso, Analis Forecaster Cuaca Iklim BMKG Yogyakarta (Tribunjogja, 24 mei 2013 hal 9),

MUSIM KEMARAU TAHUN INI BERLANGSUNG BASAH

Gangguan iklim Dipole Mode Indeks (DMI) 
–> perbedaan suhu pada permukaan laut
–> kenaikan uap air di Samudera Hindia 
–> pertumbuhan awan hujan di Sumatera dan Jawa 

> berlangsung sampai Oktober 2013
> intensitas hujan lebih tinggi 15% dibanding musim kemarau tahun lalu
> secara umum intensitas curah hujan di Sumatera akan lebih tinggi dari Jawa

—————
Interpretasi :

Wilayah yang biasanya mengalami puncak kekeringan, akan ‘sedikit tertolong’ dengan kondisi kemarau basah ini, karena distribusi air hujan akan cenderung meningkat.
Namun komoditas pertanian tanaman semusim yang membutuhkan perbedaan musim hujan dan musim kemarau yang tegas untuk menghasilkan panen yang berkualitas tinggi. misalnya : tanaman tembakau

Muhamad Kundarto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s