Membersihkan Kamar Mandi

MEMBERSIHKAN KAMAR MANDI

Saya pernah dua kali kos dalam kumpulan beberapa kamar penghuni pria dengan fasilitas kamar mandi dipakai bersama. Pertama, 13 kamar kos dengan 2 kamar mandi. Kedua, 9 kamar kos dengan 2 kamar mandi. Pengalaman pertama adalah saat aku berada diantara warga kos dengan usia rata-rata, ada yang seumuran, adik kelas dan kakak kelas. Sedangkan pengalaman kedua, aku jauh lebih tua dibandingkan warga kos lain.

Kebanyakan kamar mandi yang dipakai bersama, ditambah pemilik kos tidak pernah ikut membersihkan, ditambah lagi penghuninya para pria, biasanya cenderung jarang dibersihkan dan terkesan sangat jorok. Bak mandi akan jarang dikuras, lalu muncul lapisan licin kecoklatan sebagai tanda penumpukan sedimen. Kebiasaan anak kos menaruh sabun mandi di bibir bak, serta ‘gaya mandi’ yang cebar-cebur membuat larutan sabun sebagian masuk bak. Belum lagi lubang WC yang biasanya amat jarang dibersihkan. Sisa kotoran BAB yang menempel lama-lama akan menyelimuti lubang WC menjadi kekuningan keruh. Biasanya juga dinding kamar mandi dan pintunya akan ada bekas-bekas sabun yang mengering dan makin lama makin keruh dan jorok.

Memang warga kos sering berinisiatif membuat jadwa kebersihan bersama. Tapi biasanya yang patuh adalah segelintir orang dan sebagian besar akan mangkir dari tugas. Beda cerita kalau salah satu warga pulang dengan beberapa bungkus makanan massal, seperti kue atau gorengan, biasanya warga kos akan menyerbu dengan cepat sambil canda tawa. Kalau urusan kebersihan kamar mandi, ada saja alasan untuk meninggalkan tugas.

Aku terlatih dalam pengalaman yang demikian. Entah kenapa, aku hobby membersihkan kamar mandi sejak kebiasaan menjadi anak kos itu. Cara kerjanya, kumanfaatkan air sisa rendaman baju yang banyak mengandung diterjen tapi sudah berwarna kecoklatan. Lalu kuguyurkan air ke bagian yang kotor dan digosok dengan busa atau sikat pembersih. Setelah itu diguyur air. Khusus untuk lubang WC, biasanya ada alat pembersih berupa serabut yang panjang, sehingga bisa menjangkau lubang bagian dalam. Biasanya kegiatan pembersihan ini butuh waktu 20-30 menit. Yah, anggap saja sambil olah raga yang bermanfaat untuk orang banyak.

Pada awalnya, kadang ada rasa mangkel (marah) juga ketika kamar mandi yang barusan dibersihkan itu, ternyata oleh para pemakai berikutnya kembali jorok lagi. Umumnya bak mandi akan cepat keruh oleh cipratan sabun. Namun teguran juga percuma karena kita tidak mengawasi satu per satu siapa yang mandi tadi dan umumnya juga hampir merata pola mandinya sama hehe.
Akhirnya aku belajar bagaimana ikhlas membersihkan kamar mandi tanpa memikirkan siapa yang akan memanfaatkan atau mengotorinya lagi.

Ternyata ‘kebiasaan’ ini berlanjut. Dulu jika pulang kampung, kamar mandi akan jadi sasaran utama pembersihan. Begitu juga setelah hidup di rumah kontrakan, kamar mandi jadi prioritas pertama pembersihan. Oya, saya membiasakan kamar mandi tanpa pengharum, karena sekalian untuk menguji bau yang ada.
Bahkan jika aku bepergian naik travel, di terminal, dll. aku biasakan ikut membersihkan kamar mandi, tapi terbatas dengan guyuran air. Maklum, banyak pemakai kamar mandi atau WC umum yang jorok, misalnya air kencing tidak disiram, luber ke lantai, dll. Tandanya adalah saat pertama kali masuk kamar mandi itu bau pesing tercium, maka langkah berikutnya adalah menyiram beberapa kali di lantai dan lubang WC-nya.

Aku sendiri paling sebel apabila mau menggunakan kamar mandi yang : (1) tak ada air, yang ada tissue; (2) guyuran air dengan sensor, karena sering macet; dan (3) setelan air dari bawah closed, sering malah nyiprati karena nyetelnya kekencengan. Ini biasanya banyak terdapat di hotel bintang lima, bandara dan mall.

Konon dalam filosofi kepribadian, kebersihan kamar mandi akan mencerminkan karakter pemakainya. Jadi kalau ingin tahu pribadi seseorang, cek saja kamar mandinya. Asal tidak ada pihak lain (baca: cleaning service) yang turut campur hehe

Yogyakarta, 18 Februari 2014 pukul 5.51 WIB

Ki Asmoro Jiwo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s