Cerpen Politik – WADUL MAK’e MALAH DIKUMBAH

Cerpen Politik
——————

WADUL MAK’e MALAH DIKUMBAH

Suatu hari mas Raden mengadu pada ibunya. Perjuangan berdarah-darah yang dilakukan, ternyata gagal.
“Piye le, hasil perjuanganmu sing jare suci kuwi?” tanya sang Ibu lumayan sinis menegur anaknya.

“Mak, sebenarnya aku sudah hampir berhasil, tapi banyak yang berkhianat. Aku diapusi, aku diakali rame-rame”, jawab mas Raden pucat.

“Hmm….. nembe saiki to kowe nyadar? tingkah polahmu apa ora kapok-kapok? mbok eling, mbiyen gagal, saiki gagal”, kata sang ibu tambah ketus. Mungkin karena mengingat sejarah kegagalan yang bertubi-tubi menimpa anaknya.

“Mak, aku sudah berjuang semuanya, harusnya doaku terkabul!”, kata si Raden tak juga mau bisa menerima.

“Hwarakadah! malah nyalahke Gusti. Nyebut leeee cah bagus! perjuangan dan doa itu belum tentu berhasil. Masih ada kuasane Gusti Allah. nek awake dewe kuwi gagal, kudune iso instropeksi diri. Ora malah kemrungsung golek salahe liyan”, kata sang Ibu.

“Aku harus menuntut keadilan, Mak. Aku gak terima diapusi abis-abisan kayak gini”, kata mas Raden dengan dendam menyala.

“Duh, duh. Aku yo bingung kok duwe anak koyo kowe le. Mbiyen aku ngidam apa too yoo. Lha mbok wis, fokus wae melu kerjaane ibumu ini. Warisane ben ora entek. Ora malah grangsangan golek mungsuh. opo maneh semua terjadi kan karena kebodohanmu dewe. Ngilo leeeee…. ngilooo…..”, kata sang Bunda sambil pergi.

mas Raden pun segera lari ke depan cermin. Langsung ngilo. Wesss jiaaan……

Ki Asmoro Jiwo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s