Pelampiasan

PELAMPIASAN

Seorang perempuan, ketika memilih pasangan, berdasarkan pada pertimbangan utama bahwa lelaki itu harus yang sudah mapan, bertanggungjawab dan setia. Ketika kriteria itu didapatkan, ternyata muncul keinginan atau syarat yang lain, seperti : pandai menghibur, keintiman, memberikan solusi, dll.

Seorang lelaki, ketika memilih pasangan, berdasarkan pada pertimbangan utama bahwa perempuan itu harus cantik dan menyenangkan. Ketika kriteria itu didapatkan, ternyata muncul keinginan atau syarat yang lain, seperti : sexy, melayani, setia, berakhlaq baik, dll.

Celakanya, tuntutan kriteria yang super banyak itu tidak semua ada di pasangan masing-masing. Lalu muncul rasa kecewa, tidak puas, dan bahkan penyesalan. Namun banyak orang berpikir seribu kali apabila ingin ganti pasangan. Pilihan kebanyakan adalah berusaha agar tetap bersama pasangannya. Namun, rasa yang ‘kurang’ tadi akan disadari maupun tidak disadari, akan mendorong si perempuan atau lelaki itu untuk melakukan kegiatan pelampiasan.

Pelampiasan dapat dilakukan dengan berbagai media dengan bantuan indera tubuh.
Jika ‘pemandangan’ di rumah sudah tidak menarik, maka mata mencari-cari pandangan ‘menarik’ di luar rumah.
Jika di rumah terlalu sunyi dari canda tawa atau wejangan yang menyejukkan, maka telinga akan mencari obyek yang bisa diajak canda tawa dan memberikan siraman batin yang menenangkan.
Jika di rumah kurang lagi memuaskan dalam keintiman, maka pencarian pelampiasan akan dilakukan dengan segala cara. Minimal berfantasi pikiran (membayangkan), maksimalnya ‘rental’.
dan seterusnya.

Pelampiasan tidak selalu dipicu oleh kekurangan pasangan, tetapi bisa juga karena kebosanan yang muncul akibat rutinitas.
Ketika keintiman mendapatkan ‘lawan yang sepadan’, ternyata muncul keinginan untuk ‘mencoba yang lain’.
Ketika terbiasa dengan yang putih, ternyata muncul keinginan untuk mendapatkan yang hitam.
Ketika sehari-hari sudah bergelimang harta, malah sekarang naksir pada orang yang hidup sederhana.
dan seterusnya.

Konon ada hierarki keinginan hidup manusia, yaitu harta, wanita (baca: jodoh), dan tahta (kedudukan). Awal merangkak dengan mencari modal (harta) dulu, setelah itu baru memilih jodoh. Ketercukupan pangan, sandang (baju), papan (rumah), plus pasangan; akan mendorong lagi untuk mendapatkan peningkatan status sosial dari kedudukan yang ingin diraihnya.

Cobalah kita merenungkan fenomena ini :
pasangan celebritis yang cantik dan ganteng, ternyata rumah tangganya tidak bertahan lama (baca: berpisah). padahal ribuan orang bermimpi ingin berpasangan dengan si cantik atau si ganteng ini.
tokoh papan atas gagal ketika mencalonkan diri untuk kedudukan tertentu. tetapi tokoh-tokoh tersebut seperti tiada bosan, dengan mencalonkan lagi pada kedudukan yang sama. Apakah mereka tidak malu? apa yang dicari sebenarnya?

Kunci utama penyakit kehidupan manusia adalah “ingin mendapatkan sesuatu yang tidak/belum diraihnya, tetapi mudah merasa bosan pada apa-apa yang sudah didapatkannya”. Sehingga apapun keinginan dan ketercapaian, dianggap bukan sesuatu yang final. Dengan kata lain, manusia akan selalu merasa kurang. Sehingga dia akan berusaha melakukan pelampiasan, baik dilakukan secara diam-diam maupu terbuka.

Jika sudah begini, maka manusia-manusia yang bersyukurlah, yang akan mendapatkan keselamatan. Bersyukur adalah menyenangi apa-apa yang sudah diraihnya dan menerima hasil akhir dari usahanya. Bersyukur adalah prasangka baik kepadaNYA, bahwa pemberian kepada semua manusia sudah dilakukan secara adil dan kasing sayang.

Sebaik-baik pelampiasan adalah meningkatkan rasa syukur kepadaNYA.

Padepokan Asmoro Jiwo, 8 Mei 2013

One response to “Pelampiasan

  1. semoga kita selalu bersyukur kepadaNYA agar pelampiasan itu menjadi komunikasi yang baik lagi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s