MENGENAL EMPAT JURUS POLITIK

MENGENAL EMPAT JURUS POLITIK

SATU : Jurus lobi ke partai
Partai terdiri dari DPP, DPW dan DPD.
Permainan di kabupaten/kota dihadapi oleh DPD, tetapi semua rekomendasi dari DPP. Maka ada yang menjalankan lobi atau mengirim pesan/paket dari DPD agar disampaikan ke DPW lalu menuju ke DPP. Memang jurus ini sudah benar secara struktur organisasi karena dilakukan berjenjang, namun akan sangat rawan pungli di jalan. Bahkan kadang pesan/paket tidak sampai ke DPP.
Jurus tandingannya adalah “potong kompas”, yaitu lobi dilakukan langsung ke DPP karena dari sanalah rekomendasi berasal. Jurus ini membutuhkan lobi tingkat tinggi, karena dibutuhkan kedekatan bukan basa basi dengan tokoh-tokoh DPP. Bahkan biasanya ada ikatan emosional dari pengalaman lain di luar kepartaian yang memudahkan jalur lobi.

DUA : Jurus deklarasi
Beberapa calon seperti sengaja melakukan deklarasi dengan memanggil media massa untuk publikasi luas. Deklarasi bisa bermakna ganda. Ada yang memang sudah resmi dapat rekomendasi sejak lama, lalu melakukan deklarasi untuk ajang perkenalan ke publik. Namun ada pula deklarasi sekedar “psy war” (perang psikologi) dengan pihak tertentu, misalnya lawan politik atau saingannya. Bisa juga deklarasi untuk sekedar membangun image (kesan) bahwa si calon sudah ada dukungan besar.
Fakta di lapangan, deklarasi tidak selalu efektif, karena memang tidak harus dilakukan oleh para calon.
Bahkan ada jurus unik yang mirip deklarasi, tetapi prosesi menuju peresmian calon dengan menggunakan semacam karnaval untuk menarik perhatian publik.

TIGA : Menebar boneka
Beberapa calon yang kuat pendanaan dan jaringan, biasanya perlu pengamanan posisi dengan cara menebar beberapa boneka untuk disusupkan pada tim lawan. Penyusupan bisa masuk pada tim sukses lawan atau malah sengaja boneka tersebut dijadikan calon oleh pihak lawan. Informan akan rutin melaporkan bagaimana gerakan sekaligus kelemahan lawan, sehingga akan mudah diantisipasi. Sedangkan boneka bisa bermakna ganda, seperti : melemahkan, investasi andai kita kalah, atau sekedar formalitas untuk memenuhi syarat.

EMPAT : Mematangkan pengalaman
Modal menjadi politikus adalah pandai bermain catur dan paham mekanisme organisasi, serta konsisten dengan langkah dan konsekuensinya. Politikus yang sudah matang, biasanya akan hemat bicara dan sekali bicara akan didukung argumen yang jelas atau fakta yang aktual. Politikus yang tidak matang, biasanya banyak bicara, minim pengalaman dan sering salah ucap serta salah langkah.
Ki Asmoro Jiwo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s