CARIKAN JODOHKU

CARIKAN JODOHKU

Ke-putus asa-an dan rasa kurang percaya diri, sering menghantui mereka yang pernah gagal dalam percintaan, baik yang berkali-kali patah hati karena dikhianati saat pacaran, maupun mereka yang mengalami kegagalan dalam rumah tangga.

Jika dicermati, memang banyak permasalahan yang terjadi dalam kegagalan cinta. Alasan yang paling sering karena pasangan berkhianat dengan berpaling pada orang lain (baca: selingkuh). Namun secara filosofi, perpisahan itu terjadi karena kondisi sebagai berikut :
Bagi perempuan,
dia merasa kurang lagi diperhatikan, disayangi, disenangkan, ditenangkan dan menurunnya kemapanan ekonomi dari pasangannya.
Bagi laki-laki,
dia mulai merasa monoton dan bosan, karena tidak ada tantangan yang menarik lagi, dan ada ‘peluang lain’ yang dirasakan lebih baik (baca: karena belum dialami, cenderung membayangkan yang indah-indah saja).

Kondisi di atas akan ditentukan oleh perekat berupa komunikasi dan kepercayaan kepada pasangan. Kebohongan atau janji palsu akan merenggangkan hubungan. Sedangkan kejujuran dan pelayanan pada pasangan akan meningkatkan keharmonisan hubungan.

Nah, jika sudah berpisah dan trauma, maka tidak ada cara lain selain mencari ‘mak comblang’ atau orang yang dipercaya untuk mencarikan jodoh untuknya. HERAN-nya, kriteria jodoh akan disebutkan dengan ini dan itu, tapi kondisi diri sendiri dengan segala kekurangan/kelebihan jarang sekali diungkap. ibarat seorang ABG akan menentukan kriteria :
“Yang sayang ama aku, perhatian ama aku, setia ama aku..”
Definisi hanya terhenti di situ. Harusnya dibalik :
“yang aku bisa menyayangi dia, melayani dia, dll”.

Terkadang kita terlalu menuntut jodoh kita harus memenuhi syarat ini dan itu. Alangkah baiknya jika kita juga mau bercermin diri. Perlu dijawab “pantaskah aku untuk mendampinginya?”.
Sehingga nanti ada analisis kecocokan atau kelayakan, dengan mempertimbangkan karakter yang saling mengisi dan melengkapi. Misalnya pendiam dengan ceriwis, penyabar dengan emosional, teliti dengan ceroboh, penakut dan pemberani, raja/ratu dengan pelayan, dll.
Jika kecocokan karakter sudah didapat, maka faktor umur, status, tempat tinggal dan hobby hanya pelengkap saja, yang dapat didiskusikan jalan terbaiknya.

Jadi, minta dicarikan jodoh atau mau mencari sendiri ?

Ki Asmoro Jiwo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s